Mencoba Tegar

Mencoba Tegar
bab 45


__ADS_3

Saka masuk tanpa mengetuk pintu,Ia melihat Sisi.Tangannya diletakan dimeja sebagai alas kepalanya,Ia menangis sesegukan.Dugaannya benar laki - laki yang keluar dari ruangan Sisi,yang menabrak bahunya adalah orang yang membuat wanitanya kini bersedih.Ia bisa melihat bahwa laki - laki itu adalah masa lalu Sisi,karena setahu dirinya,Sisi seorang diri dikota ini.Selain dirinya,Radit dan semua pelayannya.hanya itu saja yang ia kenal.Banyak kolega,orang - orang besar ingin menawarkan kerjasama dengannya,karena cafe yang ia kelola sangat maju pesat.Setiap hari ramai pengunjung.Hampir setiap hari libur,cafenya dibooking orang - orang besar yang ingin merayakan sesuatu yang spesial.Patut diancungi jempol,untuk pemula seperti Sisi.


Kini Saka sudah duduk disofa,Ia masih setia menunggu Sisi berhenti menangis.Cukup lama ia duduk disana,akhirnya yang ditunggu mengakhiri dramanya yang melow itu.


Mata Sisi nampak memerah,sembab.Ia mengangkat kepalanya,karena ia teringat akan Shakeel yang disuruhnya tadi main keluar.Ia tidak boleh berlarut - larut seperti ini,ada anaknya yang harus Ia perjuangkan.Ketika ia mengangkat kepala,Ia melihat Saka sudah ada diruangannya duduk disofa dan sedang menatapnya."Sejak kapan ni manusia ada disini? dahinya mengernyit.


"Udah drama nangisnya,enak?"kata Saka seraya tersenyum menggoda.


"Apaan sih,nyebelin banget"kata Sisi,seraya beranjak dari kursinya dan melangkah hendak keluar


"Dia siapa sih,masa lalu kamu?tanya Saka cepat karena dirinya tau Sisi akan keluar dari ruangan ini,dan meninggalkannya seperti kemarin - kemarin,selalu dianggurin.Benar sekali pertanyaan Saka berhasil membuat Sisi menghentikan langkahnya,dan menolehkan kepalanya kearah Saka.

__ADS_1


"Bukan urusan Lo" kata Sisi cepat. Dan segera berlalu dari hadapan Saka.Ia tidak mau mendengar pertanyaan - pertanyaan Saka selanjutnya.


"Mirip banget,sama Shakeel"kata Saka lagi


Tu kan bener, "nih orang lama - lama ngeselin"batin Sisi.


Tapi ia tak memperdulikannya.Ia tetap melangkahkan kakinya dan keluar.


Terdengar suara Saka berteriak memanggil namanya.


"anak bunda lagi main apa,serius banget.Bunda boleh gabung?"tanya Sisi sambil merapikan rambut puteranya yang berantakan ditiup angin.Karena Shakeel sedang berada di taman belakang cafe. Sisi memang sengaja membuat taman hijau sisa tanah dibelakang cafe.Bangunan cafe dan tanahnya sudah menjadi milik Sisi.Ia membelinya karena tempatnya strategis,dan cafenya ini sudah ramai pelanggan.Hasil dari cafe selama beberapa tahun ditambah tabungannya akhirnya ia membeli tempat ini.

__ADS_1


"Shakeel laper nggak,mau makan?"tanya Sisi,dan dijawab anggukkan kepala karena sedang asyik bèrmain dengan robotnya,sibuk bicara sendiri dengan robotnya.Dan Sisi segera menyuruh pelayan supaya mengambilkan salah satu menu andalan makan siang direstonya ini.


Sisi menyuapi Shakeel dengan sabar,karena kunyahanya lama banget menurut Sisi.jadi ia harus ekstra sabar,supaya makannya habis.


Ketika suapan terakhir akan masuk kemulut Shakell,tiba - tiba anaknya bertanya.


Bun,siapa sih oom yang ada diruangan bunda"tanyanya dan menggelengkan kepala karena Shakeel menolak suapan yang Sisi sodorkan.


"habisin dulu,nanti bunda kasih tau"jawabnya merayu.


setelah suapan terakhir tandas ia meletakkan piring diatas meja,dan mengambil air putih dan diberikan ke Shakeel.setelah tandas Sisi segera berdiri dan dengan cepat Shakeel menarik tangan bundanya.

__ADS_1


"bunda mau kemana,kan bunda belom jawab tadi pertanyaan Shakeel" tanya nya.


"ini anak,bisa nggak sih nggak usah pakek nanya"bathinya seraya menghela nafas.


__ADS_2