
Assalamualaikum.....Radit mengucapkan salam.
"waalaikumsalam..."jawab Sisi dari dalam kamar."masuk aja,Dit.nggak dikunci."ucapnya lagi.
Radit masuk,dan meletakkan kantong keatas meja.ia membelikan sate dan soto ayam,kesukaan Sisi.lalu ia melangkah kearah kamar,karena Sisi tak nampak keluar kamar menyambut kedatangannya.
"lagi ngapain"tanyanya.saat ini Sisi menggunakan daster panjang dengan kancing didepannya,untuk memudahkan ia menyusui anaknya nanti, tak lupa memakai hijab instannya.ia sedang mengganti popok puteranya.sungguh pemandangan yang menakjubkan dimata Radit."keibuan sekali"pikirnya .
Sisi tersenyum ,"ini lagi gantiin popok"
"habis pup ni Om"lanjutnya lagi sambil meniru suara anak kecil.
Radit tertawa mendengarnya.
naluri perempuannya mengatakan,bahwa Radit menyukainya.mana ada seorang lelaki single mengorbankan waktunya,mau membantu seorang wanita yang sudah mempunyai anak,kalau tidak ada maksud.tapi Sisi tidak ingin memberikan harapan kepada Radit,ia tidak ingin Radit salah paham nantinya dan ia akan kembali terluka untuk ke dua kalinya.cukup Saka yang membuatnya melayang,lalu dihempaskan dari ketinggian.dan masa lalunya Tyo yang sudah menghancurkan masa depannya.
"hai boy....oom panggil siapa nih? "tanyanya pada sang bayi dan dijawab oleh ibunya
"panggil shakeel aja,om"menirukan suara anak kecil.dan mereka kembali tertawa bersama.
__ADS_1
ternyata asisten Sisi sudah pulang dari tadi,ia melihat keakraban Radit dan Sisi."persis seperti pasangan suami istri" pikirnya.
dan Sisi melihatnya.
"eh..bibi udah pulang,ada semua kan bi? tanya Sisi.
"ada semua,non"jawab bibi.
"ya udah,tolong buatkan teh ya bi,buat Radit"ucap Sisi lagi.
dan bibi meninggalkan mereka bertiga,berjalan menuju dapur untuk membuatkan teh,seperti yang diperintahkan Sisi
ntah kenapa saat Radit menyebut nama Saka,hatinya sedikit ngilu.ia menghela nafas pelan.
"nggak papa kok Dit,lagian ada bibi yang membantu.sayang Dit,pesenan aku lagi banyak-banyaknya.kalau aku tolak,nanti langganan aku jadi berpaling deh.ucapnya seraya tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih.
"besok aku aja yang ambil cakenya,sekalian aku lewat.jadi kamu nggak usah repot-repot kekantor."Radit menawarkan dirinya.
"oke"Sisi menjawab dengan mengerlingkan matanya.
__ADS_1
"udah ayo,mumpung shakeel bobok,kita minum dulu.mengajak Radit keluar kamar,menuju ruang tamu.dimeja sudah ada satu gelas teh.
Sisi melihat ada kantong plastik diatas meja.dan membukanya.
"kamu yang beli ini? tanyanya menatap kearah Radit.dan dibalas Radit dengan anggukkan kepala.
Sisi berjalan kedapur,dan memberikan seporsi sate dan seporsi soto untuk asistennya.dan ia sendiri mengambil dua piring, dua mangkok dan dua sendok.
ia menghidangk yg an satu porsi untuknya dan satu porsi untuk Radit.
Radit menatap kelakuan Sisi.
"kenapa dibuka semua."tanyanya
"ayo,kita makan bareng-bareng"jawab Sisi.
akhirnya Radit pun ikut makan.dengan paksaan Sisi tentunya.
***
__ADS_1
Saka melajukan mobilnya kearah rumah Sisi,setelah membaca pesan dari asisten Sisi,bahwa Sisi sudah pulang dari rumah sakit.ia meninggalkan Angel diapartemennya,sendiri.tapi ia berjanji akan kembali lagi setelah ia menyelesaikan urusannya.setelah ia hampir mendekati rumah Sisi,ia melihat mobil Radit sudah ada didepan rumah Sisi,ia menepikan mobilnya jauh dari rumah Sisi,ia berjalan,setelah tepat ia berdiri diambang pintu,nampak jelas pemandangan yang ia lihat membuat dadanya sesak.tanpa mengucapkan salam ia masuk dan menatap tajam kearah Radit.