Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Pulang Ke Rumah


__ADS_3

Hari ini Andika tidak berangkat ke kantor atas permintaan Tasya, karena Tasya tidak mau Andika sakit saat mereka bulan madu nanti kalau sekarang Andika masih saja sibuk dengan pekerjaannya.


Saat Tasya meminta Andika untuk libur bekerja dia hanya mengatakannya satu kali dan tanpa perlu harus bersusah payah membujuk Andika, karena Andika langsung menuruti permintaan istrinya.


Sekarang Andika sedang menemani Tasya menonton acara TV ke kesukaannya, sembari dirinya berbaring di atas sofa dan meletakkan kepalanya di atas paha Tasya agar dia bisa melihat wajah Tasya.


"Mas, dua hari lagi kita kan akan berangkat. Gimana kalau sekarang kita ketemu papa untuk berpamitan?" Tasya menundukkan kepalanya untuk melihat Andika sembari mengusap pelan kepalanya.


"Aku setuju dengan kamu, apa kamu mau berangkat sekarang?"


"Boleh mas, tapi itupun kalau kamu engga keberatan kita berangkat sekarang mas"


"Ya sudah, kalau begitu ayo kita berangkat sekarang" Andika langsung bangun dari posisi tidurannya dan dia juga langsung mengulurkan tangannya ke arah Tasya.


Tasya langsung menerima uluran tangan Andika padanya dan segera bangun dari duduknya. "Sebentar ya mas, aku ambil tas dulu di kamar"


Andika menjawab Tasya dengan anggukan kepalanya, sedangkan Tasya langsung berlari mengambil tasnya di dalam kamar dan memberitahu Salsa kalau dia akan pergi bersama Andika agar Salsa tidak perlu memasak untuk mereka berdua.


Saat Tasya sudah kembali menemui Andika, Andika langsung membawanya pergi ke rumah Ferdian. Karena waktu Tasya menelpon Ferdian untuk mengajaknya bertemu di kafe, telpon Tasya sama sekali tidak ada jawaban.


"Kamu yakin tidak masalah kalau kita pergi ke rumah mu? Pasti di sana akan ada Raisa dan Miranti juga" Andika melihat ke arah Tasya sebentar.


"Iya tidak masalah kok mas, lagipula aku kan pergi bersama kamu dan aku yakin kamu akan melindungi aku dari kak Raisa dan tante Miranti" Tasya mengatakan itu sembari memberikan senyumnya pada Andika dan membuat Andika juga ikut tersenyum saat mendengarnya.


Beberapa saat kemudian mereka berdua sampai di depan rumah Tasya, Andika langsung memarkirkan mobilnya di halaman rumah dekat mobil warna putih milik Raisa yang diambilnya dari Tasya.

__ADS_1


Saat mereka berdua turun dari mobil Tasya hanya melamun saja sembari melihat ke arah rumah yang dulu banyak menyimpan kenangan dirinya bersama dengan mamanya, dalam hati Tasya ada rasa kerinduan yang terdalam pada rumah itu.


"Ayo, kita masuk ke dalam" Andika menggenggam tangan Tasya tiba-tiba dan membuat pandangan Tasya langsung beralih menjadi ke arah Andika.


Tanpa menunggu persetujuan dari Tasya lagi Andika langsung membawa Tasya untuk masuk ke dalam, karena dia tidak ingin terlalu membuang-buang waktunya dengan terus berdiri di depan mobil dan bahkan Andika juga langsung mengetuk pintu rumah itu agar bisa segera bertemu Ferdian


Setelah Andika mengetuk pintu beberapa kali akhirnya salah seorang asisten rumah tangga di sana membukakan pintu dan mempersilahkan mereka berdua untuk masuk ke dalam, tapi saat di dalam bukannya mereka bertemu langsung dengan Ferdian malahan mereka bertemu dengan Miranti lebih dulu.


Miranti langsung menghampiri Andika sembari menampilkan senyumnya "Wah, wah... Tumben sekali tuan Andika datang ke rumah kami, silahkan duduk tuan"


Andika membawa Tasya duduk di sampingnya, sedangkan Miranti duduk di hadapan Andika sembari masih memberikan senyuman yang sengaja di tunjukkan hanya untuk Andika.


"Langsung saja ke intinya, kami ke sini ingin bertemu dengan Ferdian. Jadi sekarang tolong anda panggilkan dia" Andika menatap Miranti dengan ekspresi datar.


"Oh suami saya ya, tunggu sebentar ya tuan saya akan panggilkan dulu" Miranti pergi meninggalkan Andika dan Tasya tanpa melepas senyumannya.


Miranti meletakkan satu cangkir teh di depan Andika. "Silahkan diminum tuan Andika"


"Dimana Ferdian? Bukannya tadi anda pergi memanggilnya?"


"Iya benar, sebentar lagi suami saya akan menyusul ke sini. Mohon di tunggu ya tuan"


"Baiklah, saya dan istri saya akan menunggu"


Sembari menunggu Ferdian Miranti terus berbicara segala macam hal, bahkan dia juga sesekali menceritakan tentang Raisa pada Andika dan membuat Andika kesal mendengar ocehan Miranti yang tidak mau berhenti.

__ADS_1


Berbeda dengan Andika yang memasang ekspresi wajah kesalnya, sedangkan Tasya memasang ekspresi wajah sedihnya karena saat Tasya melihat ke sekeliling rumahnya dia tiba-tiba terlintas wajah mamanya.


"Kamu kenapa? Apa kamu merasa tidak nyaman dengan perkataan Miranti?" Andika berbisik di telinga Tasya.


Saat Tasya baru akan menjawab pertanyaan Andika, dia melihat Ferdian datang dari arah tangga. Tasya yang melihat papanya berada tidak jauh di depannya langsung berlari dan memeluk papanya.


Ferdian yang juga sudah lama tidak bertemu dengan anaknya langsung membalas pelukan Tasya sembari tersenyum pada Andika, sedangkan Miranti menatap Tasya dengan sinis.


"Mama Miranti bilang tadi kamu dan nak Andika cari papa ya? Ada apa sayang?" Ferdian melepaskan pelukannya pada Tasya dan melihat wajah anaknya.


"Iya pah, Tasya dan mas Andika cari papa karena ada yang ingin kami berdua bicarakan sama papa"


"Begitu ya? Ya sudah, kalau begitu ayo kita duduk dulu biar lebih enak bicaranya" Ferdian memberikan senyumannya pada Tasya, sedangkan Tasya menjawab ajakan papanya dengan anggukan kepala.


Tasya kembali duduk di samping Andika dan Ferdian duduk di samping Miranti, tapi baru saja Andika ingin memulai pembicaraannya asisten rumah tangga Ferdian datang mengantarkan minuman untuk Tasya dan Andika jadinya mereka harus menunda sebentar pembicaraan mereka.


"Loh! Bibi kok bawain minum lagi? Tadi kan tante Miranti sudah membawakannya" Tasya melirik dua cangkir teh yang ada di hadapannya dan juga Andika.


"Maaf non Tasya bibi engga tau kalau nyonya sudah lebih dulu membuatkan minum untuk non dan tuan muda, soalnya tadi bibi di suruh nyonya untuk siapkan makanan untuk non Raisa dulu karena sebentar lagi non Raisa akan pulang non"


"Oh begitu ya bi? Ya udah bi, engga apa-apa nanti minumannya tetap aku minum kok. Makasih ya bi"


"Sama-sama non, kalau begitu saya permisi ke dapur lagi ya tuan nyonya" Ferdian mengangguk pelan dan asisten rumah tangganya langsung pergi dari hadapan mereka semua.


Ferdian langsung mempersilahkan Andika dan Tasya minum dan di saat Tasya ingin mengambil teh buatan Miranti, Andika melarangnya dan menggantinya dengan teh yang di buat asisten rumah tangga tadi karena Andika curiga kalau Miranti punya niat jahat juga terhadap Tasya.

__ADS_1


Walaupun Andika tidak mengatakan kecurigaannya itu, tapi Tasya sudah langsung mengerti apa yang ada di dalam pikiran Andika. Makanya dia langsung meminum teh yang di berikan Andika padanya, tanpa perlu bertanya apapun lagi.


__ADS_2