
mata Sisi menyusuri setiap sudut kafe,ia tersenyum."kita bicara disana"ucapnya seraya menunjuk memakai dagunya.ia pun melangkah mendahului Tyo yang mengekor dibelakangnya.
"penting amat"pikirnya.
setelah sampai ditempat yang dituju ia pun duduk menghadap Sisi yang lebih dulu duduk membelakangi kaca pembatas kafe.Sisi sengaja memilih tempat agak jauh dari teman-teman Tyo,karna ia gak mau mereka mendengar apabila nantinya terjadi perdebatan diantara mereka.
"Lo mau ngomong apa,langsung aja ke intinya,Lo gak liat temen-temen gue pada lagi nungguin gue,terutama tu Rani,pacar gue."ucapnya seraya menoleh kebelakang dan tersenyum kearah Rani,yang memang sedang memandangi kami,memandang dengan tak berkedip,seolah olah bicara "ada apa dengan kami?"
Sisi pun merogoh sesuatu dari dalam tasnya,ia meletakan benda pipih itu diatas meja tepat dihadapan Tyo."nih"ia berucap.
"apa ini?"tanyanya dengan mengernyitkan dahinya seolah berfikir keras."jangan bilang Lo hamil"serunya lagi.
__ADS_1
sambil menghela nafas,Sisi berkata"iya,gue hamil,hamil anak Lo,darah daging Lo"tambahnya.
"jadi Lo datang kesini mencari, gue ngerusak acara gue,cuma mau bilang hal gak penting kayak gini?"ia berseru."gue gak percaya itu anak gue,lagian kita juga baru sekali ngelakuinnya?"serunya lagi. karna setau Tyo orang hamil itu yang sudah pernah melakukannya berulang-ulang,lah ia baru sekali nidurin Sisi meskipun ia melakukannya berulang ulang kok bisa hamil.ia berfikir keras.
"ohhh,gue tau atau jangan-jangan Lo minta gue bertanggung jawab,nikahin Lo gitu? biar Lo bisa hidup enak dengan menyandang nama besar keluarga gue,iya?"tambahnya lagi kali ini dengan wajah memerah seperti menahan amarah."Lo udah bosen hidup miskin?"serunya lagi.
"udah?"ujar Sisi masih dengan nada santai.ia tidak mengerti dengan jalan pikiran Tyo,harusnya ia yang marah,tapi ini malah sebaliknya.belum sempat Sisi melanjutkan kata-katanya.Tyo kembali bicara,kali ini lebih menyakitkan.
"gugurin anak itu,sebelum semua orang tau bahwa gue anak orang terpandang di kota ini,menikahi cewek miskin kayak Lo,dalam keadaan yang sedang mengandung anak gue"
"Cukup Tyo Mahendra!!!! serunya."kesempatan Lo sudah berakhir.sambil menghela nafasnya kasar."gue tidak mintak pengakuan dari elo,tidak mintak pertanggungjawaban elo,tidak pula mintak dinikahin sama Lo,gue cuma mo kasih tau kalo gue hamil hasil dari perbuatan Lo"ujar Sisi masih dengan nada yang santai.meskipun ada sesak didadanya.
__ADS_1
"permintaan Lo untuk menggugurkan janin ini,maaf gue gak bisa,sudah terlalu banyak dosa gue,gue gak mau menambah dosa dengan membunuh anak gue sendiri."tambahnya lagi.
ia menghela nafas dan membuangnya kasar.
"haaa...baiklah Tyo,hanya ini yang mau gue sampe'in ke elo"seraya mengambil benda pipih tadi yang ia letakkan diatas meja.ia pun berdiri karna dia merasa sudah mendapatkan jawabannya jadi untuk apa ia berlama-lama ditempat ini.
"ohhh iya,terima kasih ya,karna perbuatan Lo anak ini bisa ada dirahim gue"sisi berkata sambil melihat perutnya yang masih rata.tanpa sadar Tyo pun mengikuti kemana arah mata Sisi memandang.
"karna Lo juga,gue gak akan sendirian didunia ini,ketika anak ini lahir nantinya."lanjutnya lagi.
"kesempatan yang gue kasih ke elo udah berakhir,gak ada lagi kesempatan berikutnya.penyesalan Lo nantinya,gak akan berarti apa-apa buat gue.karna gue gak akan pernah nerima elo lagi,meskipun hanya sekedar berteman.terima kasih atas semua penghinaan Lo ke gue".ia mengucapkan dengan tersenyum.Tyo hanya diam ntah apa yang ada dipikirannya saat ini.
__ADS_1
"oke,gue pulang.selamat bersenang-senang,Tyo Mahendra.ucap Sisi seraya berlalu dari hadapan Tyo.
"gue harus melanjutkan hidup gue,menjadi ibu sekaligus ayah untuk anakku"