Mencoba Tegar

Mencoba Tegar
bab 44


__ADS_3

Diruangannya,Sisi sedang menatap laptop,ia sedang mempelajari menu baru resto nya.


tok..tok..tok..seseorang mengetuk pintu.


"Masuk"kata Sisi dari dalam.


Seorang pelayan masuk.


"Maaf Bu,ada yang ingin bertemu dengan Ibu"


kata pelayan.


"Suruh masuk"kata Sisi,masih dengan menatap laptop dihadapannya.


Seseorang masuk dan berdiri disana,Tyo.


Ia diam,menatap wanita yang selama ini ia cari,ternyata kehidupannya sangat jauh berbeda.Sekarang Sisi menjadi wanita sukses .


"Silakan duduk"kata Sisi,mempersilahkan tamunya duduk,seraya memalingkan wajahnya dari layar monitor dan beralih menatap ke tamunya.Sisi terdiam cukup lama setelah melihat siapa tamu yang ingin menemuinya.Luka hatinya terbuka kembali.


Namun dirinya kembali normal,seolah tidak pernah terjadi apa - apa diantara mereka.


"Mel.....?kata Tyo.


Sisi mendengar Tyo memanggilnya Imel,nama kecilnya.

__ADS_1


"Apa dia sudah tau"Pikir Sisi.


"Aku tau,kamu Imel temen kecil aku"kata Tyo.


Sisi berpikir,Tyo udah berubah dengan memanggilnya aku kamu,bukan lagi gue Lo.


"Mau ngapain?kata Sisi bersikap normal.


Tyo mengehela napas pelan.


"Setelah aku tau kalau kamu Imel,aku mencari kamu kemana -mana,Mel.kata Tyo lembut.


Sisi menatap Tyo,lucu pikirnya


Benar apa yang Sisi bilang,kalau dia bukan Imel,apa dirinya masih mau mencarinya.


"Tapi aku beneran nyesel,Mel."kata Tyo lirih.Dirinya masih berdiri.


"Kan aku sudah bilang penyesalan kamu,tidak akan berarti apa - apa buat aku"kata Sisi coba mengingatkan kata-katanya dulu,pada saat Tyo menolaknya untuk bertanggung jawab atas bayi dalam kandungannya.


Kini Tyo sudah duduk disofa,didalam ruangan Sisi.Dirinya nampak frustasi menunduk mengusap wajahnya.Dirinya teringat dulu,pada saat dirinya menolak Sisi untuk bertanggung jawab,dan lebih parahnya lagi,dirinya menyuruh Sisi menggugurkannya.Apa kabar dengan anak dalam kandungan Sisi? pikirnya.


tiba - tiba pintu terbuka....


"Bunda....."seorang anak kecil berteriak dan manghambur memeluk Sisi.Dan Sisi menyambutnya dengan penuh hangat.

__ADS_1


"Anaknya Bunda udah pulang"sambil mencium pipi gembulnya.


"Pulang sama siapa?hem...?Tanya Sisi kepada anaknya.


"Tu... sama om Saka."jawab anaknya menunjuk keluar ruangan,yang memang saat ini Saka masih diluar belum masuk mengikuti Shakeel.Mungkin Shakeel tadi berlari masuk kedalam.Dan Saka tertinggal dibelakang puteranya.


Tyo yang melihat pemandangan dihadapannya ini seperti terhipnotis,Ia seperti melihat keluarganya."Apa mungkin anak lelaki kecil ini putera nya"pikirnya .


Sisi yang melihat sekilas pandangan Tyo kearah dirinya dan puteranya lalu dirinya menyuruh anaknya keluar dan bermain ditaman disamping cafenya ini.Dan anaknya menuruti apa yang diperintahkan bundanya.


Pandangan Tyo tak lepas dari anak itu,wajahnya sangat mirip dengannya.Rambut lurusnya,hidung mancungnya mata elangnya,bibirnya,semua mirip sekali dengannya,hanya kulitnya yang mirip Sisi,kuning langsat.


Sisi mengerti dengan pandangan dan pikiran Tyo yang melihat puteranya dengan tatapan menyelidik.


"Shakeel bukan anakmu,dia anakku."Kata Sisi sarkas.Ia tidak suka akan pandangan Tyo ke puteranya.


"Kamu tidak bisa menutupinya,Mel.Aku tau dia anakku,anak kita."kata Tyo.


"Anak kita? Dia anakku,aku adalah ibu sekaligus ayah buat anakku,bukan kamu.Pergilah,aku tidak ingin melihatmu"kata Sisi,namun ia tidak melihat Tyo sedikit pun.


Tyo melangkah hendak keluar dari ruangan Sisi,ia mengatakan bahwa dirinya akan memperjuangkan Sisi dan puteranya.


Sisi hanya diam tak menjawab apapun.Setelah Tyo keluar dada sesak yang ia rasakan akhirnya tumpah,ia menangis diruangannya.


Tiba-tiba pintu terbuka.....

__ADS_1


__ADS_2