Mencoba Tegar

Mencoba Tegar
bab 59


__ADS_3

"Bun....da."terdengar suara seperti merintih.Semua mata tertuju kearah sumber suara.Dengan gerakan cepat meraka mendekati ranjang.Shakeel sadar,tatapannya bingung.Tampak dahinya mengernyit.Matanya menjelajahi satu satu orang yang berada didalam ruangan ini.Lalu tatapannya tertuju pada Sisi.


"Bunda"panggilnya tangannya bergerak.


"iya sayang,bunda disini"balas Sisi tersenyum.Kekhawatirannya hilang melihat Shakeel sudah tersadar.


"Siapa mereka bunda?"tanya Shakeel pelan.matanya hanya tertuju kepada Sisi.


Dengan senyuman hangat,Sisi mengelus permukaan telapak tangan Shakeel.Ia mengusap sayang.


"Alhamdulillah....anak bunda udah bangun.Apa ada yang sakit,hem?"tanyanya.Kini tangannya beralih ke pipi cuby Shakeel.ia mengusap gemes.


Shakeel hanya menggelengkan kepalanya pelan.


Dan ia berucap "hanya sedikit pusing,bun"


Tyo berjalan mendekati mereka berdua.


"hai Shakeel,masih ingat sama.....Tyo melirik kearah Sisi meminta persetujuanya.Sisi membalas gelengan kepala pelan.Dan Tyo tau maksudnya.


"masih ingat sama Om?

__ADS_1


Mama Tyo bergerak mendekati,mulutnya ingin bersuara mendengar apa yang dikatakan Tyo,menyebut dirinya sendiri sebagai Oom.Namun pergerakkannya terhenti karena ditahan oleh suaminya,papanya Tyo.


"apaan sih Pa? lepas Pa.Ini tu nggak Bener Pa."ucapnya pelan seperti berbisik.


"belum waktunya Ma,nanti,sabar biar mereka sendiri yang mengatakanya.Tunggu moment yang tepat" balas Papa Tyo.berbicara lebih pelan lagi.


Mereka sedikit berdebat.Akhirnya Mama Tyo mengalah,perkataan suaminya ada benarnya.Biarlah Tyo dan Sisi yang membritahukannya.Bagaimanapun juga mereka masih mempunyai manantu,Rani,yang harus mereka jaga perasaannya.Mama Tyo menoleh kearah Rani.Ia melihat Rani menatap ketiga orang yang sedang berinteraksi itu.Entah apa yang ada dipikirannya saat ini.


Mamanya Tyo menghampirinya.


"Ran,kita keluar yuk,cari makan.Kamu pasti lapar.Yuk Pa."ucap mama Tyo.


Mereka bertiga keluar,Mama Tyo sengaja keluar mengajak Rani.Supaya Tyo dan Sisi bisa berbicara.


Rani tak menjawab,ia hanya membalas dengan senyuman getir.Didalam hatinya berkecamuk.ingin sekali ia menangis.Tapi ia berusaha menahannya.Sungguh ia benar benar hancur saat ini,baru melihat begini saja,rasanya sudah sangat mengahancurkan hatinya,Apalagi kalau Tyo dan Sisi sampai hidup bersama,entah apa yang akan terjadi pada dirinya.


***


"sebaiknya kita tidak membicarakan ini sekarang.Biarkan Shakeel pulih dulu.Nanti aku sendiri yang akan memberitahukan semuanya."Ucap Sisi.


saat ini Shakeel kembali tidur.mungkin pengaruh obat,jadi ia tertidur kembali.Karena setelah kepergian Mama,Papa Tyo dan Rani keluar.Suster masuk dan menyuntikkan sesuatu kedalam selang infus Shakeel,tak lama Shakeel pun tertidur.Makanya Sisi dapat berbicara seperti ini pada Tyo,kalau tidak,mungkin Shakeel akan banyak bertanya.

__ADS_1


Tyo menganggukan kepala."Baiklah,aku tahu.Kita tidak mungkin mengatakannya semuanya dengan keadaan Shakeel yang seperti ini."ucap Tyo.


"tapi Si,aku mohon menikahlah denganku"ucapnya lagi


Pintu terbuka ,tampaklah Saka memasuki ruangan dengan membawa sekeranjang buah dan robot ,mainan Kesukaan Shakeel.


Ia tidak datang sendiri,ia bersama kekasihnya Angel,dan Radit.Karena ia tidak ingin membuat Sisi takut,apabila ia datang sendirian.


"bagaimana keadaan Shakeel"Tanya Saka seraya meletakkan buah tangannya keatas nakas.


"Alhamdulillah dia baik baik saja.Terima kasih sudah berkunjung,dan merepotkan kalian."balas Sisi.


"oh ya...kenalkan ini Tyo" Ucap Sisi.


mereka saling berjabat tangan,dan menyebutkan nama masing masing.


"Dia...."Sisi menghela nafas pelan,nyaris tak terdengar."Ayahnya Shakeel."lanjutnya


"Hah?" ucap Radit dan Angel.bersamaan.


Hanya Saka yang terlihat santai.

__ADS_1


THANKZ YA...UDAH MAMPIR!!!!


NGGAK MENGHARAPKAN APAPUN KOK.HANYA SUKA MENULIS AJA.MENGISI WAKTU LUANG.


__ADS_2