
Tyo terisak,ia tidak dapat menyembunyikan perasaannya saat ini,ia menyesal,menyesal sudah memperlakukan orang yang selama ini ingin ia temui,setelah bertemu tetapi ia malah menyakiti perasaan jiwa dan raganya. karena hanyut dalam tangisannya,ia tidak menyadari ada seseorang yang dari tadi memperhatikanya.
"Dek,kamu tidak apa-apa?.tanya ibu yang tadi.
akhirnya Tyo sadar,
"maaf bu,saya tidak apa-apa.jawabnya.
si ibu mengernyitkan dahi.
"nggak kenapa-napa,tapi kok nangis?,kamu kenal sama Sisi,pemilik rumah ini?tanya nya lagi.
Tyo gugup.
"iya bu baru tadi,ternyata pemilik rumah ini,teman kecil saya.sambil menyodorkan fotonya berdua Sisi semasa kecil,dimana Sisi sedang duduk diatas ayunan,sedangkan Tyo berdiri dibelakang Sisi.
"saya menemukannya dilaci"bicara tetapi matanya mengarah kearah laci.
__ADS_1
"oh kebetulan sekali,nanti adek tanya langsung ke orangnya saja,siapa tahu dikasih harga pertemanan.ujar ibu itu seraya tersenyum.
Tyo hanya menganggukkan kepala.tak ingin menjawab.
"baiklah bu,saya permisi dulu.nanti kalau saya berminat saya akan datang lagi.oh ya saya harus menemui siapa kalau saya jadi membeli rumah ini.kan Sisi sudah pindah?.ia bertanya untuk memastikan.karena sedari tadi ia mencoba menghubungi Sisi selalu diluar jangkauan.
"aduh,kalo itu ibu juga bingung,habisnya Sisi nggak kasih nomor telepon ke ibu,hanya menitipkan kunci rumah.jawabnya.
"kalau tidak adek tanya aja langsung ke toko kue nya di dekat persimpangan depan sana,ada kios,nah disitu toko kuenya Sisi.mungkin karyawannya tahu.lanjutnya lagi
ia bergerak cepat menuju kios kue yang dimaksud tadi.setelah sampai di depan kios ia turun,ia mendongakkan kepala melihat spanduk bertuliskan 'Sisi bakery'.Tyo tersenyum,ia memikirkan kegigihan Sisi selama berjualan kue,yang tadinya dititipkan kewarung-warung,sekolah,bahkan ia menjajakannya sendiri,akhirnya membuahkan hasil,dengan kerja kerasnya ia bisa menyewa kios,meskipun hanya kios kecil.terbukti dari kesungguhannya.rasa bersalah pun semakin menggerogoti hati Tyo.Lama ia terpaku didepan toko kue Sisi,hingga suara seseorang membuyarkan lamunannya.
"maaf Kak,mau cari apa? tanya Mia,salah satu karyawan Sisi.
Tyo tersenyum kikuk.akhirnya ia melangkah masuk kedalam kios itu,matanya menyusuri setiap isi kios itu.
"maaf Anda mencari siapa?tanya Mia lagi,karena ia heran dari tadi bukannya melihat kue,si Tyo malahan memandangi setiap benda yang ada dikios tempatnya bekerja.
__ADS_1
"saya mencari Sisi,Imelda Sisi.jawabnya to the point.
Mia hanya mengernyitkan dahi.bingung.ini orang bukannya membeli kue,roti ,atau cake gitu,malahan mencari bosnya.
"apakah ada,orang yang saya cari? tnya Tyo lagi.berharap mendapat informasi keberadaan Sisi dari karyawannya.
"sepertinya anda salah alamat,disini nggak ada yang namanya Sisi atau Imelda.saya Risa dan ini Mia".Risa yang menjawab karena melihat Mia hanya bengong.
"tapi kenapa toko kue ini bernama 'Sisi bakery'? tanya lagi,karena ia tahu pasti dua karyawannya ini sedang berbohong dan menyembunyikan sesuatu.
Mia dan Risa tampak terkejut.tapi dengan sigap Risa menjawab.
"memang kak,kami masih menggunakan nama itu untuk toko kue ini,karena nama Sisi udah lumayan terkenal,takutnya kalau kita ganti nama,bakalan orang nggak mau lagi beli disini,pasti pikir mereka bukan Sisi lagi yang buat ini kue.
Tyo hanya diam,lalu ia melangkahkan kakinya keluar dan masuk kedalam mobil
"akhirnya,kita selamat"ucap Risa pelan agar tak terdengar Tyo.
__ADS_1