
Pagi-pagi sekali Sisi sudah menyelesaikan cakenya,karena sebelum jam 9.00 cakenya harus sudah ada dikantor Saka.ia memesan taksi online,sebenarnya ia bisa saja memakai jasa go-send,hanya karena Saka yang memintanya sendiri yang mengantarkan cake ini langsung ke kantornya,dan menemui dirinya diruangannya untuk meneken kontrak kerja samanya.
sedangkan Saka sendiri nampak terburu-buru,ingin cepat kekantornya ,ia tidak ingin keduluan Sisi yang datang.
"Saka kamu nggak sarapan? tanya sang ibu yang sudah lebih dulu duduk dikursi makan.
"nanti aja bu,dikantor.Saka buru-buru.seraya mencium pipi ibunya.
Saka pergi bu.pamitnya.ia memang sengaja tidak sarapan,karena ia ingin sarapan cake buatan Sisi nanti dikantornya,bareng Sisi.
Sisi turun dari taksi.ia berjalan membawa dua kantong ukuran jumbo,berisi 200 kotak cake.
setelah bertanya dengan resepsionist.ketika ia membalikan badan,tiba -tiba...'brughhh...
"aw..."Sisi meringis.lalu ia meletakkan kantong itu kelantai,dan memegangi bahunya.
"maaf"ucap seseorang.
"nggak papa.."ucap Sisi.lalu ia mendongakkan kepala.
__ADS_1
"Sisi?"tanya orang yang menabraknya.
"Yogi..! ucapnya tak percaya ia akan bertemu mantannya lagi,Yogi yang dianggapnya bisa menjadi sandaran ketika orang tuanya telah pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya,malah memutuskan dirinya secara sepihak.dulu.
"iya ..aku kerja disini."jawabnya.
"oh...Jawab Sisi singkat.lebih tepatnya ia malas.
"kamu sedang apa disini?" yogi bertanya.karena ia heran dari pertama ia masuk kekantor ini,ia sama sekali tidak pernah melihat Sisi.
Saka melihat semuanya.ia tidak suka melihat Sisi berbicara dengan laki-laki.
Sisi hanya mengikutinya.Yogi menatapnya tak percaya,bahwa Sisi mengenal bos tempatnya bekerja.yang lebih membuat dirinya terkejut Sisi masuk melalui lift khusus,yang hanya boleh dipakai oleh bosnya itu.
"sepertinya Sisi punya hubungan dengan bos? gumamnya.
"tapi kayak nya Sisi lagi hamil,apa mungkin istri bos ya?"tapi ngapain dia kesini pakek bawa kantong begituan.pikirnya.
ia berjalan menuju ruangannya,memang sudah waktunya bekerja.ia masih memikirkan wanita yang pernah menjadi bagian dari hidupnya,"tambah cantik kamu,Si"gumamnya.
__ADS_1
sedangkan diruangan Saka.
"ayo buruan...mana yang harus aku tanda tangani,udah siang ini"ucapnya.ia kesel melihat Saka,yang sepertinya mengulur waktunya itu.ia masih banyak pesenan cake.dan itu harus selesai pukul 03.00 sore nanti,dan ia masih berada dikantornya Saka menemani Saka menikmati cake sambil minum kopi.alesannya "temeni aku sarapan,ya".begitulah ucap Saka tadi,ketika Sisi buru-buru mau pergi.
Saka pura-pura nggak denger apa yang Sisi ucapnkan,ia sengaja mengulur waktunya,ia ingin terus berlama-lama bersama Sisi.padahal hatinya tertawa.
sedangkan Radit menatap jengkel pada bosnya itu,ia pusing akan tingkah laku bosnya akhir-akhir ini,yang dianggapnya kayak anak ABG yang lagi kasmaran.yang mengorbankan semua pekerjaan hanya demi untuk berbincang yang nggak jelas dengan wanita pujaannya ini.menurutnya
Saka melihat sekilas ke arah Radit,ia tau apa yang dipikirkan oleh asistennya ini.
"Dit ambil berkas yang kamu buat semalam"perintahnya.diangguki kepala oleh Radit.
"nih,kamu baca dulu"ujar Saka sengaja menahan kepergian Sisi,karena berkas yang harus Sisi tanda tangani sangat banyak perjanjian yang harus mereka sepakati.
"kamu gila,nyuruh aku baca segini banyak.udah aku tanda tangani aja.keburu lama,aku lagi banyak pesenan.ujarnya kesel "aku harus tanda tangani kertas sebanyak ini?"ucapnya lagi.ia tahu Saka sengaja melakukan ini.
"udah,nanti aku bawa kerumah aja.nanti aku tanda tangani dirumah dan kamu boleh menyuruh asistenmu mengambilnya dirumahku.ucapnya sambil melirik sekilas kearah Radit.
Saka tersenyum senang,walaupun ia tidak bisa menahan Sisi dikantornya.paling tidak dia punya alasan kembali ke rumah wanita ini.
__ADS_1
"oke"jawabnya.