Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Kejutan Untuk Tasya I


__ADS_3

Berhubung Andika sedang keluar untuk membelikan makanan yang sedang Tasya inginkan dan Salsa sedang ke pasar, jadi Andika meminta Tata untuk menemani dan menjaga Tasya sampai dirinya kembali ke apartemen.


Walaupun masih ada perasaan kesal dengan Andika, tapi mau tidak mau Tasya harus meminta tolong pada Andika karena dia benar-benar menginginkan makanan itu dan tidak ada cara lain untuk dia bisa mendapatkannya.


Sebelum pergi semua yang Tasya perlukan sudah Andika siapkan terlebih dulu di dalam kamar, agar nanti kalau Tasya membutuhkan sesuatu baik Tasya ataupun Tata tidak perlu repot lagi untuk mengambilnya dan keluar dari kamar.


"Tata, ada apa sayang? Kenapa wajah Tata tiba-tiba terlihat murung seperti itu? Apa ada orang yang mengganggu Tata?" Tasya mengusap surai rambut Tata dengan lembut, sedangkan Tata hanya diam saja dan menatap Tasya dengan ekspresi wajah sedihnya.


"Apa Tata tidak mau cerita dengan tante, hmm?" Tasya menambahkan perkataannya untuk membujuk Tata bercerita.


Butuh waktu beberapa menit untuk Tasya membujuk Tata agar mau bercerita, karena Tata sama sekali tidak ingin membuka suaranya bahkan untuk sekedar mengucapkan satu kata saja.


Saat Tasya masih membujuk Tata, Andika masuk ke dalam kamar sembari membawa kue coklat yang sudah Tasya tunggu-tunggu sejak tadi. Tapi saat kue itu sudah ada diatas meja, Tasya malah masih fokus dengan Tata.


"Sayang, ini ada apa? Kenapa kalian berdua hanya saling diam seperti ini?" Andika berdiri di samping Tasya sembari mengusap kepala Tasya.


Tasya menoleh ke arah Andika dan langsung menjelaskan kejadian awalnya mereka hanya saling diam dan tidak bercanda seperti biasanya, Andika mendengarkan perkataan Tasya sembari sesekali melirik ke arah Tata yang masih menundukkan kepalanya.


Setelah mendengar penjelasan Tasya, Andika langsung mendekati Tata dan mencoba untuk berbicara dengannya. Tapi belum sempat Andika suaranya, seseorang tiba-tiba mengetuk pintu dan memanggil Tasya dan juga Andika.


Saat Tasya mendengar suara yang tidak asing lagi baginya, Tasya langsung ingin turun dari tempat tidurnya dan membuat Andika langsung sigap menahan tangan Tasya agar dia tidak bisa kemana-mana.


"Masuk saja pah, pintunya engga di kunci" seolah tau siapa yang mengetuk pintu kamarnya Andika langsung menyuruh orang itu masuk dan membuat orang di depan pintu itu langsung masuk ke dalam kamarnya.


Tasya langsung membulatkan matanya saat dia melihat seseorang yang masuk ke dalam kamarnya benar-benar papahnya. "Papah? Kenapa papah bisa ada di sini?" Tasya bertanya sembari melihat ke arah Andika dan Ferdian secara bergantian.


"Bukannya kamu bilang mau bicara dengan papah mu tanpa ketauan mama dan kaka tiri mu kan? Makanya tadi aku sekalian jemput papah dan berhubung mama tiri mu itu sedang pergi makanya aku langsung bawa papah ke sini" Andika memberikan senyumnya pada Tasya.


Tasya menoleh ke arah Ferdian dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena menahan air matanya dan dia langsung memeluk Ferdian untuk melepaskan rasa rindunya, sedangkan Ferdian mengusap kepala putrinya dengan lembut.

__ADS_1


Sebenarnya Ferdian sudah sangat penasaran kenapa Andika membawa dia ke rumahnya, karena Andika tidak memberikan alasan dan bahkan Ferdian sempat berpikir kalau Tasya sedang sakit.


"Sebenarnya ini ada apa? Kamu baik-baik aja kan Sya?"


Tasya melepaskan pelukannya dan langsung menatap papahnya. "Tasya baik-baik aja kok pah, sekarang papah duduk dulu ya! Ada yang mau Tasya kasih tau ke papah"


Ferdian mengangguk pelan dan duduk di hadapan Tasya. "Jadi apa yang kamu ingin kasih tau ke papah, Sya?"


"Tasya mau kasih tau ke papah, kalau sekarang Tasya sedang hamil pah dan sebentar lagi papah akan punya cucu" Tasya tersenyum sembari mengusap perutnya yang masih rata.


"Apa, hamil? Kalian berdua sedang tidak mengerjai papah kan?" Ferdian menatap Andika dan Tasya secara bergantian dan mereka berdua langsung menggelengkan kepalanya.


"Yang dikatakan Tasya tadi kalau dia hamil itu benar pah, tapi kita harus bisa merahasiakan ini dari Raisa dan juga mamanya. Karena saya tidak ingin mereka melakukan hal yang tidak-tidak, sehingga membahayakan Tasya dan anak kami pah" Andika menjelaskan kembali agar Ferdian percaya.


"Kami juga mau minta tolong sama papah untuk merahasiakan hal ini demi kebaikan Tasya, papah bisa kan?" Andika menambahkan perkataannya sembari menatap istrinya.


"Makasih ya pah udah mau bantu kami jaga rahasia ini"


"Sama-sama Andika" Ferdian menepuk bahu Andika sembari tersenyum.


Walaupun Ferdian harus merahasiakan berita baik ini dari siapapun, tapi dia tetap benar-benar sangat bahagia dan masih tidak menyangka kalau dia sebentar lagi akan memiliki cucu dari putri kesayangannya.


"Loh, ini bukan anak kecil yang waktu itu ada di rumah sakit bersama dengan Tasya kan?" Ferdian mengalihkan pandangannya ke Tata.


"Iya pah, ini Tata. Selain Salsa dia selalu nemenin Tasya pah, Tata salim sama kakek Ferdian sayang" Tasya mengusap kepala Tata sembari memberikan senyumnya, Tata pun langsung menghampiri Ferdian dan mencium tangan Ferdian.


Ferdian tersenyum sembari mengusap pipi Tata selesai dia mencium tangan Ferdian.


"Tata umurnya berapa tahun sayang?"

__ADS_1


"Umur Tata sekarang sembilan tahun kek" Tata memberikan senyumannya.


"Berarti Tata masih sekolah ya? Tata sekolah dimana nak?"


Setelah mendengar pertanyaan Ferdian, Tata langsung menggelengkan pelan kepalanya dan ekspresi wajahnya pun langsung berubah menjadi sedih. Andika yang mengerti perasaan Tata langsung mengajaknya ke ruang TV dan meminta Tasya yang menjelaskan pada Ferdian.


Melihat Tata seperti itu membuat Tasya juga ikut sedih, apalagi Tasya harus menceritakan kehidupan Tata pada papahnya dan membuatnya tambah sedih dengan kondisi Tata.


"Jadi Tata tinggal sendirian di unit samping apartemen kamu?" Tasya hanya mengangguk pelan.


"Lalu bagaimana dengan makannya, Sya?"


"Biasanya Tasya selalu berada di unit Tata sampai mas Andika pulang pah dan makan bersama dengannya, tapi belakangan ini Salsa yang mengantar makanan untuk Tata dan bahkan sampai saat ini"


"Kasihan sekali anak itu, kenapa kalian tidak membawa Tata untuk tinggal bersama kalian saja?"


"Tasya juga pernah kepikiran seperti itu pah, tapi Tasya belum sempat bicarakan hal ini dengan mas Andika"


"Sebaiknya kamu segera bicarakan tentang ini pada Andika agar anak itu bisa lebih terurus lagi"


"Iya pah, nanti akan Tasya coba bicarakan secepatnya"


"Ya sudah, kalau begitu papah pamit pulang dulu ya. Soalnya takut Miranti dan Raisa sudah berada di rumah, pasti akan banyak pertanyaan nantinya"


"Iya, papah hati-hati ya. Maaf Tasya engga bisa antar papah sampai depan, soalnya kalau mas Andika lihat Tasya turun dari tempat tidur mas Andika akan marah"


"Iya tidak apa-apa lebih baik kamu istirahat saja ya" Ferdian mengusap kepala Tasya, sedangkan Tasya hanya mengangguk pelan dan langsung memeluk Ferdian sebentar.


Sebelum pulang Ferdian menemui Andika dan Tata terlebih dahulu untuk berpamitan juga dengan mereka, sekalian Ferdian ingin meminta maaf pada Tata karena sudah membuatnya menjadi sedih.

__ADS_1


__ADS_2