
Sisi mendongakkan kepalanya mengalihkan pandangannya yang semula menatap berkas berkas diatas mejanya menjadi menatap ke arah pintu.Ia menelan ludahnya,seakan tercekat ditenggorokkannya.
"ada apa lagi?" ucapannya lembut,memang ia bukanlah tipe orang pendendam,walaupun orang yang berada dihadapannya ini adalah orang yang sudah memporak porandakan kegadisannya.Biarlah Tuhan yang akan membalas,ia cukup memaafkan dan menjalani kehidupan yang sudah ditakdirkan sang Penciptanya.
Tyo melangkahkan kakinya masuk, mendengar Sisi bertanya kepadanya.Ia duduk disofa,tanpa harus menunggu sipemilik menyuruhnya duduk.
"Si,aku mohon maafkan aku.Aku akan bertanggung jawab,mari kita menikah.Aku mohon demi Shakeel."ucapnya dengan lembut.
Sisi menyeringai mendengar ucapan yang keluar dari mulut Tyo.Ia lalu berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati sofa,ia duduk bersebrangan.
"demi Shakeel....atau dirimu pribadi? Jangan pernah Shakeel kau jadikan alasan.Bukankah kau lihat sendiri Shakeel bahagia hidup hanya berdua denganku,ibunya.tanpa harus ada ayahnya."
"tapi,Si...apa kamu tidak memikirkan bagaimana keadaan psikologisnya kalau seandainya semua orang mengejeknya karena tidak mempunyai ayah"
"aku sudah katakan padanya kalau ayahnya sudah meninggal,kau puas?"Sisi menyeringai.
__ADS_1
Sebenarnya ia berbohong,ia melakukan itu karena menghindari Tyo.
Rahang Tyo mengeras mendengar ucapan Sisi.Ia tidak percaya apa yang dikatakan Sisi barusan,ia tidak menyangka wanita selembut Sisi dapat menceritakan kebohongan kepada anaknya,tentang keberadaan ayahnya.
"apa yang kamu bilang barusan,hah?!!!"ucapnya keras.Kalau saja dihadapannya ini adalah seorang lelaki,tak perlu menunggu waktu lagi,mungkin ia akan menghajarnya habis habisan.
"coba kau ulangi?"pintanya.Tyo kembali meminta Sisi mengulang perkataannya tadi.siapa tahu ia hanya salah mendengar.
Sisi menghirup udara pelan,dan menghempaskannya kasar.
"aku minta kamu keluar ,jauhi kami,aku tidak akan membiarkan siapapun itu mendekati anakku,termasuk dirimu,Tyo Mahendra.Dan perlu kau ingat Tyo....aku masih bisa menghidupi puteraku,tanpa harus menyandang nama besar dan kekayaan keluargamu."ucapnya halus.Untuk mengingatkan Tyo bagaimana dirinya dulu merendahkannya.Disaat ia memberitahukan kehamilannya.
"Si,aku mohon aku minta maaf,maafkan aku.Ak........
Sisi langsung menyela omongan Tyo.
__ADS_1
"Aku sudah memaafkanmu,tapi bukan berarti aku mau dinikahimu.Ayolah Tyo...kau sekarang sudah menjadi orang yang sukses,pasti banyak wanita yang mau denganmu,tapi itu bukan aku"
Sisi tidak mengetahui kalau Tyo sudah menikah dengan Rani.
"aku sudah menikah,Si" ucapnya pelan.
Sisi mengerutkan dahinya sehingga matanya terlihat sipit.
"aku menikahi Rani.apa kau tahu?"Tyo menghela nafas dalam dan melepaskanya pelan."kami menikah sudah hampir lima tahun,dan ia belum hamil.sebelum aku menikahinya aku mencarimu kemana mana dan tak menemukan keberadaanmu.Akhirnya aku menikahi Rani.Kalaupun aku mandul tapi mengapa kau bisa hamil,sedangkan Rani tidak? Ntahlah.....apa mungkin ini karma atas perbuatanku"
Sisi mendengarkan setiap kata kata yang keluar dari mulut Tyo,ada sedikit kejengahan.karena Tyo mengatakan"mengapa ia bisa hamil karena perbuatannya" Sumpah demi apapun ia sangat membenci saat kejadian itu.
"Si,aku mohon biarkan aku membawa Shakeel menemui mama dan papa,mereka sangat ingin menimang cucu dari darah daging mereka.Aku mohon.ucap Tyo lagi.
"Tidak!!!!" tegas Sisi.Ia berdiri dan mengusir Tyo agar keluar dan pergi dari hadapannya.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir ketulisan saya ini
Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT.AMIN.