Mencoba Tegar

Mencoba Tegar
bab 28


__ADS_3

Dikota J.......


setelah rayuan maut yang dilontarkan Saka,akhirnya Sisi mau kembali untuk kedua kalinya menerima tawaran Saka untuk mengantarnya.meskipun dengan hati kesal,Sisi tetap menuruti kemauannya,itu terlihat dari wajah Sisi yang nampak tak bersahabat,ketika sudah masuk didalam mobil,Saka hanya tersenyum penuh kemenangan.sesekali ia melirik gadis disampingnya ini."lucu"pikirnya.lalu ia tak sabar bersuara


"orang itu kalo' ditawari tumpangan gratis,harusnya seneng"ucapnya dengan senyum ditahan,tapi pandangannya tetap fokus kedepan tanpa melihat Sisi.yang diajak bicara hanya menoleh sekilas,lalu melengos.


"aku kan udah nggak mau,kamunya aja yang maksa"ucapnya sewot.


"kamu tu maunya apa sih"lanjutnya lagi.


dirinya bukan tidak mau naik mobil mewah seperti ini,ia hanya tidak ingin semua tetangga pada ngomongin dia.apalagi dengan keadaannya saat ini,yang sedang hamil.


"dia mah enak orang kaya,nggak ada yang bakal ngomongin dia,orang naik turun mobil nggak ada yang liat,bagaimana mau liat orang rumahnya dikelilingi tembok hampir setinggi rumah,lah gue...tinggal dikontrakkan,jarak rumah ke rumah aja sejengkal.kita kentut aja bisa kedengeran"bathinya,kesel.


"ya aku...mau nganter kamulah,kayak janji aku tempo hari mau nganterin kamu ke kontrakkan"ucapnya mencari alasan


Sisi hanya mengehela nafas kasar


"kamu tu anehnya,jelas-jelas aku udah tinggal dikontrakkan,dan kamu pastinya sudah tau kan dari asisten kamu,bi Ana?.ucapnya ketus.


"ya.....tempo hari kan kamu pergi sendiri,jadi aku ngerasa nggak nepati janji akulah,makanya ini kesempatan aku untuk menepati janji"ucapnya dengan senyum yang ditahan,suka aja melihat gadisnya ini kalo marah.


Sisi tak menanggapi lagi,ia malas selalu saja ada alasan yang Saka punya.setelah hampir mendekati gang rumah Sisi.

__ADS_1


"aku turun didepan aja ya,tu disitu.tunjuknya.


"kenapa nggak langsung kerumah aja,lagian kamu banyak bawaan kayak gitu,nggak tega lah aku liatnya"ada aja alasannya.


"aku nggak enak,Saka!!.ucapnya sarkas.yang diajak ngomong malah mengernyitkan dahi,pura-pura bingung.


"aku nggak enak kalo sampek tetangga-tetangga aku pada liat,aku turun dari mobil kamu.yang ada aku jadi gosipan mereka.


"hahahah,kamu tu ya,harusnya kamu senenglah digosipin kamu bisa viral,kan?"ucapnya menggoda Sisi.


"kamu.........!!! ah..udahlah males aku ngomong sama kamu.


setelah mobil memasuki gang.....


"tu cat warna ungu"jawabnya malas.


"tapi,kamu nggak usah turun.tu liat banyak ibu-ibu disana.menunjuk segerombolan ibu-ibu yang lagi pada ngegosip dibawah pohon.


nggak enak ,tau"


"biarin aja,nggak usah dipikirin yang pada begituan,ntar kamu cepat tua"jawab Saka sampek terkekeh.


setelah sampai didepan rumah bercat ungu.

__ADS_1


"eh..tunggu bentar"ucap Saka.


"apaan lagi sih,jawab Sisi kesal.


Saka turun dengan gagahnya,lalu mengitari belakang mobil dan....


kletek....


"yaelah...gini doank mah,aku jg bisa.nggak perlu pakek kamu bukain,lama tau" ucap Sisi sewot.


Saka tampak tersenyum,sedangkan Radit yang duduk dibelakang kemudi, hanya bisa memutar bola matanya jengah.


"biasanya lo nggak mau turun sebelum gue yang bukain pintu,eh ini,Lo rela turun.


ceklek....Sisi membuka pintu rumahnya.ia masuk sendiri tanpa menawari Saka masuk.


"kamu nggak nyuruh aku masuk,gitu? tanya Saka,jahilnya mulai lagi.


Sisi membalikan badan.


"ya udah buruan kalo mau masuk,tapi rumah aku nggak seluas kamar dirumah kamu.jawabnya sengaja.


Saka tersenyum tipis.

__ADS_1


"gadis ini....aku suka"batinnya


__ADS_2