
dua bulan lagi menuju kelulusan.tidak terasa,waktu begitu cepat berlalu.hari-hari yang ia lalui tak seindah apa yang ia bayangkan sebelumnya.selalu saja setiap hari ia mendapatkan hinaan dan makian dari orang yang pernah menjadi bagian dari hidupnya,walaupun hanya teman semasa kecil.ingin ia memberi tau semua yang terjadi pada sang ayah,namun ia tidak ingin membuat orang tuanya kwatir dan mendatangi rumah Om Danu.
hingga hari naas itu tiba,dimana ia harus kehilangan kedua orang tuanya.dan semakin bertambahlah hinaan demi hinaan yang ia dapatkan setiap harinya.
*****
ia melangkah keluar kafe dengan sedikit santai,walaupun hati dan perasaannya hancur.ia mencoba kuat didepan mereka,ia tak ingin semua melihat betap rapuh dirinya,harus menghadapi kenyataan hidup seorang diri.
Tyo mamandangi punggung wanita yang pernah ia renggut paksa kehormatannya itu dari dalam kafe,ada rasa terenyuh yang ia rasakan.'betapa kuat dia,itulah yang ia pikirkan saat ini.kalo wanita lain mungkin sudah menangis.tapi dia sungguh berbeda.
"mikirin apa sih,yank? tanya Rani.menatap sang kekasih,dari tadi hanya melamun,tidak seperti sebelum bertemu sama Sisi.itulah pikirnya.
"yank...yank...yank?"agak sedikit keras.
"eh...,iya? jawab Tyo sedikit gelagapan."kamu ngajak aku ngomong,beb?" tanyanya.
__ADS_1
"ada apa ,kok dari tadi setelah ngobrol sm Sisi,kamu jadi pendiem?
"ah...? nggak kok.biasa aja"sambil mencium pipi sang kekasih supaya berhenti bertanya.
"ya udah ,yuk kita pulang,apa kamu masih mau disini bareng temen-temen?"
"kenapa buru-buru sih,yank baru aja gabung kamunya,tadi kan kamu lama ngobrol sama Sisi?" mencoba merayu.
"kepalaku sedikit pusing,aku mau istirahat dirumah.kalo kamu mau pulang nanti aku anter dulu,kalo nggak nanti minta anter aja sama Deni"menjawab sambil menunjuk kearah temannya Deni.
"ya udah,nanti aku bareng Deni aja"sambil tersenyum."kamu istirahat ya?" Tyo mengganggukkan kepalanya.
"oke bro,tenang aja"jawab Deni.
***
__ADS_1
didalam kamar ia tidak dapat memejamkan matanya."Sisi,gumamnya."Arrrrggghhhh...menghempaskan bantal kelantai dengan keras."******* Lo,Yo,kenapa sampek bunting tu anak orang Yo" ia memaki dirinya sendiri.
"kira-kira dia bakalan kasih tau ke orang-orang gak ya,kalo gue yang buntingin tu anak? ia mencoba menerka."bisa gawat kalo orang-orang sampek tau,hancur nama keluarga gue"ia masih berbicara sendiri.
"tapi, mana mungkin lah,sama aja ia mempermalukan dirinya sendiri"
akhirnya ia dapat memejamkan matanya.
***
sepulang dari kafe Sisi tidak langsung pulang.ia berencana menemui sesorang,ya seseorang pemilik kios,yang akan menyewakan kiosnya untuk Sisi. karna ia terlanjur hamil,ia memutuskan menunda kuliahnya.uang untuk kuliah ia gunakan untuk menyewa kios kecil untuk membuka usaha kueny.
Deal...terdengar dua orang bicara dan saling menjabat tangan.dan meneyerahkan kunci kios kepada Sisi.
"alhamduillah,semoga berkah ya Allah"bathinnya
__ADS_1
ia memutuskan untuk membersihkan kios itu,karna akan langsung ia tempati.
ah,,sudah bersih.tinggal memberi etalase untuk meletakkan kue yang sudah jadi.dan memindahkan alat-alat dirumah ke kios"ia berbicara sendiri.Ayah,ibu maafkan Imel"ucapnya lirih.