
hari ini,seharusnya ia bersemangat tapi kenyataannya tak sejalan.ia turun dari ojek online yang ia pesan,ia pun memberikan ongkos kepada drivernya.dengan langkah gontai ia masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum"ia memberi salam
"wa'alaikumsalam"jawab sang ibu.bagiamana sekolahnya sayang?
'nanti aja ya bu ceritanya,imel capek".seraya berjalan kekekamarnya.
ibu mengernyitkan dahi.bingung akan kelakuan putrinya.
"tumben,biasanya gak begini kalo sedang di tanya" ibu berjalan kearah dapur menyelesaikan pekerjaan yang sempat terhenti krna menyambut kepulangan anaknya.
sedangkan di dalam kamar,sisi terbaring masih mengenakan atribut sekolahnya.
"apa mungkin sih,sifat dan sikap seseorang akan berubah kalo mereka tumbuh dewasa?"kenapa ia tidak mengenaliku,dia saja aku ingat.baiklah..kita liat besok"pikirnya.tanpa disadari matanya pun terpejam.
waktunya makan malam..sisi keluar kamar menuju meja makan,disana sudah duduk kedua orang tuanya sambil tersenyum menyambut dirinya agar bergabung bersama mereka.tidak ada suara dimeja makan.selesai makan ia membantu ibunya mencuci piring.setelahnya ia bergabung bersama ayahnya diruang keluarga.
"yah,sebaiknya nanti aja kita kerumah om Danu"sisi memulai pembicaraan.
__ADS_1
"Loh,kenapa?
"tapi ibu udah buat kue banyak,"sambung ibu.tadi kamu ibu tungguin didapur,katanya mau bantuin ibu buat kue"
"maaf ya bu?" sambil tersenyum
"kayak nya Tyo gak ngenalin imel deh,yah"sambil menghela nafas.ayah dan ibu saling pandang sambil mengernyitkan dahi.
"Loh kok bisa?" ibu bertanya.ya udah kita kesana aja,biar Tyo tau sama kamu.
"kayaknya jangan dulu deh bu,yah.tunggu sampek Tyo bener-bener ngenalin Imel.
"terus gimana sama kue yang ibu buat,banyak loh yah"timpal sang ibu.
"ibu kasih aja besok ketetangga-tetangga.sekalian perkenalan tetangga baru,sekalian jg promosi,kan lumayan"jawab Sisi.
"oh iya,ya udah besok ibu mau silahturahmi ke tetangga-tetangga.
sambil menonton acara keluarga ibu menghidangkan kue buatannya..mereka tertawa bersama.tak terasa waktu sudah semakin larut.mereka pun beranjak kekamar,beristirahat.
__ADS_1
diatas tempat tidur Sisi belum bisa memejamkan matanya.ingatannya tertuju ke sikap Tyo siang tadi disekolah.kata-kata yang menyakitkan buat anak baru seperti dia.rasanya ia ingin pindah sekolah lain saja.tapi kasihan orang tuanya harus keluar biaya lagi untuk memindahkannya kesekolah lain.
"apalagi yang akan terjadi besok,ya?"pikirnya.
"ah sudahlah,kita tak pernah tahu apa yang Tuhan rencana kan untuk kita nanti"ia pun memejamkan mata.tidur adalah pilihan yang tepat.
hari pun menjelang pagi.ia dan keluarga mengerjakan rutinitas seperti biasa.
"ayo selesai kan cepat sarapannya,ayah hari ini harus datang lebih awal kekantor"
"ya udah ayah duluan aja,nanti Imel pesen ojol aja"jawabnya menyeringai.
"nggak apa-apa ayah tinggal?"
"nggak papa,kok yah"sambil mencium tangan sang ayah.
"ya udah,kamu hati-hati ya.kalo ada apa-apa cepat kabari ayah".sang ayah kwatir,masih takut melepaskan sang anak sendiri,karna mereka memang baru beberapa hari menempati kota ini."ya udah bu,ayah pergi dulu yah,hati-hati juga dirumah"mengulurkan tangan pada sang istri
"iya ,ayah juga hati-hati" menyambut tangan sang suami untuk di cium.
__ADS_1