Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Alasan Mencintai


__ADS_3

Setelah kemarin Tasya dan Andika puas mengerjai Raisa, sekarang mereka berdua memutuskan untuk berada di hotel saja. Berhubung hari ini juga adalah hari terakhir mereka berada di sini dan besok pagi mereka sudah harus kembali, karena besok Andika harus menyelesaikan urusan mendesaknya.


Saat ini saja Andika sedang memeriksa dokumen yang baru di kirim oleh Mario dan membuat Tasya merasa kalau hal yang di lakukan mereka berdua sama saja seperti saat mereka berada di apartemen, tapi walaupun begitu Tasya bisa mengerti posisi suaminya sebagai CEO perusahaan.


Selesai Andika menyelesaikan pekerjaannya, dia langsung menghampiri Tasya yang sedang memainkan ponselnya sembari duduk di atas tempat tidur, Tasya yang melihat Andika sudah duduk di sampingnya sembari terus menatapnya dia langsung meletakkan ponselnya di atas meja .


"Gimana pekerjaan kamu mas? Apa sudah selesai semuanya?"


"Iya sudah, kamu sedang apa tadi?"


"Aku tadi hanya lagi nonton beberapa video masak saja mas" Tasya memberikan senyuman pada Andika.


"Begitu ya"

__ADS_1


Setelah Tasya menganggukkan kepalanya, Andika langsung terdiam dan tiba-tiba dia menatap Tasya dengan ekspresi wajah seriusnya yang membuat Tasya langsung bertanya-tanya dalam hatinya maksud dari tatapan Andika itu apa?"


"Tasya... Sebenarnya sudah dari lama ada yang ingin mas tanyakan pada kamu, tapi mas juga masih sedikit ragu untuk menanyakannya"


"Kenapa harus ragu mas? Kalau ada yang mas ingin tanyakan sama aku, ya tanyain aja mas engga perlu ragu-ragu seperti itu. Memangnya apa sih yang ingin mas tanyakan dengan ku?" Tasya mengubah posisi duduknya menjadi menghadap Andika.


Andika menggenggam kedua tangan Tasya dan mengusap dengan lembut menggunakan ibu jarinya. "Sebenarnya mas hanya ingin menanyakan apa sih yang menjadi alasan kamu kemarin mau menerima mas yang lumpuh? Apa itu semata-mata hanya demi uang saja?"


Mendapat pertanyaan itu Tasya tidak langsung menjawabnya melainkan dia hanya diam saja sembari menundukkan kepalanya dan berpikir, sebenarnya Tasya juga masih ragu dengan perasaannya terhadap Andika sekarang.


"Mas tanya sekali lagi ya, jadi apa alasan kamu menerima mas sebagai suami kamu? Apa itu karena kamu benar-benar mencintai mas dengan tulus atau hanya menginginkan sesuatu dari mas?"


"Apa aku harus banget memberikan alasannya pada mas ya?" Andika menjawab dengan anggukan kepalanya.

__ADS_1


Tasya kembali terdiam dan kali ini dia terdiam cukup lama, karena dia ingin meyakinkan hatinya untuk memberikan jawaban pada Andika tanpa menyakiti hati Andika nantinya.


"Mas, sebelum aku memberikan jawaban ku. Aku ingin bertanya satu hal dengan kamu lebih dulu, apa boleh?"


"Iya boleh, kamu ingin bertanya apa?"


"Apa setelah kamu mengetahui jawaban ku, kamu akan pergi meninggalkan ku mas?"


"Tidak, aku tidak akan meninggalkan kamu sekalipun jawaban kamu nantinya tidak sesuai dengan harapan ku, karena aku mencintai kamu dan jadinya apapun yang kamu lakukan terjadi aku akan terus di samping kamu" Andika mengusap pipi kanannya dengan tangan kiri Andika.


"Kalau begitu jawaban ku juga sama dengan kamu mas, aku juga mencintaimu mas dan aku menerima kamu dengan tulus mas"


"Apa kamu yakin dengan jawaban kamu itu? Aku takutnya kamu akan menyesal nantinya" Tasya langsung menggelengkan kepalanya dan

__ADS_1


"Tidak mungkin aku menyesal dengan jawaban ku itu, karena saat ini aku sudah beruntung bisa bersama dengan kamu mas" Tasya lagi-lagi memberikan senyumannya pada Andika.


Andika yang merasa senang langsung memeluk Tasya dan setelah jawaban atas pertanyaannya sudah di dapatkan, sekarang Andika juga tidak ragu lagi untuk melakukan hubungan suami istri dengan Tasya.


__ADS_2