Mencoba Tegar

Mencoba Tegar
bab 53


__ADS_3

Saka tidak mendengarkan apa yang dikatakan Sisi,dengan gerakan cepat ia mengangkat tubuh Sisi dan dihempaskannya ke tempat tidur lalu ia sendiri langsung mengunngkung Sisi dengan tubuhnya.Saka menyeringai,tatapan liarnya berkeliaran,lalu tangan kanannya meraba paha Sisi yang tak ada cacat sama sekali,putih bersih mulus,sangat menggoda iman.Sisi menangis dan memohon,tapi Saka tak peduli,setelah ia memandangi paha mulus itu,ia. menatap kembali ke wajah Sisi,ia tak berhenti menelan ludahnya,tenggorokkanya seperti tercekat.Dilihatnya Sisi menangis,dan kedua tangannya menangkup memohon.Saka menhusap air mata Sisi,dan Sisi langsung memalingkan wajahnya.Ia sungguh takut,benar benar takut.Saka yang sudah dibalut napsu,segera menciumi leher jenjang Sisi,ia mendusel duselkan wajahnya ke leher Sisi.Sisi meronta ronta,tangannya terus mendorong tubuh kekar Saka supaya tidak menempel langsung ke kulitnya,ia tidak dapat menggerakkan kakinya,karena Saka menjepit kakinya dengan kedua pahanya.Sisi tidak menyangka Saka akan melecehkannya seperti ini,ketika bibir Saka sudah hampir mendekati dua asetnya,Sisi berteriak.


"tidaaaaaaaaaaaakkkkk!!!!!"


Tiba tiba pintu terbuka,dan Saka langsung mengehentikan perbuatannya,ia dengan cepat turun dan berdiri dari tempat tidur.ia menatap ke arah pintu.


"bundaaaaaa.......!! Shakeel setengah berlari menghampiri bundanya.


"kenapa bunda menangis,apa yang terjadi bunda?" lanjutnya.


Sisi langsung memeluk dan mendekap puteranya "Alhamdulillah"bahtinnya ternyata Allah menolongnya melalui Shakeel puteranya sendiri.Ia tidak ingin membuat puteranya berpikiran yang macam macam.

__ADS_1


"nggak,bunda nggak apa apa,tadi bunda hanya jatuh dikamar mandi"Jawab Sisi,berbohong,karena pasti Shakeel banyak bertanya kenapa bundanya hanya memakai handuk.


"iya sayang,tadi bunda jatuh dikamar mandi,jadi oom bantuin bunda."Saka ikut menimpali.Shakeel melihat kearah Saka berbicara lalu kembali menatap bundanya.


Sisi tersenyum miris sambil menganggukan kepalanya tipis.Ia hanya mendekap puteranya tidak melihat sedikit pun kearah Saka.Cukup lama keadaan hening itu terjadi.Dan Sisi tidak berniat sedikit pun turun dari kasur,ia terus mendekap puteranya.Akhirnya Saka mengalah dan ia berjalan menuju ke arah pintu,lalu menghentikan langkahnya.


"aku minta maaf.Aku pulang." ucap Saka.


"tunggu bunda sebentar disini ya?"ucapnya pada Shakeel.Shakeel hanya menganggukkan kepalanya.


Sisi melangkah kearah depan ,masih dengan menggunakan handuk,ia mengambil tasnya dan mengambil kunci rumah lalu dengan langkah cepat ia mengunci pintu.Ia kembali lagi kekamar,ia langsung melangkah kearah kamar mandi,Shakeel hanya menatap Sisi heran.Sisi mandi membersihkan tubuhnya yang terjamah oleh Saka.rasanya ia ingin menangis.tapi itu tidak dilakukannya karena Shakeel berada dikamarnya saat ini,ia tidak ingin mengundang pertanyaan dari sibuah hati.Ia melangkah keluar kamar mandi,dan melihat Shakeel masih berada pada posisi yang sama pada saat ia meninggalkanya untuk mengunci pintu,yaitu duduk ditengah kasur dan menatap dirinya.

__ADS_1


Setelah berpakaian Sisi naik ketempat tidur.


"Shakeel mau tidur disini,hem?ucapnya sambil mengusap pipi puteranya sayang.


Shakeel tidak menjawab,ia hanya menganggukan kepalanya..


"ya udah ayo kita tidur"ucap Sisi lagi seraya membaringkan tubuh Shakeel.Dan ia pun ikut berbaring disamping puteranya.


"bunda......bunda nggak papa kan? beneran bunda jatuh tadi?"Shakeel mulai menanyakan.ia bingung karena bundanya menangis.


"apa ada yang sakit.Kalo emang bunda jatuh,kok bunda bisa berjalan kedepan,bunda juga bisa kekamar mandi sendiri?ucapnya lagi.

__ADS_1


Tu kan bener pasti Shakeel curiga,karena tatapannya itu seolah olah mengatakan,ada sesuatu terjadi pada Sisi.


__ADS_2