
Akhirnya Sisi kembali duduk disamping puteranya,ia membelai rambut puteranya dengan sayang,ya....dia amat menyayangi puteranya,satu satunya keluarga yang tersisa.
"penasaran banget,emmm emang apa yang buat Shakeel puteranya bunda satu ini ingin tau,hem? Sisi bertanya lembut,seraya menekankan kata katanya.
"tadi oom itu deketi Shakeel" kata Shakeel cepat,sedangkan Sisi merasa jantungnya serasa berenti,mendengar apa yang diucapakan buah hatinya.Ia berpikir apa yang dibicarakan Tyo kepada puteranya,apakah Tyo akan mengatakan sebenarnya siapa dirinya,ataukah Tyo akan merebut Shakeel dari dirinya.Entahlah perasaan tidak karuan saat ini,ia mengira Tyo langsung pergi dari ruangannya tadi,ia tidak menyangka Tyo mendekati puteranya,kalau ia tau,pasti Tyo akan diikutinya Ah..bodohnya dirinya.
Shakeel menatap perubahan pada wajah bundanya,ia heran kenapa bundanya seperti melamun.
"bun....."panggilnya.tak ada jawaban
"bunda..."ia coba memanggil lagi,tapi ekspresi bunda tetap sama tak bergeming.
"bundaaaa ......!!! teriaknya.seperti baru sadar dari mimpi,Sisi mengerjab ngerjabkan matanya.
"eh....maaf,maaf bunda jadi ngelamun.Tadi Shakeel bilang apa,oom tadi deketi Shakeel,lalu oom itu bilang apa ke Shakeel." Sisi mengalihkan pembicaraan.agar Shakeel tidak bertanya,kenapa dirinya melamun.
__ADS_1
"udah ah....bunda nggak asyik.Ayo bun kita pulang aja,Shakeel capek"kata Shakeel.
Sepertinya Shakeel hilang moodnya.karena Sisi tadi mendadak diam,tak mendengarkan dirinya berbicara.
Entah Sisi harus senang atau penasaran dan takut,satu sisi ia senang Shakeel tak memperpanjang pembicaraan mengenai Tyo,di sisi lain ia penasaran dan takut apa yang Tyo bicarakan pada puteranya.Sepertinya ia harus bergerak cepat,ia tidak mau Tyo datang menemui puteranya lagi,apalagi sampai mengambil Shakeel darinya.
Dari dalam kafe,Saka melihat dua orang yang amat ia sayangi,siapa lagi kalau bukan Sisi dan Shakeel.Ia memang tak mendengar apa yang dibicarakan oleh ibu dan anak itu,tapi ia tahu,dari ekspresi wajah Sisi,dan 99% kemiripan wajah Shakeel sama persis seperti pria yang berada diruangan Sisi tadi.
"kalau memang itu ayah biologisnya Shakeel,mengapa baru sekarang ia mencari keberadaan Sisi dan Shakeel,sepertinya aku harus cepat,aku tidak mau Sisi kembali ke pelukan laki laki itu" gumamnya.
Ketika ia sedang menghayal,tiba tiba..
"om Saka" Shakeel memanggil namanya.Ia menoleh.
"wah jagoan oom,udah makan,udah mainnya.mana bunda?tanyanya,tapi matanya sibuk mencari keberadaan Sisi,karena Shakeel mendekatinya seorang diri,padahal yang ia lihat Shakeel berdua dengan Sisi.
__ADS_1
Shakeel manyun,ia tak mau menjawab pertanyaan Saka.
"kenapa kok manyun gitu?"tanya Saka,ia geli melihat Shakeel manyun seperti ini.,lucu pipinya yang gembul semakin terlihat gembul.
"habisnya oom nanyanya banyak banget,Shakeel harus jawab yang mana dulu?"jawab Shakeel.
"Bunda.....!! tiba tiba Shakeel berteriak dan melambaikan tangan,seolah memberi tau keberadaannya.
"disini bunda" teriaknya lagi.
Sisi melihat dan berjalan kearah dimana Shakeel berada,dan disitu jg ada Saka.Sebenarnya ia malas melihat Saka,hanya karena puteranya berada dekat dengan Saka,terpaksa ia mendekati.
Saka tersenyum senang melihat Sisi berjalan mendekatinya.ia tau Sisi mendekati karena Shakeel.tapi itu sudah membuat dirinya senang.ia berpikir "berarti membuat Sisi dekat dengannya ialah membuat Shakeel harus berada dekat dengannya"
Tanpa basa basi,atau sekedar menyapa.
__ADS_1
"ayo...." Sisi bicara kepada Shakeel,dan Shakeel mengiyakan dan beranjak berdiri .