
Sisi dan Radit sama-sama mendongakkan kepalanya.setelah mereka tau yang datang adalah Saka.mereka tidak terkejut sama sekali.
"Saka? ucap Sisi.ayok makan bareng kita"tawar Sisi lagi.
tapi satenya nggak cukup,Radit cuma beli tiga porsi,tapi ada soto kok,"ucap Sisi lagi.
"ayo,sini duduk ntar tambah tinggi loh."begitulah Sisi yang selalu ceria tanpa beban.disaat hatinya terluka pun ia masih bisa tersenyum.
Saka menyuruh agar Radit menggeser duduknya,dan Saka duduk disebelah Radit.
"nggak usah,aku udah makan"jawabnya berbohong padahal ia sama sekali belum makan dari siang.
"kamu kapan,pulang?,dijemput Radit? tanya nya lagi,tanpa menoleh kearah Radit tetap fokus melihat Sisi.
"oh..tadi aku naik taksi.kira-kira jam sepuluh aku keluar dari rumah sakit.ini Radit baru aja datang"Sisi menjelaskan.
"kenapa nggak ngabarin aku? tanya Saka lagi.
Sisi hanya tersenyum .
"mau teh? Sisi mengalihkan pembicarannya.
__ADS_1
"nggak usah,bentar lagi aku pulang."jawab Saka.
Sisi menganggukkan kepala "ya udah"
***
setelah kepergian Radit dan Saka,Sisi masuk kedalam kamarnya.ia ingin beristirahat sebentar,karena nanti malam ia harus membuat pesenan cake.langganannya sudah semakin banyak.
ia melihat barang-barang pemberian Saka.ia tidak ingin memakainya.ia merasa akhir -akhir ini Saka menghindarinya.tak pernah lagi menghubunginya ,tak pernah lagi menggodanya.mungkin karena Saka telah mempunyai pacar,pikirnya.
Lalu Sisi merebahkan tubuhnya kekasur,ia tidur disamping anaknya,ia menatap wajah anaknya,yang sangat mirip sekali dengan Tyo,"kenapa kamu mirip sekali sama ayahmu,sih? gumamnya sambil mencium pipi gembul shakeel.bunda akan menjaga kamu dan merawat kamu,sayang.kamu nggak akan sendiri,karena ada bunda disini untukmu,dan bunda juga nggak sendiri,kan ada shakeel bersama bunda"ucapnya ngomong sendiri.
****
"temui gue di club tempat biasa,sekarang!! dan langsung menutup sambungan telepon.tanpa mendengar jawaban Radit.
akhirnya Radit menuruti perintah bosnya ini.sekarang ia berada didalam club yang Saka maksud,dan duduk disamping Saka.
"Lu suka sama Sisi?tanyanya tanpa berbasa basi.
Radit hanya menghela napas pelan.ia mengerti arah tujuan pembicaraan Saka.
__ADS_1
Saka cemburu melihatnya bersama Sisi.
"kenapa Lu diem?nggak bisa jawab?
"iya,gue suka.jawab Radit.
"brengsek Lu !!! teman macam apaan Lu,hah?
"ayolah Ka ,Lu kemana aja selama ini,semenjak kedatangan Angel,Lu berubah.kemana perhatian elu ke Sisi? gue kasihan melihat Sisi,dia disini sendirian,dan Lu memberikannya harapan.lalu apa sekarang?
Ka,Angel itu masa lalu elu,sedangkan Sisi masa depan elu.siapa yang nggak akan suka sama Sisi ,ia cantik pintar dan yang gue suka dia itu keibuan.
kalo Sisi suka sama gue,kenapa gue nggak?
tapi sayang,Sisi nggak suka sama gue.
ujar Radit panjang lebar.
Saka hanya tertunduk lesu.benar apa yang dikatakan Radit,sejak kembalinya Angel ke Indônèsia,ia melupakan Sisi.perempuan yang ingin ia perjuangkan.
"Lu nggak liat anaknya Sisi,ganteng kayak begitu,pasti ayahnya anak itu ganteng juga.Lu nggak takut,suatu saat ayahnya tu anak datang,lalu ngajak balikan lagi sama Sisi?.Radit mencoba mengkompori pikiran Saka.
__ADS_1
Saka tambah frustasi mendengarnya.ia bingung ,Angel memintanya untuk menikahinya,sedangkan kemungkinan besar kalau ia tidak bertindak cepat,bisa-bisa Sisi kembali dengan ayah biologis puteranya.
dan akhirnya minuman lah tempat pelariannya.ia masih sedikit mempunyai kesadaran jadi Radit tidak perlu mengantarnya.mereka pulang menggunakan kendaraan masing-masing.