Mencoba Tegar

Mencoba Tegar
bab 26


__ADS_3

Dikota J.....


"Oke kita sepakat" terdengar suara mulut seseorang.setelah mengucapkan kata sepakat,akhirnya Sisi bisa menempati rumah ini.ia meneyerahkan sejumlah uang untuk satu tahun kedepan.


"semoga anda betah"ucapnya lagi.


Sisi menganggukkan kepala."terima kasih"balasnya.


setelah kepergian pemilik kontrakkan,ia sedikit lapar mungkin karena faktor kehamilannyalah yang membuatnya selalu lapar,ia mengambil roti yang ia beli di mini market tadi.ia pun mengantuk,ia tak perlu lagi membersihkan rumah ini,nyatanya pemilik rumah sudah menyediakan semuanya,tanpa harus ia mengeluarkan uang untuk membeli barang- barang lagi.pemiliknya bilang."pakai aja nggak usah sungkan"


"syukur deh"ucapnya senang.


****


Disebuah gedung tinggi menjulang,didalam ruangan yang ukurannya luas,duduk seorang pria tampan,tampak jelas kegelisahannya,sebentar-sebentar ia melihat jam dipergelangan tangannya.ia tidak fokus untuk bekerja,ia memikirkan sosok perempuan yang sekarang berada dirumahnya.


Radit,asisten pribadinya pun hanya mengernyitkan dahi menatap bingung kepada bosnya ini.tidak seperti biasanya bos nya seperti ini.


Saka merasa waktu berjalan begitu lambat."apa yang sedang dia lakukan dirumah,ya?tanya nya dalam hati.


"apa aku saja ya,yang mengantarkanya,jadi aku bisa tahu tempat tinggalnya nanti"sambil senyum-senyum sendiri.Radit hanya mengawasi kelakuan bosnya ini,heran.


"Dit,kosongkan semua jadwal saya siang ini.oh ya biar saya saja yang mengantar Sisi ketempat kontrakkannya.kamu tetap disini saja"ucapnya dengan nada perintah.

__ADS_1


Radit melongo...


"udah,kamu turuti aja apa kata saya,nanti bonus kamu saya tambah"ujar Saka.


"enak kan,nggak ngapa-ngapain tapi dapat bonus?ucapnya lagi.


"baik pak"jawabnya menganggukkan kepala.


"ya sudah saya pulang"


Radit bergegas membuka kan pintu.


"oh jadi ini yang buat bos jadi nggak konsen ama kerjaannya" pikirnya senyum-senyum sendiri,membayangkan kejadian semlam,bosnya merayu seorang wanita agar mau ikutnya pulang.


***


"bi,Sisi masih dikamarnya"bertanya sambil melihat jam dipergelangan tangannya.waktu tepat jam makan siang.


"non Sisi udah pergi,den.sekitar jam 10.00 tadi"


"apa?serunya.


akhirnya Bi Ana menceritakan kepergian Sisi yang begitu cepat.

__ADS_1


Saka memijit pelipisnya,harapannya bertemu Sisi kandas.ternyata Sisi sudah lebih dulu pergi.


"apa Ibu sudah bertemu Sisi,bi? tanyanya lagi.ia takut kepergian Sisi yang terlalu buru-buru ada hubungan dengan ibunya.


"tahu,den.bahkan ibu dan non Sisi sangat akrab,dan sepertinya ibu menyukai non Sisi"ni Ana menjelaskan.


syukurlah ia lega,ternyata ibunya menyukai Sisi.karena orang yang dicari tak ada,akhirnya ia memutuskan kembali ke kantor,tapi sebelumnya ia ingin menemui ibunya.


"bu...."sapanya setelah membuka pintu kamar ibunya.ibunya hanya tersenyum.


"ibu udah baikkan"tanyanya lagi.dijawab sudah olehnya ibunya.


"Saka,Sisi adalah gadis yang baik.ibu menyukainya.ia jg sudah menceritakan semua tentang nya."ucap ibunya.


"ibu ingin dia menjadi menantu ibu"lanjutnya.


"Saka nggak bisa bu,Sisi sudah bersuami.mana mungkin Saka menikahi istri orang"jawabnya pelan,padahal didalam hatinya senang ternyata ibunya pun memiliki keinginan yang sama dengannya.


dan ibu menceritakan semua tentang Sisi.


setelah mendengar cerita ibunya,keinginannya pun semakin besar,keinginan ingin memiliki.


"tunggu Si,aku akan membawamu kembali kerumahku lagi,sebagai pengantinku"ucapnya dalam hati,ia tersenyum,senyum kebahagian.

__ADS_1


__ADS_2