Mencoba Tegar

Mencoba Tegar
bab 57


__ADS_3

"Assalamualaikum.....Apa!!!! teriak Sisi.


"oke,saya segera kesana"


cepat cepat Sisi menyambar tas dan kunci mobilnya ia berjalan keluar.Dan tiba tiba Tyo mencekal lengannya dan terhentilah langkahnya.Sisi menatap Tyo,tak dapat dipungkiri wajah Shakeel sangatlah mirip seperti Tyo.Lama Sisi menatap wajah Tyo.Sebenarnya ia membutuhkan bahu Tyo untuk bersandar dan menumpahkan kesedihanya.


Tyo yang melihat ekspresi wajah Sisi menyimpan kesedihan,setelah menerima telepon tadi.akhirnya bertanya


"ada apa,apa yang terjadi?


Sisi sadar Tyo sedang berbicara padanya.Ia tidak ingin Tyo tahu,tapi Tyo harus tahu,bagaimanapun Tyo adalah ayahnya Shakeel.


"Shakeel......kecelakaan"


"Apa? Ayo cepat kita pergi bersama"pinta Tyo.

__ADS_1


"Tidak,biar aku pergi sendiri" bantah Sisi seraya tangannya melepaskan tangan Tyo dari lengannya.


"nggak......nggak bisa.Dengan kondisi kamu yang kayak gini,kamu nggak akan konsen menyetir"


Sisi masih tetap dengan pendiriannya tidak ingin pergi bersama Tyo.


"Si,aku mohon tahan ego mu kali ini aja,demi Shakeel.Kalau nanti dijalan ada apa apa dengan kamu,bagaimana Shakeel.tolonglah mengerti Si.Ayo Si....?"


Akhirnya Sisi menurut.Benar yang dikatakan Tyo,dengan kondisinya yang seperti ini akan membahayakan nyawanya sendiri.Mereka keluar bersama menuju parkiran.Sebuah mobil baru saja berhenti melihat kearah Sisi dan Tyo menaiki mobil bersama.Akhirnya ia tidak jadi menghentikan mobilnya,berjalan lagi mengikuti mobil yang dinaiki Sisi.Siapa lagi kalau bukan Saka.


***


karena kecelakaan Shakeel kehilangan banyak darah,dan ia membutuhkan banyak darah.Ternyata golongan darah Sisi tidak sama,Tyo yang sama.Sama sama 0+.


Sisi hanya bisa menangis,sebelum Tyo masuk ke ruangan pengambilan darah Sisi sempat berucap "terima kasih"..ucapannya sangat tulus.Tyo hanya tersenyum,jantungnya bergetar mendengar ucapan tulus Sisi.Kalau saja mereka dalam keadaan baik baik,mungkin sudah direngkuhnya tubuh mungil itu.menyalurkan kekuatan untuk memberikan semangat.

__ADS_1


Dibalik lorong rumah sakit,tampak Saka memperhatikan interaksi Sisi dan Tyo.Sebenarnya ia penasaran siapa sebenarnya yang sakit.tapi dikota ini Sisi tidak mempunyai kerabat satu pun,tapi mengapa Sisi sesedih dan serapuh ini.apa mungkin terjadi sesuatu dengan Shakeel? bathinnya bicara sendiri.Ia tidak berani mendekat.Ia akan memyuruh orang untuk melihat kondisinya.Ia akhirnya pulang,ia tidak mau Sisi melihatnya berada dirumah sakit.


***


Akhirnya operasi selesai.....


Shakeel masih berada di ruang observasi.Dan Tyo sudah kembali hanya ia sedang istirahat memulihkan tenaganya.Karena ia sendiri,akhirnya ia menelepon mamanya dan menceritakan semuanya.Ia berharap Sisi akan membuka hati untuknya.apabila mamanya kemari.


Sisi masih berada didepan pintu ruangan observasi,ia menunggu Shakeel untuk dipindahkan ke ruang perawatan.Dan kini Shakeel sudah berada dikamar rawat inap,ia belum siuman.matanya masih terpejam,kepalanya diperban.Sisi menangis melihat keadaan puteranya.Ia tidak dapat menyalahkan siapapun ini memang sudah takdir.


Pintu terbuka.Tyo melangkah masuk dan berdiri disamping ranjang sebelah kanan,bersebrangan dengan Sisi yang berada disebelah kiri,ia duduk kepalanya tertunduk menyentuh tangan putera mereka,nampaknya ia menangis hebat,hanya tidak bersuara.Itu terlihat dari getaran bahunya.Tyo tahu Sisi sangat terpukul.Tapi ia tidak dapat berbuat banyak.sekedar mengusap bahunya saja Tyo merasa ragu.Ia takut Sisi akan marah.Karena dengan bisa berada didalam satu ruangan begini tanpa ada perseteruan,sudah sangat membuat Tyo bersyukur.


TERIMA KASIH SUDAH MAU MELUANGKAN WAKTUNYA UNTUK SEKEDAR MELIHAT


DAN MEMBACA TULISAN SAYA.SAYA TIDAK MENGHARAPKAN IMBALAN APAPUN.KARNA DISINI SAYA REAL HANYA INGIN MENULIS.

__ADS_1


__ADS_2