
sebelumnya......
"beneran,yah?"tanyanya antusias pada sang ayah."iyaaa"jawab sang ayah dengan menganggukkan kepalanya.tersenyum melihat sang anak yang begitu senang dan bersemangat mendengar bahwa ayahnya dipindahtugaskan ke kota yang selama ini ingin sekali ia datangi.ia ingin segera bertemu dengan sahabat kecilnya.
selama ini ia hanya bisa melihat sahabat kecilnya itu dari sosial media miliknya.ia selalu membayangkan,apakah sahabat kecilnya bisa mengenalinya,mereka akan tertawa bersama,saling bercerita.rasanya tidak sabar lagi ingin segera bertemu.
"yah nanti Imel sekolah disekolahnya YOyo, nama panggilan kecilnya Tyo ya,yah"ujarnya pada sang ayah."iyaaa,nanti ayah urus ya kepindahan kamu?"jawab sang ayah dengan tersenyum.
"yah,rasanya ibuk bakalan rindu dengan suasana rumah ini,dirumah suka duka kita yah"ucap ibu lirih.
__ADS_1
"yaaaa nanti kalo kita ada waktu sekali-kali kita kesini,kalo ayah libur dan ank ayah ini sambil mengusap kepala sang anak,juga libur"jawab sang ayah mengibur kesedihan sang istri.ibu pun tersenyum.
sedangkan Sisi sudah tidak sabar untuk segera bertemu sahabat yang telah bertahun tidak pernah bertemu.selama ini ia hanya melihat foto sang sahabat dari sosial media miliknya."tampannya,pasti deh banyak cewek yang deketin"pikirnya membayangkan sang sahabat dikelilingi cewek-cewek disekolahnya.dari sosial media itulah Sisi mengetahui tempat sang sahabat bersekolah,dan iapun ingin bersekolah ditempat yang sama,pikirnya kalo disekolah itu ada salah satu yang dikenal paling nggak kitanya gak kaku sebagai anak baru.beradaptasi disekolah yang baru itu lebih sulit dibandingkan memang kita anak baru masuk dari awal penerimaan.apalagi kalo kita orang yang biasa-biasa yang bukan dari keluarga orang kaya,sudah pasti sulit mencari teman kalau kita bersekolah disekolah yang sebagian besar anak-anak orang kaya,yang ada kita malah bully.
Hari dimana mereka harus benar-benar meninggalkan kota kelahirannya,kampung dimana ia dibesarkan suka duka yang ia rasakan,dan dikampung inilah ia dan sahabat kecilnya dulu bermain bersama.
"iya,"jawab sang ayah,"tapi mau bagaimana lagi ayah harus dipindahtugaskan.kalo kita ingin hidupnya maju,ya begini harus ikhlas dan rela mengorbankan kebahagiaan kita,termasuk ini,meninggalkan kampung halaman tercinta"tambah ayahnya lagi,mencoba menjelaskan kepada anak perempuan satu-satunya.ayah dan ibu Sisi bukan tidak mau menambah anak,karna waktu melahirkan Sisi,ibunya mengalami pendarahan hebat,karna itulah ayahnya tidak maenambah anak lagi,ia kasian melihat istrinya bertaruh nyawa.
"ibu jg yah,rasanya seperti mimpi,kita harus memulai beradaptasi dari awal,dengan tetangga baru kita nanti"timpal ibunya.
__ADS_1
"sabar,ya Bu"jawab sang ayah.nanti juga ibu terbiasa"lanjutnya lagi.
sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam memikirkan sesuatu yang harus mereka lakukan nantinya dikota yang akan mereka tempati nanti.
karena perjalanan yang cukup jauh,menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam,mereka sering ketiduran.
mereka memilih jalur transportasi darat,alasannya supaya bisa melihat pemandangan.kalo naik pesawat berasa gak menikmati perjalanan.
"uuhhh....rasanya kaku semua ini badan"keluhnya sambil merenggangkan tubuhnya."ah..akhirnya sampai juga"ujar sang ayah."ayo turun!"titahnya pada anak dan istrinya."masuklah biar ayah yang nurunin kopernya"lanjutnya lagi.
__ADS_1