MENDAPATKAN SISTEM DI DUNIA LAIN

MENDAPATKAN SISTEM DI DUNIA LAIN
Chapter 166 : Para Wanita


__ADS_3

⟨ Jangan lupa like, vote, dan komentar! ⟩


•••


“Aku bertanya apa kau memiliki rasa bersalah atau tidak!” Yang Xiu mengecamkannya.


“Ahhgg …” wanita itu semakin merasakan cekikikan Yang Xiu semakin kuat sehingga dia menjadi lebih panik.


“Tentu saja aku merasa bersalah, tapi aku cinta kepada Yang Feng!” ungkapnya.


“Aku Hua Chu'er berani memegang kata-kataku!” tambahnya.


Yang Xiu memandang wanita di hadapannya itu dengan tatapan dingin.


“Kau jujur seakan-akan aku tidak berani membunuhmu.” kata Yang Xiu kepadanya.


“A-Aku memang bersalah dan memang mati adalah caraku menebus dosaku, tapi bisakah kau melepaskan Yang Du?” balas Hua Chu'er.


“Yang Du?” Yang Xiu kemudian paham bahwa itu adalah nama dari pemuda yang dia genggam di tangannya saat ini.


“Persetan dengan kalian!” Yang Xiu mengutuk mereka berdua dan dalam sekejap menghancurkan seluruh tubuh mereka berdua menjadi debu yang menghiasi kota beijing ini.


“Akhirnya aku menyelesaikan semua dendam besarku di bumi.” Yang Xiu bergumam pada dirinya sendiri.


{ Host mendapatkan misi baru! }


“Hah …? oh, misi baru, Tunjukkan.” kata Yang Xiu.


{ Baik! }


[ Misi : Mengumpulkan Heavenly Yin Water!


Hadiah : 1 Miliar Poin


Waktu : 1 Bulan


Terima : Ya | Tidak ]


{ Jika host menerima misinya, maka host akan mendapatkan petanya! }


“Hmm …” Yang Xiu memandangi layar sistem dengan tenang dan berpikir apakah harus menerimanya atau tidak.

__ADS_1


“Sudah lama aku tidak mendapatkan misi dengan hadiah sebanyak ini, jadi …” gumam Yang Xiu.


“Ya! Aku terima!” lanjutnya.


{ Peta untuk menuju ke tempat Heavenly Yin Water … }


•••


Sore Hari | Di tengah kota Beijing.


Yang Yun memimpin para wanita milik Yang Xiu untuk pergi berbelanja.


Uang? tentu saja mereka menggunakan semua tabungan milik Yang Yun.


Uang milik Yang Yun sangat banyak karena dia sudah mulai menabung semenjak 5 tahun yang lalu, tapi sedikit lagi dia akan pergi mengikuti Yang Xiu, apa gunanya ¥105.150 di kartu ATM nya? bukannya akan percuma jika dia tidak menghabiskannya?!


⟨ ¥105.150 \= ± Rp240.000.000 ⟩


“Terimakasih sudah berbelanja.” ucap sang kasir yang menjaga toko pakaian itu.


Setelah berbelanja di toko pakaian, mereka semuanya keluar, semua wanita kecuali Yang Yun dapat merasakan sesuatu yang buruk sedang terjadi.


“Eh, kenapa kalian berhenti?” tanya Yang Yun.


“Hoh …” Yang Yun sedikit mengangguk, dia tidak terlalu terkejut, entah kenapa setelah memahami beberapa misteri tentang jalan surgawi, Yang Yun semakin acuh tak acuh terhadap sesuatu seperti itu.


“Lalu kakak saat ini di mana?” tanya Yang Yun.


Qin Yu segera menunjuk ke arah selatan dan terlihat sebuah gedung yang sangat tinggi di sana bahkan melebihi awan.


“Tuan ada di sana. Dia sepertinya sedang bermeditasi di sana dan tidak ingin diganggu oleh orang-orang.” Qin Yu menjelaskan dengan wajah tenang dan ada perasaan kasihan di matanya.


“Lupakan itu, sebaiknya kita pergi saja ke restoran termewah di kota ini!” ajak Yang Yun karena merasa bahwa suasana sedikit suram.


Segera mereka berlima pergi dengan berjalan kaki, mereka benar-benar kelihatan seperti nona muda, kecuali Ruo Qing yang kelihatan lebih dewasa dari semua orang.


Wajah mereka semua cukup menikmati keindahan kota ini, benar-benar sangat hidup! seperti inilah impian mereka, membuat kota yang damai seperti ini, tapi itu mustahil dilakukan di dunia kultivator karena hukum di sana adalah kekuatan yang nomor 1 … bahkan pembunuhan menjadi hal yang lumrah di sana.


Mungkinkah Tuan ingin membuat dunia yang mempunyai aturan seperti ini? para wanita bahkan berpikir seperti itu.


•••

__ADS_1


Selang beberapa menit kemudian, mereka berlima tiba di depan restoran bintang 5 yang sangat megah dan bertingkat 3.


Ketika masuk, mereka diperiksa dan melihat penampilan mereka yang cantik dan berpenampilan mewah, pelayan itu sempat terpesona sambil mempersilahkan mereka untuk masuk.


Ketika mereka masuk, pelayan itu mengeluarkan sebuah HT dan menghubungi seseorang.


“Katakan pada bos, kali ini benar-benar ada dewi yang jatuh dari langit! dan mereka ada 4 orang!” kata pelayan itu dengan wajah terkagum-kagum dengan keindahan Qin Yu, Xin'er, Yun Lan, serta Ruo Qing. Meski Yang Yun sebenarnya cantik, tapi kecantikan seperti itu dia sudah banyak melihatnya.


Setibanya di dalam restoran, mereka kemudian diajak ke suatu tempat.


“Eh, kau mau membawa kami ke mana? bukankah ada banyak meja kosong di lantai pertama?” tanya Yang Yun dengan wajah polosnya.


“Eh itu … meja di lantai pertama sudah dipesan semua, jadi aku akan membawa kalian ke lantai ketiga.” jawab pelayan muda yang menuntun jalan mereka.


“Oh …” Yang Yun mengangguk.


Beberapa saat kemudian, mereka tiba di lift dan muncul di lantai ketiga.


“Tolong ikuti aku.” ujar pelayan tersebut sambil berjalan keluar lift.


Ruangan di lantai ketiga lebih terlihat seperti ruangan karaoke daripada restoran umum biasanya karena memiliki ruang privasi sendiri.


Segera mereka tiba di ruangan paling ujung, lalu pelayan itu membuka pintunya dan membiarkan mereka masuk ke dalam ruangan yang sudah terdapat meja makan dan kursinya sendiri, lalu di sebelah kirinya terdapat jendela yang memperlihatkannya pemandangan kota Beijing.


“Umm, sangat baik.” puji Yang Yun melihat ruangan milik mereka saat ini.


“Kalian silahkan menunggu di sini,” kata pelayan itu dan mempersilahkan mereka duduk, setelah mereka duduk baru pelayan itu bertanya, “Apa hidangan yang diinginkan oleh para nyonya ini?” ucapnya sambil memegang sebuah buku kecil dan pena.


Wajah pelayanan muda itu menatap ke arah 4 wanita lainnya, terutama Ruo Qing dan An Yun Lan karena dia berpikir bahwa salah satu dari keduanya pasti adalah pemimpin di sini.


Tapi mata An Yun Lan dan Ruo Qing hanya memancarkan tatapan acuh tak acuh, lagipula mereka tidak paham tentang banyak sesuatu di bumi, mereka memberikan semuanya kepada Yang Yun untuk diurus.


Melihat bahwa kedua wanita itu sangat acuh tak acuh, pelayan muda itu sedikit kesal tapi tidak menunjukkannya di wajahnya, bagaimanapun dia harus tetap profesional.


“Um, aku ingin pesan ini!” tiba-tiba Yang Yun memotong suasana aneh ini sambil menunjuk pada buku yang bertuliskan menu hidangan.


“Oh, Skirt Steak … apa hanya itu?” tanya pelayan muda itu.


“Ehem, lalu ini.” Yang Yun menunjuk pada menu lainnya yaitu Tiramisu yang merupakan salah satu makan terbaik di restoran ini.


“Baiklah, lalu bagaimana dengan nyonya-nyonya ini?—” tanya pelayan itu sambil melihat ke arah wanita lainnya.

__ADS_1


“Mereka sama sepertiku.” potong Yang Yun kepada ucapan pelayan itu.


⟨ Bersambung! ⟩


__ADS_2