
Saka tersenyum sendiri,ia hari ini yakin Sisi akan menerima dirinya.Ia sudah memersiapkan semuanya.Ia sudah tidak sabar lagi menunggu,waktu sudah menunjukkan pukul 17;30 sebentar lagi rencananya akan berlangsung.Tapi ia merasa waktu terasa begitu lama.
***sebelumnya***
Setelah mengikuti Sisi sampai kerumahnya,Saka tidak langsung pulang,ia langsung kembali lagi ke cafe nya Sisi.
"baik,pak.Kami akan mempersiapkan sesuai rencana bapak"jawab seseorang mantap.
"oke,saya percayakan semua ini pada kalian,saya mengharapkan kerja sama kalian.Kalian pasti tau saya sangat mencintai bos kalian,saya ingin menjadikannya Nyonya Saka.Saya harap semoga semua ini berhasil.Saka berujar sangat antusias
"baik pak" jawab seseorang.
"oke,ingat jangan sampai bos kalian tau,bahwa saya yang membooking cafenya.kalo begitu saya permisi."ucap Saka
Kemudian Saka pergi dari cafe***.
****
__ADS_1
Sisi menghela nafasnya."huuu,aku merindukan jagoanku,sepertinya aku harus pulang"gumamnya,seraya melihat arloji dipergelangan tangannya.Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 07;00 malam.Setelah sholat maghrib tadi ia langsung membereskan pekerjaannya.Sebenarnya hari ini ia ingin mengajak Shakeel jalan jalan ke Mall,tapi apalah daya waktu tak mengizinkan,cafenya sangat ramai,ditambah lagi seseorang membooking cafenya.
Sisi berjalan keluar dari ruangannya.Lalu ia berhenti,melihat sekeliling area didalam cafenya dipenuhi lilin,dilantai terdapat taburan bunga mawar berbentuk love.Ia menghentikan langkahnya,dan menoleh kebelakang untuk menanyakan kepada karyawannya.Sisi memang tidak tau konsep apa yang diminta pelanggannya.karena dari tadi ia hanya membantu didapur dan kembali lagi keruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda.
"Ri...? Sisi memanggil karyawannya,dan yang dipanggil pun mendekati.
"Bener ini konsep yang diminta pelanggan kita? Sisi bertanya dan diiyakan oleh Ari karyawannya.
"romantis sekali,apa banyak orang yang akan datang?"Sisi bertanya kembali.
"tidak bu,hanya sendiri"jawab Ari,sebenarnya ia takut menjawabnya.ia bingung harus jawab apa.
"pelanggan itu bilang makananya nanti di kasihkan ke panti asuhan,bu.Dia juga bilang berbagi rezeki tanda syukur" jawab Ari.
Sisi menganggukan kepalanya"oke,kalau begitu saya permisi pulang.kalian bekerjalah dengan baik,nanti saya kasih bonus"
Lalu Sisi melangkahkan kakinya menuju keluar cafe.Ketika ia melangkah mendekati taburan bunga mawar itu,tiba tiba lampu diseluruh area cafe padam.
__ADS_1
"Loh,ada apa ini,kok bisa padam.Ari cepat nyalakan jenset,sebelum pelanggan kita datang" Sisi berteriak.
Suasana didalam cafe remang remang,hanya cahaya lilin yang menerangi.Tiba tiba sound system berbunyi,terdengar alunan lagu.
aku takut kehilangan dirimu...
aku takut ,takut kehilanganmu
aku takut kehilangan cintamu...
aku takut hidup tanpa dirimu...
aku tak akan bisa...
aku yang bisa gila...
bila kau pergi meninggalkanku....
__ADS_1
Setelah liryk lagu selesai hanya tinggal suara intro musiknya.Saka masuk kedalam cafe.Sisi nampak terkejut,walaupun suasana remang remang,tapi dapat Sisi pastikan bahwa Saka yang berada tepat dihadapannya saat ini.Sisi diam ia hanya menatap bingung dengan apa yang terjadi,kenapa jadi Saka yang datang,bukan pelanggan yang memboking cafenya.Ia ingin bersuara namun belum sempat ia membuka mulutnya,Saka terlebih dahulu maju merengkuh pinggangnya,dan mendekatkan wajahnya kewajah Sisi,dekat dekat dan dekat hingga menempelah bibir Saka ke bibirnya.Sisi diam seperti terhipnotis,Saka yang melihat kediaman Sisi,ia tersenyum dalam hati,lalu ia sedikit memberi kecupan lembut kebibir Sisi.Saka sedikit **********.Hingga akhirnya..... Sisi tersadar.