Mencoba Tegar

Mencoba Tegar
bab 54


__ADS_3

Sisi tidak menyangka sejauh ini,bahwa Saka tega melakukan semua itu pada dirinya.Sisi merasa selama ini ia tidak pernah menyakiti laki laki manapun,tetapi mengapa ia selalu dilecehkan.Sungguh berat penderitaan yang ia hadapi.Ia mencoba lari dari mimpi buruk menjauhi kota yang telah memberikan ia hinaan,ia berharap dikota ini ia mendapatkan perlindungan.ternyata disini ia pun mendapatkan perlakuan yang sama.Beban pikirannya belum teratasi karena kedatangan Tyo,ditambah lagi dengan perlakuan Saka.


Semalam sebelum terpejam,Shakeel mengutarakan keinginannya masuk pondok pesantren,sungguh Sisi terharu anak sekecil ini sudah mempunyai pikiran untuk memperdalam ilmu agama.Tapi ia sedih apabila harus berpisah dari putera satu satunya ini.Alasan Shakeel ingin belajar agama,supaya bundanya tidak cemas meninggalkan Shakeel sendirian apabila ditinggal bekerja,yang pasti dipondok itu aman.Entah dapat dari mana ia kata kata itu.Sisi tidak mengiyakan tidak juga menolak keinginan puteranya,ia hanya tersenyum dan berkata nanti kita pikirkan lagi ya.begitulah.


****


Sisi memasuki cafe ia tersenyum ramah seperti biasanya.Ia bukanlah orang yang pemarah.Karyawannya menyambut sapaannya dengan penuh hangat,hati mereka lega ternyata bosnya tidak mengungkit kejadian kemarin malam.


Sisi masuk keruangan dan melihat berkas yang dimintanya,untuk memutuskan kerjasamanya dengan perusahaan Saka.Setelah ia melihat berkasnya cukup,ia segera berdiri dan melangkah keluar


"saya mau keluar sebentar"ucapnya pada salah satu karywan yang berada dimeja kasir.


"baik,bu" jawabnya menganggukan kepala.


***

__ADS_1


Sisi sampai didepan gedung tinggi menjulang.Ia menghela nafasnya kasar,sungguh sebenarnya ia tidak ingin lagi menginjakkan kakinya kekantor ini lagi.Tapi ini yang terakhir kali.


Dimeja resepsionist tampak dua wanita tersenyum kepadanya.


"ada yang bisa kami bantu,ibu Sisi? tanya salah satu dari mereka.Mereka sudah mengenal Sisi,karena Sisi sudah beberapa kali datang kekantor ini.


Sisi tersenyum "saya mau bertemu dengan atasan kalian"jawabnya.Rasanya malas untuk menyebut nama Saka


"silahkan langsung keatas saja"ucpanya lagi seraya mempersilahkan dengan menggunakan tangannya.


Sisi masuk,dan melihat adegan dimana Saka menerima perlakuan manja Angel.Saka terkejut ia langsung menepiskan tangan Angel,dan berdiri.


"Si....duduk" ucap Saka terbata.


Angel tampak manyun melihat Saka menepiskan tangannya.

__ADS_1


"argghhhh....bodoh,kenapa ia tidak memberitau dulu kepada sekretarisnya,apabila Sisi datang suruh menunggu jadi dia tidak melihatnya bersama Angel"Batinnya.Saka tampak gugup.


"Hai...."Sisi menyapa Angel.


"Hai...."Angel membalas.


mereka tak banyak bicara,karena memang Sisi baru melihatnya satu kali sekaligus berkenalan,itu pun dirumah sakit,setelah ia selesai melahirkan Shakeel.


"Duduk,Si..." Saka menawarkan.


Sisi tidak menjawab,tapi ia melakukan dengan tindakan ia duduk disofa yang berada didalam kantor Saka.


Lalu Saka menghampiri,perasaannya tak karuan,ia tau Sisi datang kemari untuk memutuskan kerja sama dengannya.Kalau saja Angel tidak datang,mungkin ia akan berlutut memohon permohonan maaf atas tindakanya pada Sisi semalam.


"Disini saya hanya ingin menulis pemikiran saya,tidak mengharapkan apapun.Terima kasih sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca tulisan saya"

__ADS_1


__ADS_2