Mencoba Tegar

Mencoba Tegar
bab 36


__ADS_3

Seperti ada belati tak kasat mata menancap tepat dihatinya.sakit,namun tak berdarah.ia sengaja menyuruh Radit keluar membeli sate,padahal itu hanya alasan saja.setelah kepergian Radit,air matanya pun lolos dari tempatnya.ia menumpahkannya.kenapa juga Saka harus memberikan perhatian lebih kepadanya,belum sempat ia membuka hati tapi ia sudah menghancurkannya.meskipun dirinya ada sedikit perasaan,bagaimana pun ia perempuan yang apabila merasa diperhatikan akan sedikit tersanjung.tapi hari ini,ia merasakan sakit untuk kedua kalinya.apalagi hari ini ia melihat noda merah agak samar dileher jenjang Angel.dan bibir Saka yang sedikit membengkak,ia bukanlah wanita bodoh,yang tak tau akan begituan.


membayangkannya membuatnya sakit.tapi ia merasa sedikit lega karena Tuhan masih sayang padanya,dan dengan cepat mmeperlihatkan,bahwa Saka bukanlah lelaki yang baik,untuknya dan anaknya kelak.dirinya kecewa,sangat kecewa.


setelah cukup lama ia menangis,bayinya pun ikut menangis,ntah apa yang dirasakan bayinya,apakah ia merasa tidurnya terganggu oleh tangisannya,ataukah ia juga ikut merasakan kesedihannya.ia menenangkannya dengan memberinya Asi.ia mengucap syukur,bahwa Asinya sudah ada,jadi ia tidak perlu susah memberikan sufor.sepertinya ia mengerti keadaan ibunya.


tiba-tiba pintu terbuka,dan itu mengejutkan Sisi,lalu dengan reflek menarik payu***anya,dan bayinya menangis karena merasa makanannya ditarik paksa.


glekkk.....nampak dua pemuda itu menelan ludah kasar,tak sengaja melihat pemandangan didepan matanya.


"putih berisi,sedikit montok".pikiran kotor mereka mulai merasuk


lalu dengan cepat Radit tersadar.

__ADS_1


"ni satenya.mau langsung dimakan?tanyanya.sekarang ia berada disamping ranjang Sisi dan membuka bungkusan sate.


Saka yang melihat perhatian Radit ke Sisi,tidak terima."harusnya aku yang disana,dampingimu bukan Radit"begitulah pikirnya.


"iya,makasih.nanti aku makan"jawabnya seraya meninabobokkan bayinya yang mulai tenang.


"sini,nanti aku gantian gendong,kamu makan,gih.biar Asinya banyak"ucap Radit.


Bener juga yang dikatakan Radit,aku harus banyak makan,supaya Asiku banyak.


Sisi bukannya ingin memanasi Saka,tapi ia memang harus banyak makan.


Saka melihat mereka seperti melihat sepasang suami istri.perhatian Radit selalu disambut Sisi dengan senyuman.tidak seperti dirinya,Sisi selalu menolak dan marah apabila ia memberikan perhatiannya.

__ADS_1


ingin sekali ia menonjok wajahnya Radit.memang ini salahnya,ia tidak mengetahui bahwa Sisi akan melahirkan,dan ia malah sibuk dengan cinta pertamanya.hingga sekarang Raditlah yang mengambil posisinya.


lalu Saka mendekat kearah Sisi dan Radit.


"maafkan aku ya,aku nggak nemenin kamu disaat begini"ucapnya.


Sisi hanya menatapnya bingung,ia merasa tak ada hubungan spesial dengan Saka.kenapa mesti Saka harus minta maaf.begitu pikirnya.


"aku emang nggak mau ngerepoti siapapun,aku bisa sendiri,kerumah sakit ini aja sendiri.aku juga nggak tahu bakal melahirkan karena nggak ada tanda-tanda,tadinya aku mau periksa,eh dokter bilang kalau aku harus segera dioperasi,karena ketubanya udah kering.ucapnya menjelaskan.


Saka sedikit lega,bahwa Radit tidak mendampingi kelahiran bayinya Sisi,seperti apa yang ia pikirkan.


"kok kamu kesini lagi? kemana Angel."Sisi bertanya.karena ia heran,baru saja Saka meninggalkan rumah sakit,eh udah kembali,cepat lagi.

__ADS_1


Sisi cukup pintar menutupi perasaannya.ia tidak mau terlihat rapuh dimata dua lelaki dihadapannya ini.begitulah pikirnya.


__ADS_2