
Didalam kamar hotel,duduk seorang lelaki,ia tersenyum menatap keluar jendela,akhirnya penantian dan pencarian membuahkan hasil.Ia senang ternyata dikota ini ia bisa mendapatkan dua kebahagian sekaligus.yang pertama ia bertemu Sisi dan anaknya,kedua kerja samanya berhasil.
"akhirnya aku menemukanmu,Mel,menemukan kalian.Maafkan aku.Aku akan membawa kalian bersamaku,kita akan hidup bahagia,membangun sebuah keluarga"Tyo berbicara sendiri.
Ia sangat yakin Sisi akan menerima dirinya kembali.Dan orang tuanya pasti sangat senang,dan menyetujui,apalagi ia sudah mempunyai seorang putera,cucu yang sangat mereka inginkan.Ntah mengapa pernikahannya dan Rani belum dikaruniai anak,padahal mereka sudah menikah lama.
***
Didalam mobil,Sisi dan Shakeel terlihat bahagia,bagaimana tidak mulut Shakeel tidak berhenti bercerita,ia terus saja mengoceh,dan Sisi selalu mendengarkan ocehan puteranya ini,sesekali ia mengusap pucuk kepala anaknya dengan penuh rasa sayang.Shakeel anak yang cerdas,apa saja ditanyakan,dan Sisi harus mempunyai jawaban yang masuk akal,kalau tidak,ia akan semakin bertanya.
Tiba tiba Sisi berhenti mendadak,untung saja Shakeel memakai sabuk pengaman kalau tidak pasti dahinya akan menyentuh dasbord mobil.Sisi menghentikan mobilnya mendadak,karena tiba tiba Shakeel menanyakan sesuatu hal yang membuatnya sedikit tersentak,dan beruntungnya ia sudah memasuki halaman rumahnya.jadi tidak ada kendaraan lain yang terganggu.Ya,Shakeel bertanya "apa benar oom yang ada diruangan Bunda,ayah Shakeel?.
__ADS_1
Jelas pertanyaaan Shakeel mengarah ke Tyo,karena Tyo yang berada diruangannya.Bukan Saka,karena Shakeel mengenal Saka,pasti ia akan menyebutkan nama Saka.
Ternyata Tyo bergerak cepat dari perkiraannya,Sisi terdiam cukup lama dengan mesin mobil masih menyala,ia menatap putera semata wayangnya ini.Ia tidak dapat membayangkan,jika harus terpisah darinya.Ia harus menemui Tyo,dan membicarakan masalah ini.Ia berharap berjumpa kembali dengan Tyo,karena ia tidak mau menemuinya dengan sengaja,biarlah waktu yang akan menjawab,bagaimana nantinya.
"Bun,ayo turun.kok bengong sih,tu kan bunda setiap Shakeel bicara mengenai itu Oom,bunda selalu bengong."Shakeel memanyunkan bibirnya.Ia kesal melihat bundanya seperti itu,bengong nggak jelas.
"udah ah,Shakeel turun duluan aja"katanya lagi,dengan tangan yang siap membuka pintu mobil.
"bunda akan perjuangin kamu,nak Karena hanya kamu yang bunda miliki didunia ini,bunda tidak akan membiarkan mereka mengambilmu dari bunda"batinnya.
"loh kok bunda nangis,kenapa? Shakeel ada salah?" Shakell bertanya,ia heran kenapa bundanya menangis sambil memeluk dirinya.
__ADS_1
dan Sisi hanya menggelengkan kepalanya.
"nggak,Shakeel nggak salah.Bunda terharu aja,dan bunda bersyukur sekali mempunyai Shakeel. Shakeel anak yang pintar nggak pernah nyusahin bunda.Bunda sayang sama Shakeel" jawab Sisi tersenyum membelai rambut dan mengusap bahu Shakeel.
"Shakeel juga sayang sekali sama bunda,bangett" ia menimpali ucapan sang bunda,sekarang ia yang memeluk sang bunda ,posisi mereka sejajar,karena Sisi dalam posisi duduk,dengan lutut dilantai sebagai penyanggah tubuhnya.
Cukup lama mereka saling berpelukan.tiba tiba Shakeel bilang "bun,Shakeel mau pipis" telapak tangannya berada di antara pahanya,sepertinya ia sudah tidak tahan lagi.akhirnya Sisi buru buru berdiri dan membuka pintu,dan Shakeel berlari memasuki rumah,ia menuju kamar mandi.
Diluar halaman rumah Sisi,seorang lelaki melihat semua kejadian yang terjadi tadi,ia tersenyum,sekali kali tertawa melihat kelakuan ibu dan anak itu.Ia senang Sisi sudah sampai rumah dengan selamat.Ketika Sisi dan puteranya masuk kedalam rumah,giliran dirinya yang menghidupkan mesin mobil,lalu pergi meninggalkan kediaman rumah Sisi.Siapa lagi kalau bukan Saka.
Maaf ya,saya disini hanya ingin menulis sesuai pemikiran saya.Saya tidak mengharapkan apapun itu.Saya sangat berterima kasih apabila mendapatkan like dan komennya. buat yang membaca tulisan saya,terima kasih karena sudah meluangkan waktu mampir ke karya saya.
__ADS_1