
Sisi memesan ojol,setelah sampai ke tempat yang dituju,ia turun dan memberikan ongkos."makasih ya bang"
"sama-sam neng,jangan lupa kasih bintang lima ya neng"pinta sang driver ojol.
"iya bang"
sebelum sampai gerbang ia berhenti sejenak."Semangat"bathinya.ia berjalan sendiri di koridor sekolah.ia hanya menunduk.
setelah melewati beberapa kelas,ia mendengar seseorang berbicara keras.
"hari gini masih pakek ojol,uh kesian"
bukan suara Tyo,tapi temennya.
Sisi tidak memperdulikan mereka,ia terus saja berjalan menuju kelasnya."uh...ia menghela nafas."emang kenapa kalo naik ojol,toh kita berbagi rezeki sama abang ojol.gumamnya bingung dengan pemikiran orang-orang seperti tadi.yang ia rasa terlalu merendahkan pekerjaan orang lain.
"Woi Si!! pagi-pagi udah ngelamun,ntar kesambet Lo" seru Rani.Sisi hanya tersenyum.
"Lo,naik ojol ya,Si?"itu anak-anak diluar pada ngomongin Lo.emang Lo gak dianter supir Lo,atau gak bawa motor,gitu?"tanya Rani tanpa jeda.yang lain hanya nyimak.
__ADS_1
Sisi mengernyitkan dahinya,tak percaya akan pertanyaan sang teman yang baru dikenalnya kemarin.
"emang salah ya,kalo kita naik ojol?"
"ya jelas salah donk..kita-kita yang sekolah disini ini anak orang kaya,gak level lah naik ojol.bukan level kita lagi"timpal Desi.
"oh".hanya itu yang keluar dari mulutnya. "ya udah...oh ya hari ini ada tugas gak,PR..gitu?tanyanya,mencoba mengalihkan obrolan mereka soal kasta yang menurutnya tak ada faedahnya sama sekali.
"Lo tenang aja mana berani guru disini kasih kita PR,kita hanya belajar disekolah.kalo udah diluar mah bebas.bokap gue salah satu pemilik sekolah ini"jawab Rani dengan entengnya.
"sekolah apaan ni,masa' guru harus nurut perintah muridnya"bathinya.
bel tanda mulainya pelajaran pun tiba.
"anak-anak kerjakan halaman 231"sang guru memberikan soal latihan"
Sisi maju kekelas "maaf bu,saya belum mempunyai buku paketnya?Sisi menjelaskan
"oh kamu ke perpus,ya"sambil memberikan secarik kerta,"kasihkan saja ini ke penjaga perpus,nanti dia akan bantu kamu mencarikan buku ini"sambil menunjuk secarik kertas yang ia tulis.
__ADS_1
baiklah bu" ia pun bergegas ke perpus.karna ia masih anak baru jadi ia belum paham ke mana arah perpus.ia hanya mengikuti tanda panah yang ditempel ditiang-tiang sekolah.
akhirnya" setelah mendapatkan yang dicari ia pun bergegas,setengah berlari.karn takut jam pelajaran selesai.
*Brugg......
aww" ia meringis memegang dahinya.
Lo lagi,hah?"seru Tyo sambil mencengkram dagunya kuat.Sisi hanya meringis kesakitan.
Lo,sengaja nabrak gue? empett gue liat Lo,dasar cupu" serunya lagi
"nggak...nggak aku gak sengaja,aku gak liat kamu lewat"Sisi bicara sambil menundukkan kepala.
"alesan Lo, siapa sih nama Lo?"seraya mencoba menyampirkan hijab yang Sisi kenakan untuk melihat tag namanya.langsung ditepis cepat oleh Sisi.
"aku Sisi"sengaja menyebutkan tanpa nama panjangnya.ia ingin melihat bagaimana Tyo akan mengenalinya atau tidak.
"dasar orang kampung Lo..tau gak sih,Lo itu cupu dandan kayak gini,apaan ni?"menyentuh hijab yang Sisi kenakan."sok alim lo.pergi Lo buruan sana,eneg gue lama-lama liat Lo."serunya lagi.tanpa menjawab omongan Tyo,Sisi berlalu dari hadapan laki -laki yang pernah menjadi teman kecilnya itu.
__ADS_1