Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Kekesalan Tasya


__ADS_3

Saat ini Andika dan Tasya sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing, Andika yang sibuk dengan pekerjaan kantornya sembari duduk di sofa sedangkan Tasya sibuk memainkan ponselnya.


"Mas, apa pekerjaan kamu masih banyak?" Tasya meletakkan ponselnya di pangkuannya.


Andika langsung menghentikan kegiatannya dan menoleh ke arah Tasya. "Tidak begitu banyak, hanya tinggal menyelesaikan beberapa lagi. Memangnya ada apa? Apa ada yang kamu inginkan sayang?"


"Eum, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu mas"


Andika langsung meletakkan laptopnya di atas sofa dan berjalan menghampiri Tasya, agar dia bisa langsung mendengarkan apa yang istrinya ingin bicarakan padanya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan dengan mas?" Andika duduk di depan Tasya sembari mengusap surai rambut Tasya.


"Tentang papah mas, kita berdua kan belum kasih tau papah tentang kehamilan ku"

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu sekarang kita telfon papah kamu ya buat kasih tau kabar kehamilan kamu" Andika memberikan senyumnya sebentar pada Tasya.


Saat Andika sedang mencari nomor Ferdian, Tasya langsung menghentikannya dan membuat Andika langsung menoleh ke arah Tasya dan menatapnya dengan ekspresi wajah bingung.


Sebelum Andika membuka suaranya untuk bertanya, Tasya sudah lebih dulu memberitahu Andika apa yang dikatakan Rara padanya tadi siang.


"Jadi gimana caranya kita kasih tau papah sayang? Sedangkan mama dan kakak tiri mu itu selalu berada di sisi papah mu"


"Eum, gimana kalau kita ajak papah ketemuan? Tapi kamu yang telfon papah dan bilang kalau akan membahas kerjaan, supaya mama Miranti dan kak Raisa engga ikut mas"


"Kalau begitu aku engga setuju dengan cara itu dan kita harus mencari cara lain lagi" Andika menambahkan perkataannya dengan ekspresi wajah datarnya.


"Tapi mas, hanya cara itu yang bisa kita lakuin sekarang"

__ADS_1


"Masih banyak cara lain lagi yang bisa kita lakukan, dan tidak mengharuskan kamu keluar dari apartemen"


Andika bangun dari duduknya dan kembali ke sofa tempat dia menyelesaikan pekerjaannya tadi, sedangkan Tasya hanya memasang wajah cemberutnya karena dia kesal dengan Andika.


Sebenarnya Tasya sengaja membuat rencana untuk mengajak Andika bertemu dengan papahnya di luar supaya dia bisa menghirup udara segar lagi, tapi sayangnya rencana Tasya tidak berjalan sesuai harapannya.


"Bagaimana kalau kita minta papah kamu datang ke sini saja, jadi kamu bisa bertemu papah mu tanpa harus keluar dari kamar" Andika menoleh kembali ke arah Tasya.


"Terserah kamu ajalah mas! Aku udah capek, aku juga bosan terus berada di dalam kamar sepanjang hari mas. Aku tau kamu khawatir dengan ku dan anak kita, tapi apa harus menjadikan aku tahanan seperti ini?" Tasya memasang ekspresi wajah kesalnya.


"Udahlah lebih baik aku tidur saja, karena percuma aku membujuk kamu. Kamu pasti tidak akan mengubah keputusan mu dan mengizinkan aku keluar, walaupun hanya sebentar saja kan" Tasya menambahkan perkataannya dan langsung merebahkan badannya.


"Oh iya, mas Andika kan janji mau kasih kejutan untuk ku. Kira-kira apa ya kejutannya? Aku mau tanya sekarang tapi aku kan lagi kesal dengan mas Andika, besok sajalah baru ku tanyakan siapa tau itu bisa jadi cara baru untuk aku bisa menikmati udara di luar" ucap Tasya dalam hatinya dan langsung memejamkan matanya.

__ADS_1


Walaupun penasaran Tasya tetap berusaha untuk tidak bertanya pada Andika bahkan sampai dia tertidur, karena dia ingin Andika merenungkan perkataannya tadi dan siapa tau akan membuat Andika berubah pikiran dan mengizinkan Tasya keluar walaupun hanya beberapa menit saja.


Melihat Tasya yang sudah tidak bersuara lagi Andika langsung bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Tasya untuk memastikan apakah Tasya sudah benar-benar tertidur atau belum? Saat melihat Tasya sudah tertidur pulas Andika menyelimuti Tasya dan mencium keningnya, setelah itu Andika keluar dari kamar untuk menjernihkan pikirannya dan memikirkan kembali perkataan Tasya.


__ADS_2