
hari berganti hari,minggu berganti minggu,bulan pun semakin berganti.sampek detik ini pun Tyo terus mencari keberadaan teman kecilnya,Imel. "kamu dimana sih,Mel.katanya kamu dikota tapi kok susah sekali mencari keberadaan kamu.kamu pasti sendiri dikota ini"ucapnya lirih"
tak terasa kandungan Sisi pun bertambah semakin besar sudah memasuki usia lima bulan.seiring berjalannya waktu usaha kuenya pun semakin maju,sekarang ia mempunyai dua orang asisten untuk membantunya mengurus toko kuenya.Banyak cemo'ohan orang-orang sekitarnya,perihal kehamilan yang ia alami.kehamilan tanpa ada suami.sakit pasti yang Sisi rasakan,hanya hidup harus terus berjalan.yang terpenting saat ini kandungannya sehat,ia akan menjaga dengan baik kandungannya ini.karna anak inilah yang akan menemani hari-harinya nanti.
"Mbak Sisi,kita boleh nanya nggak?,tapi mbak Sisi janji jangan marah ya?" tanya Mia,salah satu karyawannya.
"mau tanya apa?"sambil tersenyum ia menjawab pertanyaan karyawannya.
"mbak Sisi udah nikah ya,tapi kok kita nggak pernah liat suami mbak"
"hemm,duh perhatian banget sih karyawan saya ini."sambil tersenyum.
"saya belum menikah"lanjutnya.dua karyawannya mengernyitkan dahi.
__ADS_1
"saya ini korban pemerkosaan"lanjutnya sambil mengelus perut yang sedikit menonjol. sedangkan karyawannya melongo mendengar apa yang diceritakan bos mereka.
"kenapa mbak nggak laporin kepolisi? tanya Risa karyawannya satu lagi.ini pemerkosaan loh mbak,pasti mbak tertekan sekali,apalagi mbak bisa hamil.pasti banyak orang-orang diluar sana yang membuly mbak"lanjutnya lagi.
"bukannya nggak mau ngelaporin,Ris.tapi orang yang memperkosa saya...."sambil menghela napas."orang tuanya salah satu orang yang mempunyai kekuasaan dikota ini.dan lagi dia itu temen saya waktu kecil.tapi dia tidak mengingat saya"lanjut Sisi.
"pasti banyak kan yang ngebuly mbak"tanya Mia.
Sisi mencoba mengingat bagaimana ia dibuly ibu-ibu dimana ia tinggal.
ia ya jeng,kok bisa yah?pergaulan bebas mah itu.pakaian nggak salah-salah eh tingkah lakunya ampun dah.amit-amit ya jeng,jangan sampek kena dianak kita."lanjut ibu yang lain.
he'e."jawab ibu tadi
__ADS_1
lalu ia pun mendekati ibu-ibu yang sedang membicaraknnya
"maaf ya ibu-ibu,sebenarnya saya ini korban pemerkosaan.saya sudah mencoba meminta pertanggung jawaban dari orang yang memperkosa saya,tapi dia tidak mau bertanggung jawab,malahan dia ingin saya menggugurkan kandungan saya ini."ia mencoba menceritakan apa yang ia alami.
saya ini sebenarnya malu dengan apa yang saya alami,tapi saya tidak bisa berbuat banyak,karna saya ini seorang diri di kota ini.kedua orang tua saya sudah meninggal beberapa bulan yang lalu.jadi saya mohon ibu -ibu bisa menerima saya"ia kembali berucap.
ibu-ibu itu merasa kasihan melihat Sisi yang ternyata korban pemerkosaan.
ya udah,semoga saja kamu tegar menghadapi apa yang saat ini terjadi dengan kamu.maaf kalo kami sudah membicarakan yang tidak kami ketahui tentang kamu."salah satu dari ibu-ibu itu menimpali.
maaf ya Si,kamu yang sabar ya,"lanjut ibu yang lain.setelah itu mereka pulang*
"haaa..mengehembuskan nafas kasar.ia tersenyum. "udah,ayo kembali kerja,tu ada pembeli."ujarnya kepada dua karyawannya.
__ADS_1
karyawannya pun bergegas melayani pembeli yang datang.