Mencoba Tegar

Mencoba Tegar
bab 27


__ADS_3

Dikota J....


Semenjak ia tinggal dikota ini,ia belum mencari kios yang baru untuk memulai usahanya lagi.tetapi ia berjualan melalui media online,yang ia rasa tidak terlalu banyak mengeluarkan modal.akhirnya usahanya sedikit membuahkan hasil,banyak orang yang berminat memesan kue-kue buatanya.lumayanlah untuk kategori baru,begitulah pikirnya.


Tidak bagi Saka,ia sering uring-uringan,ia ingin bertemu kembali dengan Sisi,tapi ia bingung alasan apa yang akan ia katakan setelah ia bertemu nanti,"masa aku harus bilang,Si...aku kangen kamu.mana mungkin lah!!! kalo kayak ini,yang ada ia malah ngehindarin gue.Saka berpikir.


sedangkan Sisi sendiri,setelah keluar dari rumah Saka,ia tidak memikirkan apa-apa tentang dirinya,ia hanya bersyukur dan berterima kasih,dizaman begini masih ada orang yang mau membantunya tanpa mengharapkan imbalan,meskipun ia belum sempat mengucapkan terima kasih padanya.


****


"karena dari sosial medialah,dari mulut kemulut kue buatanya sangat diminati.tak jarang,orang selalu memesan kue buatannya untuk acara keluarga,arisan dan masih banyak lagi.ia bersyukur..tetapi ia belum bisa kalau harus menyewa kios,ia belum sanggup harus mondar-mandir dari rumah ke toko,karena usia kandungan yang menginjak delapan bulan.sebentar lagi ia akan melahirkan.


Hari ini ia ingin jalan-jalan ke Mall,ia ingin berbelanja keperluan calon bayinya.


dengan mengandalkan taksi online ia pergi kesana.


***


"Dit,hari ini apakah ada jadwal"Saka bertanya.


"ada pak,bapak ada janji dengan klien,Pak Bram.pukul 11.00 nanti.

__ADS_1


"kenapa mepet sekali,padahal itukan sebentar lagi waktu makan siang"


"iya pak,maka dari itu,pak Bram mengajak bapak agar menemuinya dicafe,didalam Mall xx"jawab Radit.


"kenapa harus disitu,bukankah disitu terlalu ramai'Saka berdecak kesal.


"kata pak Bram,sekalian makan siang,pak.


"ya sudah kamu aturlah."


***


setelah dirasa cukup mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan bayinya nanti,akhirnya ia memutuskan untuk mengisi perutnya yang sudah tak sabar untuk diisi.ia memasuki sebuah kafe.


"Sisi"gumamnya pelan,namun masih terdengar ditelinga kliennya.


matanya mengikuti arah Sisi melangkah.Tepat Sisi duduk dibelakangnya.


tanpa sadar ia tersenyum."akhirnya aku bisa melihatnya lagi,ternyata bertemu klien dicafe ini adalah keberuntungannya."pikirnya.


"maaf pak,apakah bisa kita lanjutkan?tanya kliennya.

__ADS_1


"oh maaf,oke kita lanjutkan.ia sudah tidak fokus lagi akan pembicaraan nya bersama kliennya.hingga akhirnya...


"sepertinya pak Saka sedang ada masalah,sebaiknya kita bicarakan ini lain kali saja"ucapnya sedikit tersinggung akan sikap Saka yang tidak menghargainya.


"ok.Saka menjawab cepat.


ia hanya berdiri,tersenyum,membiarkan kliennya pergi.lalu ia membalikan badannya.


"hai..sapanya pada Sisi.


"Loh? Sisi mengernyitkan dahi menatap kearah lawan bicaranya.


"apa kabar?


"emmm ba...ik.ucapnya terbata.bingung kenapa ia bisa bertemu dengan Saka lagi.


Radit hanya menatap dua orang ini jengah.ternyata ini yang membuat bosnya nggak fokus.


"lagi ngapain,sama siapa? kembali Saka bertanya.Sisi hanya menunjukkan barang belanjaannya,yang hanya diangguki kepala tanda mengerti apa yang dimaksud Sisi.


"boleh duduk bareng.ada aja alasannya ingin berlama-lama dengan Sisi.

__ADS_1


"emang kamu belum makan,terus dari tadi disini,ngapain? mencoba menghindari niat Saka.dan Saka hanya menggelengkan kepalanya,dengan mimik muka yang dibuat sedih.yang membuat Sisi hanya menghembuskan nafas pelan.


"ya udah pesen,gih.tapi bayar sendiri ya,uang aku nggak cukup buat bayarin kamu.ucapnya asal.Saka hanya tersenyum melihat wanita dihadapannya ini begitu berani bicara seperti itu padanya.


__ADS_2