
Saat ini Tasya dan Salsa sudah berada di dapur untuk memasak hidangan makan malam bersama dengan pak Dito, Tasya membagi tugas dengan Salsa. Dia meminta Salsa untuk memotong-motong sayuran, sedangkan dirinya yang menyiapkan bumbu dan memasak semuanya.
"Yah! Kecap di rumah habis lagi, apa kamu bisa tolong ke minimarket di sebrang apartemen untuk belikan kecap Sa?" Tasya melihat Salsa sembari memegang botol kecap kosong di tangan kanannya.
"Bisa mbak, kalau begitu saya tinggal beli kecap dulu ya mbak" Salsa langsung membuka apronnya dan merapikan bajunya.
"Iya Sa, ini uangnya ya. Kamu hati-hati ya dan kalau ada sisa uangnya dan kamu ingin membeli sesuatu, beli saja ya engga usah ragu-ragu" Tasya memberikan uang seratus ribu dari dalam saku celananya pada Salsa sembari tersenyum.
Salsa langsung mengangguk pelan dan mengambil uangnya dari tangan Tasya, walaupun Salsa hanya pergi ke minimarket tapi dirinya tetap berpamitan terlebih dahulu pada Tasya sebelum dia melangkahkan kakinya dan pergi keluar.
__ADS_1
Tidak lama setelah Salsa menghilang dari dapur, langsung tergantikan oleh kemunculan Andika yang baru saja bangun dari tidurnya karena mencium aroma maskan, Andika tidak tau kalau istrinya sudah sibuk di dapur, karena dia sempat ketiduran saat membaca berkas yang di bawa pulang ke rumah.
Tasya sengaja tidak membangunkan Andika dan membiarkannya beristirahat, karena dia tidak tega kalau harus membangunkanan Andika yang terlihat sangat kelelahan hanya karena dia ingin mengatakan kalau dirinya akan memasak di dapur dan itu hanya mengganggu tidur Andika saja.
Karena terlalu fokus pada masakannya Tasya jadi tidak melihat kehadiran Andika di sana, bahkan saat dia merasakan ada seseorang yang menatapnya Tasya mengira itu adalah Salsa yang kembali lagi karena lupa membawa sesuatu. Tapi saat Tasya ingin memanggil nama Salsa, orang itu malah tiba-tiba memeluk Tasya dari belakang dan membuat Tasya langsung terlonjak kaget.
"Sayang, Apa ada yang bisa mas bantu untuk mu?" Andika meletakkan dagunya di atas bahu Tasya.
"Bukan kedatangan mas yang buat kamu kaget, tapi itu karena kamu telalu fokus saat masak. Makanya kamu selalu engga menyadari kehadiran mas, jadi gimana? Apa ada yang bisa mas bantu juga?"
__ADS_1
"Engga ada mas, kamu tunggu saja sembari menonton TV ya. Kamu kan udah lelah bekerja, jadi biar ini semua aku dan Salsa aja yang selesaikan ya mas"
"Eum... Baiklah kalau kamu bilang begitu, tapi setidaknya mas ingin menemani kamu masak boleh kan sayang?" Andika mengeeratks pelukannya di pinggangnya.
"Ya sudah, kalau kamu masih mau di sini engga apa-apa. Tapi satu permintaan aku untuk kamu, yaitu jangan peluk aku telalu kencang seperti ini karena aku tidak bisa bernafas mas"
Andika langsung melonggarkan sedikit pelukannya di pinggang Tasya. "Eh! Iya juga, maaf ya sayang sudah memeluk mu begitu kencang"
"Iya engga apa-apa ko mas" Tasya kembali melihat Andika dari sudut matanya sembari tersenyum sebentar dan dirinya langsung kembali fokus dengan masakannya.
__ADS_1
Setelah selesai masak Tasya langsung mandi dan berganti pakaiannya yang sudah kotor terkena keringat saat masak tadi dan begitu juga dengan Andika yang melakukan hal yang sama dengan Tasya, jadi kalau nanti pak Dito sudah datang mereka sudah siap untuk menyambutnya.