
Sisi membuatkan dua gelas teh,untuk Saka dan Radit,asistennya yang selalu ikut kemanapun Saka pergi.ia mengeluarkan cake buatannya untuk teman minum teh.
"emm..enak"ucap Saka,sambil terus mengunyah cake.sudah beberapa potong cake yang ia habiskan,sedangkan Radit baru satu potong.
"ini orang laper,atau emang doyan,sih"bathinnya,seraya mengawasi Saka.yang diawasi semakin jadi.
"ini kamu bikin sendiri"ucapnya sambil terus memasukkan potongan kue kedalam mulutnya.Sisi hanya menganggukkan kepala,malas.
"enak kan,Dit"tanyanya pada Radit.
"iya,Pak" jawabnya seraya menganggukkan kepala."memang enak,pantes aja bosnya lahap bener"pikirnya.
"gimana kalo kita kerja sama aja"tawar Saka
"maksudnya?"jawab Sisi
"iya ...kita kerja sama,cake buatan kamu enak,kita bisa memesan cake kamu untuk karyawan saya setiap harinya.untuk acara-acara kantor,misalnya.ucapnya.ia sengaja menawarkan kerja sama ini untuk membantu Sisi.karena yang ia tahu,ia hidup sendiri dikota ini,dan ia harus membiayai kehidupannya.bisa saja sih Saka membantunya secara langsung,memberinya uang misalnya,hanya sepertinya Sisi bukanlah tipikal perempuan matre.
"saya akan pesan setiap harinya,200 kotak,untuk saya bagikan kepada karyawan saya.
__ADS_1
Sisi seakan tak percaya ia menutup mulutnya karena sedikit syock apa yang ia dengar ini.ia baru saja mendapatkan rezeki.
"serius kamu?tanyanya lagi.dan Saka menganggukkan kepala cepat.
"oke,kita sepakat.kapan saya bisa mulai?
"besok....jadi juga"jawabnya cepat.akhirnya ia akan bisa terus melihat Sisi.
"deal"Sisi mengulurkan tangan.dan Saka hanya diam menautkan alisnya.
"ya..kita deal donk,kerja samanya."ucap Sisi lagi.
setelah beberapa lama.
"kamu nggak balik kekantor?tanyanya pada Saka,yang besok akan menjadi partnernya.
Saka melihat jam di pergelangan tangannya.
"nggak,lagian udah mau tutup juga kantornya,iya kan Dit"
__ADS_1
Radit yang ditanya gelagapan.
"eh...iya pak.seraya melihat kearah Sisi,dan menganggukkan kepalanya pelan.
"dasar bos gila,ngapain juga disini,buang waktunya saja,nggak tau apa kerjaan menumpuk gara-gara dia membatalkan semua jadwal,bikin gue susah aja"sungutnya dalam hati.
"ya...paling tidak pulang kek kerumah,ini sudah sore,Saka.menekankan kata yang terakhir.yang diajak bicara malah nyantai,sebel kan?
"nantilah,aku masih pengen ngobrol sama kamu"jawabnya sengaja memancing Sisi.
"terserah"ucap Sisi langsung berdiri dari duduknya.ia ingin sekali mandi,badannya lengket,gerah.lalu ia masuk kamar mengambil piyama berlengan panjang dan hijab instannya.lalu ia masuk kekamar mandi.
Saka hanya diam memperhatikan Sisi yang mondar-mandir berjalan didepannya.ia memang sengaja berlama-lama disini,kangen.ntah kenapa dari pertama melihat Sisi dibandara,ia sudah tertarik,awalnya ia tidak terlalu menginginkan Sisi karena ia pikir Sisi sudah bersuami,karena terlihat dari kehamilannya.tapi setelah ia mendengar cerita ibunya,tekadnya sudah bulat untuk mendapatkan Sisi,agar menjadi wanitanya ,tak perduli apapun kondisi Sisi saat ini.dan yang lebih penting ibunya sudah memberikan sinyal,merestuinya bersama Sisi.
setelah lima belas menit,Sisi keluar dari kamar mandinya,dengan keadaan yang jauh lebih segar.semua itu tak luput dari pandangan Saka.
"cantik,sempurna...."ucapanya pelan,namun masih terdengar samar oleh Sisi.
"apa, kamu liat apa?ucapnya tak suka.karena Saka terus memperhatikanya.
__ADS_1