
Tasya dan Andika yang baru saja tiba di bandara, langsung menghampiri Mario yang sudah berada di sana lebih dulu untuk menjemput mereka berdua sembari berdiri di dekat mobil kantor yang biasa dia gunakan.
Andika meminta Mario untuk mengantar Tasya terlebih dahulu sebelum Mario mengantar dirinya untuk pergi lagi ke suatu tempat, karena Andika sudah ada janji dengan seseorang.
Awalnya Tasya meminta untuk ikut dengan Andika saja, karena dia tidak ingin membuat Mario menjadi bolak-balik kalau harus mengantarnya terlebih dahulu. Tapi sayangnya Andika melarangnya karena ada sesuatu yang tidak boleh Tasya tau.
"Memangnya kamu mau kemana sih mas? Kenapa kamu melarang aku ikut?"
"Bukannya melarang, tapi aku hanya engga mau kalau nanti kamu kelelahan. Jadi kamu istirahat saja ya, atau nanti kamu bisa main dengan Tata" Andika mengusap surai rambut Tasya sembari memberikan senyumannya.
"Eum, ya udah deh mas kalau gitu. Aku akan tunggu di rumah saja, tapi kamu jangan lama-lama ya perginya"
__ADS_1
"Iya sayang, setelah semuanya selesai mas pasti akan langsung pulang ya" Tasya langsung menganggukkan kepalanya.
Tidak lama setelah Andika berhasil membujuk Tasya untuk menunggunya di apartemen, Mario memberhentikan mobilnya tepar di depan gedung apartemen dan Andika juga langsung berpamitan dengan Tasya sebelum Tasya turun dari mobil.
Setelah Tasya turun dari dalam mobil, Mario langsung melajukan kembali mobil itu dan meninggalkan Tasya yang masih berdiri di samping mobil atas perintah Andika. Saat mobil Andika sudah mulai menjauh, Tasya langsung menaiki taksi di depan apartemen setelah orang yang berada di dalamnya turun.
Sebenarnya Tasya tidak ingin mengikuti Andika secara diam-diam seperti itu, karena kalau Andika sampai tau takutnya Andika malah menyangka Tasya tidak percaya dengannya. Tapi berhubung dalam diri Tasya ada sedikit kecurigaan terhadap Andika, jadi mau tidak mau dia harus mengikuti Andika.
"Tuan, kenapa anda tidak membawa nyonya Tasya ikut bersama dengan anda saja? Bukankah saat ini anda ingin bertemu dengan tuan Ferdian?" Andika melihat Andika dari kaca spion di depannya.
"Iya benar, saya memang ingin bertemu dengannya. Tapi ada hal yang saya ingin bicarakan dengannya juga, makanya saya tidak membawa Tasya bersama saya"
__ADS_1
"Begitu ya tuan? Baiklah, maaf kalau saya lancang sudah menanyakan hal ini pada anda"
"Tidak masalah, saya juga mengerti kenapa kamu menanyakan hal itu. Jadi sekarang kamu fokus saja menyetir, supaya tidak kita bisa cepat sampai di sana"
"Baik tuan" Mario langsung kembali memfokuskan dirinya untuk menyetir.
Setengah jam Tasya mengikuti Andika dan akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan tanpa sepengetahuan Andika dan saat Andika turun dari dalam mobil Tasya tidak langsung ikut turun, melainkan dia menunggu sampai Andika masuk ke dalam restoran.
Setelah merasa aman Tasya akhirnya turun dan berjalan ke dalam restoran sembari mengendap-endap dan melihat ke sekelilingnya untuk memastikan kalau Andika ataupun Mario tidak melihatnya, saat masuk ke dalam Tasya langsung mencari dan duduk di meja yang tidak jauh dari Andika.
"Papa! Kenapa mas Andika dan bisa ada di sini bersamaan? Apa ini hanya kebetulan saja mereka bertemu di sini? Atau emang papa orang yang tadi mas Andika ingin temui?"
__ADS_1
Tasya bermonolog sendiri sembari menutupi wajahnya dengan buku menu, Tasya benar-benar terkejut saat melihat papanya bisa bersama dengan Andika dan bahkan dia sempat membulatkan matanya.