Mencintaimu Tanpa Karena

Mencintaimu Tanpa Karena
Rencana


__ADS_3

Setelah pembicaraan Tasya dan Andika semalam, akhirnya tadi pagi Andika bisa sarapan di apartemen lagi bersama dengan Tasya. Karena sudah satu minggu Andika bersikap cuek terhadap Tasya dan dia selalu pergi dan pulang dari kantor saat Tasya tertidur, bahkan dia juga tidak memakan masakan Tasya sama sekali.


Sejak sarapan sampai sekarang Andika di perjalanan menuju ke kantor, ekspresi wajah Andika yang biasanya selalu dingin dan memberikan tatapan tajam. Tapi kali ini sedikit tenang dan sesekali dia tersenyum tipis sembari melihat ke luar jendela mobil, awalnya Mario sudah bisa ikut tenang melihat Andika kembali seperti biasa lagi.


Beberapa menit kemudian Andika mendapatkan pesan di ponselnya dan saat membaca pesan itu ekspresi wajah Andika langsung berubah kembali, bahkan sampai mereka berada di parkiran kantor ekspresi wajah Andika masih belum berubah lagi dan itu membuat Mario kembali tidak bisa tenang kembali.


Mario yang awalnya sudah ingin turun dan membukakan pintu untuk Andika, seketika Andika menahan Mario dan memberikan perintah yang harus segera dia lakukan. Setelah Andika menyelesaikan perkataannya


"Kamu sudah paham kan, apa yang harus kamu lakukan?"


"Iya sudah tuan"


"Kalau begitu, kamu bisa langsung pergi sekarang" Mario langsung mengangguk pelan, sedangkan Andika langsung membuka pintu mobil sendiri dan turun dari dalam mobilnya.


Mario yang melihat Andika melakukan itu sendiri merasa tidak enak, tapi dia tidak berani membantah Andika di saat suasana hati Andika sedang tidak baik. Jadi dia harus menuruti semua perkataan Andika, dan menyelesaikan perintahnya dengan baik.


Setelah Mario pergi meninggalkan parkiran kantor Andika langsung masuk ke dalam gedung perusahaan sembari menelpon seseorang yang juga dia percaya. Walaupun dia tidak terlalu percaya seperti dengan Mario, tapi setidaknya dia bisa sedikit percaya karena pekerjaan orang itu yang juga tidak kalah bagus dari Mario.


...****************...


Saat ini Mario sudah berada di unit apartemen Mario dan berdiri di hadapan Tasya sembari menundukkan kepalanya. "Permisi nyonya, saya diminta tuan untuk menjemput anda"


"Menjemput saya? Kenapa tiba-tiba sekali? Padahal tadi pagi mas Andika tidak bilang apa-apa pada saya, memangnya mas Andika mau membawa saya pergi kemana? Terus juga kenapa bukan mas Andika saja yang menjemput saya?"


"Saya juga tidak tau kenapa tuan Andika tidak menjemput anda langsung nyonya, tadi tuan hanya meminta saya untuk menjemput anda dan mengantarkan ke alamat yang sudah tuan kirimkan pada saya"


"Begitu ya? Ya sudah, kalau begitu kamu tunggu sebentar ya! Saya akan ganti baju dulu" Tasya langsung bangun dari duduknya.


"Baik nyonya, saya akan menunggu anda di sini"

__ADS_1


Tasya hanya menganggukkan kepala dan langsung pergi ke dalam kamar untuk berganti pakaian, setelah Tasya masuk ke dalam kamarnya Salsa menghampiri Mario untuk membawakan minum.


"Silahkan diminum mas Mario" Salsa meletakkan secangkir teh di hadapan Mario.


"Iya terima kasih" Mario menjawab dengan ekspresi wajah datarnya, sedangkan Salsa hanya menjawab dengan anggukan pelan kepalanya dan langsung pergi dari hadapan Mario.


Selang beberapa menit saat Mario sedang menikmati tehnya Tasya keluar dari kamarnya dengan celana jeans biru dan kemeja hitam, Tasya sengaja memilih pakaian yang biasa saja karena dia belum tau kemana dia akan pergi.


Mario yang melihat Tasya sudah berdiri di dekat sofa langsung mengajak Tasya untuk segera berangkat, berhubung Tasya juga sudah penasaran dengan tujuannya akhirnya dia langsung mengiyakan ajakan Mario.


Bukan hanya Tasya dan Mario saja yang sudah dalam perjalanan, tapi Andika juga sudah di jalan menuju ke tempat tujuannya. Tapi tanpa di duga-duga Andika mendapat chat dari Laras, saat melihat notifikasi di ponselnya awalnya Andika malas untuk membukanya. Tapi Laras terus-menerus mengiriminya pesan dan itu sangat mengganggunya, jadi mau tidak mau Andika terpaksa membukanya.


Isi pesan Laras dan Andika....


Laras: Pak Andika, apa anda mengumpulkan semua para pekerja untuk mengumumkan sesuatu?


Andika: Iya


Andika: Saya ingin cari suasana baru


Laras: Oh begitu ya pak? Apa bapak juga akan memberikan jawaban untuk tawaran saya kemarin di sana pak?


Membaca pesan balasan dari Laras membuat Andika langsung terdiam dan mengabaikan pesan Laras selama beberapa menit, dan sampai akhirnya Andika menghela nafasnya sebelum dia mengirimkan pesan balasan untuk Laras.


Andika: Iya, saya akan memberikan jawabannya di sana.


Laras: Baiklah pak, kalau begitu saya akan menunggu anda sampai tiba di tempat pertemuan.


Andika hanya membaca pesannya saja dan tidak ada niat untuk membalas pesan Laras yang terakhir, tapi walau begitu Laras tetap senang karena menurutnya kemenangan ada di depan mata dan Andika pasti akan menerima tawarannya.

__ADS_1


...----------------...


Setelah sejam di perjalanan Andika akhirnya sampai dan dia berpikir kalau dia yang lebih dulu berada di sana sebelum Tasya dan yang lainnya sampai, tapi ternyata pikiran Andika salah dan di tempat itu sudah ada Laras yang terlebih dulu datang.


Andika sebenarnya sudah malas berhadapan dengan Laras dan apalagi hanya berdua saja seperti itu, tapi mau bagaimana lagi? Saat Andika baru akan pergi dari sana dan akan menunggu yang lainnya di tempat yang berbeda, Laras langsung memanggil Andika dan membuatnya menghentikan langkah Andika sebelum Andika sempat melangkah satu kaki pun.


"Pak Andika, anda mau kemana? Bukankah ini waktu yang tepat untuk memberikan jawaban itu? Berhubung yang lain belum berdatangan" Laras memegang lengan tangan Andika.


Andika langsung menjauhkan tangannya dari Laras dan menatap tajam ke arahnya. Jaga sikap mu Laras!"


"Kenapa? Bukankah sebentar lagi kita akan menikah pak?"


"Siapa yang bilang seperti itu? Apa saya pernah bilang itu dengan mu?" Laras langsung menggeleng pelan sembari menundukkan kepalanya.


"Kalau begitu kamu engga bisa seenaknya bilang seperti itu, karena kalau sampai di dengan istri saya akan jadi masalah besar. paham kamu?" Andika meninggikan nada bicaranya, sedangkan Laras hanya mengangguk pelan sebagai jawabannya.


Saat Tasya dan Mario yang baru sampai langsung melihat Andika seperti sedang memarahi Laras dan itu membuat mereka berdua bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di sana antara Andika dan Laras.


Belum sempat Tasya tanyakan ada permasalahan apa diantara mereka berdua, semua pekerja Andika sudah berdatangan dan memenuhi ruangan restoran.


Andika yang melihat hal itu langsung berbisik pada Laras. "Apa kamu masih ingin mengetahui jawabannya?"


Laras hanya diam saja karena dia sudah tau maksud dan arah tujuan Andika kemana, hal itu membuat Laras berpikir kalau dia mengiyakan pertanyaan Andika pastinya dia akan di permalukan di depan semua orang dan kalau dia menolak pasti hal itu juga akan tetap terjadi karena sepertinya Andika sudah marah besar pada Laras.


"Semuanya tolong perhatian sebentar ke sini!" Andika melihat semua yang ada di sana termasuk istrinya dan membalikkan badan Laras untuk ikut menghadap ke arah teman-teman di kantornya.


Setelah mereka semua diam untuk mendengarkan Andika berbicara, Andika langsung menceritakan semua yang Laras katakan padanya dan membuat semua orang terkejut tidak terkecuali dengan Tasya.


"Saat ini saya akan menjawab tawaran dari Laras ini di depan kalian semua, dan jawaban saya adalah....." Andika melihat ke arah Tasya terlebih dahulu sebelum dia menjawabnya.

__ADS_1


__ADS_2