
Didalam mobil,Sisi tampak gelisah,itu yang tertangkap dari pengawasan Saka.
"kamu kenapa? sambil tersenyum.
"eh,,,nggak.jawab Sisi kikuk.ia hanya menunduk tidak berani menatap wajah tampan yang duduk disampingnya ini.
"mana saya lihat alamat yang akan kamu tuju?
membuka Hp dan menyodorkannnya ke hadapan Saka.
"nih,ini alamatnya.
"kamu yakin jam segini orang yang punya kontrakkan sudah bangun?kembali bertanya.
"mungkin saya tunggu aja disana,sampek yang punya kontrakkan datang.menjawab sambil tersenyum.
"manis.bathin Saka.
"kalo nggak kamu kerumah saya aja dulu,nanti siang kamu diantar sama asisten saya.menunjukk menggunakan dagunya.mengarah kepada Radit yang sedang fokus sama stirnya.
__ADS_1
Sisi mengernyitkan dahi,dan menggelengkan kepala.bingung dengan jalan pikiran Saka,tadi menawarkan tumpangan untuk diantar langsung kekontrakan.ini lain lagi tawarannya.
"kamu nggak usah takut,dirumah ada nyokap sama adik aku,mereka baik kok.tenang aja kamu nggak bakalan aku apa-apain.menjelaskan seakan tahu apa yang Sisi pikirkan.
"kayaknya nggak usah deh,nanti kita cari masjid aja yang dekat sama tu kontrakkan.biar saya menunggu di masjid sampek pagi.baru nanti saya datangi kontrakkannya.lagian udah mau masuk waktunya sholat subuh" mencoba menghindar.
"udah kamu kerumah aku aja dulu,kamu belum tahu daerah sini,ntar ada apa-apa.apalagi kamu sendirian.ucap Saka mencoba meyakinkan.
"aku janji nanti siang aku suruh asisten aku yang akan mengantar kamu.lanjutnya lagi
di jok depan kemudi,Radit mengernyitkan dahi."tumben bosnya bisa baik kayak gini,biasanya juga kalo ada wanita yang mau naik mobil bareng dia,sewotnya minta ampun.eh..ini malah dia sendiri yang ngerayu"bathinnya
"Dit,nanti siang kamu antar Sisi ke alamat kontrakkannya,sekarang kita pulang ke rumah.perintah Saka.
Sisi hanya diam,didalam hati ia hanya bisa berdoa semoga kebaikan berpihak kepadanya.ia tidak bisa berbuat banyak,karena nyatanya ia memang tidak mengetahui tentang kota yang baru pertama kali ia singgahi ini.ia hanya menuruti apa yang dikatakan Saka.
setelah mobil memasuki perkarangan,Sisi seperti di hipnotis melihat kemegahan rumah yang Saka tempati.rumah bercat putih bersih tinggi menjulang.tiang-tiang yang kokoh,menambahkan kemewahan tersendiri.
"ayo turun,kamu masih mau didalam mobil" Saka berucap.
__ADS_1
"eh....Sisi gelagapan,akhirnya ia turun mengikuti langkah Saka.
semua asisten rumah tangga menyambut kedatangan sang penguasa rumah.
"bi,tolong bawa Sisi ke kamar tamu ya? Saka berbicara kepada asisten dirumahnya.
"iya den..."mari non ikut saya.ujar asisten rumah tangga Saka
Sisi hanya mengikuti langkah kaki asisten itu.setelah sampai dikamar tamu ,Sisi bengong melihat betapa besar kamar tamu ini."kamar tamu aja segede ini,gimana kamar yang punya rumah"bathinnya.
"Non,kalau perlu apa-apa panggil saya saja"suara bibi mengejutkan Sisi.
"iya bi,tapi saya disini cuma sebentar kok,nanti siang saya akan pulang ke kontrakkan saya."jawab Sisi.
bibi itu hanya tersenyum,tapi dipikirannya,"tumben majikannya pulang bawa perempuan lagi hamil pula" tapi ia tidak berani bertanya,karena itu urusan sang majikan.
"saya Sisi bi,panggil aja Sisi.nggak usah pakek 'non'.aneh bi kedengaranya.ucap Sisi ramah.
bibi hanya tersenyum,dalam hatinya." mana berani ia memanggil orang yang dibawa langsung oleh sang majikan dengan memanggil menggunakan namanya saja.
__ADS_1
"saya Ana .panggil saya bibi Ana.
Sisi menganggukkan kepalanya.