Mencoba Tegar

Mencoba Tegar
bab 34


__ADS_3

Sisi sudah masuk kedalam ruangan operasi,ia akan menjalani operasi cesar.karena air ketubanya sudah habis,sedangkan tanda-tanda kelahiran belum tampak.


akhirnya disinilah dia ,sendiri.tak ada yang menemaninya dirumah sakit.ia begitu sedih disaat -saat bahagia seperti ini,tidak ada yang mendampingi.


setelah operasi selesai,ia sudah berada dikamar rawat inap ia dipertemukan dengan bayinya,laki-laki, ganteng mewarisi wajah ayahnya,Tyo.ia menghela nafas pelan.ia menangis,bahagia karena akhirnya ia tidak lagi sendiri didunia ini.rasa nyeri bekas operasi masih terasa,namun ia tahankan,ia tidak boleh mengeluh,karena anaknya butuh dirinya.


tiba-tiba seseorang datang.Sisi menoleh ketika terdengar pintu dibuka.


"kamu udah sehat"tanya seseorang karena melihatnya sudah bisa menggendong bayinya meskipun masih diatas tempat tidur.


"kamu sendiri? tanya Sisi,bingung biasanya selalu berdua.


"Saka ada kerjaan diluar kota" jawabnya berbohong,padahal saat ini Saka sedang berdua bersama Angel.asisten yang membantu Sisi dirumah adalah pelayan dirumah Saka,ketika ia menelepon Saka untuk memberitahukan bahwa Sisi akan melahirkan,tetapi nomornya selalu sibuk.akhirnya ia menelepon Radit,asisten Saka.dan disinilah Radit sekarang.


"aku bisa minta tolong nggak sama kamu.tolong adzani anak aku.ucapnya pelan dengan mimik memohon. siapapun lelaki yang melihat mimik wajah Sisi seperti ini pasti luluh,termasuk Radit.


"baik"jawabnya


"kamu mau makan apa?,nanti aku beliin."ucap Radit setelah selesai mengadzani putranya Sisi.

__ADS_1


"nggak usah,makasih"


"ya,udah nanti kalau kamu butuh apa-apa,kamu hubungi aku aja.mana ponsel kamu,nanti aku masukin nomor aku"ucapnya lagi.


Sisi mengambil ponselnya diatas nakas,dan memberikannya ke Radit.


Radit menatap ponsel Sisi dengan walpaper foto masa kecilnya bersma Tyo.


"udah aku masukin,aku duduk diluar ya.seraya memberikan kembali ponsel Sisi.


dan hanya dibalas anggukkan kepala oleh Sisi.


***


Saka terus melu**t bibir tipis Angel,mereka saling membalas,mana mungkin ia tak tergoda akan pesona wanita,apalagi wanita yang sangat ia rindukan.ia melu**t tanpa henti,setelah terlepas,ia menyusuri leher jenjang Angel mengecupnya lembut dan meninggalkan noda merah agak samar.tiba-tiba ponsel Saka berdering.tapi ia mengabaikannya.ponselnya terus berdering,Angel merasa terganggu matanya seolah mengatakan"angkat".dan Saka mengerti tatapan mata itu,lalu ia mengangkat telepon.sedangkan Angel masih pada posisinya.


"haaaloo" "ucap Saka.


"apa...!!!! jawabnya keras.

__ADS_1


Angel mengehentikan permainannya,karena teriakkan Saka menjawab telepon.


"dasar kampret,lagi ena-ena ngangkat telepon gue"umpat Radit.karena ia mendengar desahan Angel.


telepon terputus,lalu Saka memakai jasnya kembali,Angel bingung melihat Saka terburu-buru setelah mengangkat. telepon tadi.


"mau kemana? tanyanya.


"mau kerumah sakit"jawab Saka .


Angel menatap bingung."siapa yang sakit?,ibumu ?tanyanya lagi.


"temen" ucap Saka sambik memakai sepatunya.


"aku ikut ya.."ucapnya Angel seraya mengambil tas dan mencangkongnya.


Saka tak bisa menolaknya,akhirnya ia mengajak Angel kerumah sakit.


***

__ADS_1


didalam mobil Saka tak banyak bicara.ia merutuki dirinya yang begitu bodoh,padahal ia tau bahwa Sisi akan melahirkan dalam minggu ini,tapi ia malah asyik memadu kasih bersama Angel,dan melupakan Sisi.


__ADS_2