Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Datang Menemui


__ADS_3

Setelah pergi meninggalkan Salsa begitu saja, saat ini Tasya sudah berada di dalam taksi online yang tadi dia pesan sembari berjalan menuju lobby apartemen. Tasya memang sedang menuju ke restoran untuk bekerja, tapi pikirannya terus terganggu oleh Andika yang belum dia lihat sampai sekarang.


Di tengah kemacetan Tasya terus melamun dan melihat mobil-mobil yang berjalan perlahan untuk menunggu gilirannya berjalan dari dalam taksi, sampai akhirnya Tasya mengeluarkan ponselnya untuk melihat apa Andika ada menghubunginya atau tidak.


"Sudah dua hari aku engga ketemu mas Dika di rumah dan mas Dika juga engga ada hubungi aku sama sekali, padahal aku sudah benar-benar merindukannya. Apa aku pergi ke kantornya saja ya? Biar aku bisa ketemu mas Dika dan nanti sekalian aku ajak mas Dika sarapan bareng di kafe dekat kantor mas Dika" ucap Tasya dalam hatinya sembari memandang layar ponselnya yang berada foto mereka berdua di sana.


Setelah Tasya yakin dengan keputusannya, dia langsung meminta supir taksinya untuk putar balik dan memberitahu kalau dia mengganti alamat yang akan di tuju olehnya. Sebelum Tasya sampai di depan gedung perusahaan Andika, dia mencoba menelpon Andika terlebih dahulu untuk memberitahu kalau dia akan datang menemuinya.


Sudah lebih dari tiga kali Tasya menelpon Andika, tapi sayangnya satu panggilan telpon darinya tidak ada yang dijawab oleh Andika. Akhirnya Tasya memutuskan untuk berhenti menelpon dan memberitahu Andika, karena Tasya berpikir kalau hari ini dia bisa sekalian kasih kejutan untuk Andika.


Taksi yang membawa Tasya baru saja sampai di depan gedung perusahaan Andika, Tasya langsung turun dan membayar taksinya dengan terburu-buru agar dia bisa secepatnya masuk ke dalam gedung itu dan bertemu dengan suaminya. Tapi setelah sampai di ruangan Andika, Tasya melihat orang lain yang duduk di kursi sekertaris Andika.


"Apa pak Andika ada di dalam ruangannya?" Tasya langsung bertanya pada orang itu karena dia tidak mau membuang waktunya.


"Pak Andika ada di dalam ruangannya bu, beliau baru saja selesai rapat" Laras memberikan senyumannya pada Tasya.


"Baik kalau begitu terima kasih ya, tapi ngomong-ngomong kamu siapa ya? Kenapa kamu duduk di sini? Dimana Tya?"


"Saya sekertaris baru di sini bu, nama saya Laras dan saya baru dua hari kerja di sini untuk menggantikan Tya yang kebetulan mengundurkan diri bu"


"Oh begitu ya, kalau gitu kamu lanjutkan pekerjaan kamu saja. Saya akan menemui pak Andika" Tasya memberikan senyumnya dan melangkahkan kakinya untuk mendekati ruangan Andika.

__ADS_1


Saat Tasya sudah tinggal selangkah lagi untuk mencapai kenop pintu ruangan Andika dan bersiap untuk membuka pintu ruangan itu, Laras tiba-tiba berdiri di depannya dan membuat Tasya terpaksa berhenti karena Laras menghalangi jalannya.


Tasya langsung menatap Laras dengan ekspresi wajah bingungnya sembari melipat kedua tangannya di depan dadanya. "Kenapa kamu berdiri di sana dan menghalangi jalan saya? Saya ini ingin bertemu dengan pak Andika, jadi kamu tolong minggir dari sana sekarang juga ya!"


"Maaf Bu, apa sebelumnya anda sudah membuat janji dengan pak Andika?"


"Apa harus pakai janji dulu untuk bertemu dengannya?" Laras mengangguk pelan.


"Saya belum ada janji dengannya, tapi saya ini....."


Tasya belum sempat menyelesaikan perkataannya, tapi Laras sudah lebih dulu memotongnya. "Kalau begitu anda harus membuat janji terlebih dahulu dan tidak bisa menemui pak Andika sekarang bu"


"Saya tidak perlu membuat janji terlebih dahulu, karena saya istri pak Andika. Jadi sekali lagi kamu halangi saya masuk, saya akan laporkan kamu pada suami saya"


Saat Tasya masuk ke dalam ruangan itu Andika sedang membaca berkas yang sedang di pegangnya, sampai akhir dia menutup map itu karena Tasya menghampirinya sembari menggerutu.


"Maafkan saya pak, ibu ini memaksa masuk ke ruangan anda dan mengaku sebagai istri saya" Laras yang baru saja menyusul Tasya masuk ke dalam ruangan Andika langsung membuka suaranya dan membungkukkan badannya untuk meminta maaf pada Andika.


"Tidak masalah, kamu bisa lanjutkan pekerjaan kamu saja. Karena dia memang istri saya"


"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu pak" Laras langsung keluar dari ruangan itu saat Andika sudah menjawab dengan anggukan kepalanya.

__ADS_1


Setelah Laras tidak ada Andika langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Tasya yang masih kesal dengan perlakuan Laras, karena dia harus menghadapi hal yang sama seperti itu untuk kedua kalinya.


"Ada apa kamu ke sini? Bahkan kamu tidak memberitahu ku terlebih dahulu" Andika berdiri dihadapan Tasya dengan memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana.


"Aku sudah menelpon mu berkali-kali mas, tapi engga kamu jawab juga dan aku ke sini tuh karena mau ketemu sama kamu mas"


"Kenapa kamu ingin bertemu dengan ku secara tiba-tiba seperti ini?"


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu mas, dan lagi aku ini istri mu kenapa kamu pertanyakan kalau aku ingin menemui mu?"


"Aku sedang banyak pekerjaan, jadi bicaranya nanti saja di rumah dan berhubung sekarang kamu sudah bertemu dengan ku. Jadi lebih sekarang kamu pulang ya, karena masih banyak pekerjaan yang harus aku urus" Andika memegang kedua bahu Tasya sembari tersenyum tipis.


"Tapi mas, aku kan baru sampai dan lelahku juga masih terasa masa kamu udah suruh aku buat pergi lagi sih"


"Kalau begitu kamu istirahat lah dulu sebentar di sini, setelah lelah mu itu hilang kembalilah ke apartemen atau berjalan-jalan dengan Tata dan Salsa ke mall"


Setelah mengatakan itu Andika kembali ke mejanya dan melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Tasya duduk di sofa yang berada di dekatnya sembari memasang ekspresi wajah kesalnya.


...****************...


Saat ini Tasya sudah melanjutkan perjalannya lagi menuju ke restoran, walaupun perasaan hatinya sedang tidak baik karena perlakuan Andika dan Laras yang sangat menyebalkan. Tapi Tasya tetap memaksa diri untuk bekerja, karena kalau dia mendengarkan perkataan Andika untuk pulang ke apartemen itu hanya akan membuat suasana hatinya memburuk.

__ADS_1


Setelah sampai di restoran Tasya langsung masuk ke dapur dengan wajah masamnya dan itu membuat Rara yang melihatnya langsung mengetahui kalau suasana hati sahabatnya sedang tidak baik-baik saja, makanya dia memberitahu yang lain untuk tidak membuat kesalahan yang memancing amarah Tasya dan mengulang kejadian beberapa bulan lalu.


Bukan hanya teman-teman yang lain yang takut mendekati Tasya, tapi Rara yang sahabatnya dan bisa dibilang sangat dekat dengan Tasya juga sedikit ragu untuk mendekati dan mengajaknya berbicara karena Tasya terlihat sedang melampiaskan kekesalannya dengan cara dia memotong sayuran tidak seperti biasanya.


__ADS_2