
Jangan lupa like, komen, dan vote yah.
Selamat membaca :)
***
“Bocah sialan, apa kau akan terus bertingkah seperti pengecut? jika berani, maka hadapi aku!”
Saat ini, Ming Fu masih terus mengejar Yang Xiu dengan ekspresi marah, tapi belum bisa menangkapnya.
Mendengar ejekan dari Ming Fu, Yang Xiu hanya memasang telinga tuli, sama sekali tidak memedulikannya.
‘Sial, bagaimana bisa seorang Half Lord memahami Dao ruang hingga sedalam ini!?’ Ming Fu berulang kali terus terkejut ketika dirinya selalu satu langkah di belakang Yang Xiu.
Sudah 30 menit mereka saling kejar-kejaran, Ming Fu awalnya tidak terlalu peduli karena dia pikir Yang Xiu akan kelelahan karena menggunakan kekuatan dao ruang secara terus menerus, namun ternyata tidak.
“Hmm?” Ming Fu tiba-tiba merasakan ada pesan yang masuk ke dalam giok transmisi spiritualnya.
(“Paman, tolong!”)
Ming Fu mengernyitkan keningnya.
“Apa yang terjadi, Ming Yue?”
(“Array yang lain terpicu, ahkkk, tolong—”)
“Ming Yue? Ming Yue, apa yang terjadi?” teriak Ming Fu tapi giok transmisi spiritual tersebut sudah terputus dengan Ming Yue.
Ming Fu menyimpan giok transmisi spiritualnya kembali ke dalam pakaiannya, lalu memandang punggung Yang Xiu dengan penuh kemarahan.
“Bocah, kali ini aku akan melepaskanmu!” pungkasnya untuk mengakhiri kejar-kejaran ini.
Yang Xiu juga berhenti seketika ketika melihat Ming Fu sudah berbalik dan pergi ke arah sebaliknya.
“Dasar bodoh!” Yang Xiu menyeringai dingin.
Selanjutnya Yang Xiu mengeluarkan manik teleportasinya dan memasukkan Qi miliknya ke dalamnya.
Siu!...
Dalam sekejap dirinya menghilang dan muncul di tempat lain. Menunduk ke bawah, Yang Xiu mengambil manik teleportasi yang ada di bawah dirinya.
Sama seperti Ming Yue, Yang Xiu juga saat dikejar sudah menghamburkan banyak manik teleportasi sepanjang perjalanan agar dirinya dapat balik ke Pegunungan Ming Shang dengan mudah.
__ADS_1
***
Di lain sisi.
Ming Yue, Ming Zhen, dan Bai Yuqing saat ini berdiri di luar array yang melindungi pegunungan Ming Shang.
“Kakak, di mana patriark berada? aku tidak melihatnya ...” Ming Zhen mengerutkan keningnya, ini benar-benar tidak sesuai dengan yang dikatakan di aula keluarga Ming.
“Juga, kenapa kau tadi barusan mengatakan bahwa terjebak di dalam array lagi? bukankah kau masih sehat saat ini?” imbuhnya.
“Diamlah, anak kecil tidak perlu tahu urusan orang dewasa!” Ming Yue membalasnya dengan tegas.
“Ugh, baiklah,” Ming Zhen menundukkan kepalanya, sebenarnya dia cukup kesal karena kakaknya mengatakan hal seperti itu kepadanya, tapi apalah daya ... dia memang lebih adik.
“Sudahlah, aku yakin keponakan Yue melakukan ini demi yang terbaik bagi kita berdua,” Bai Yuqing memegang bahu Ming Zhen dan tersenyum lembut kepadanya.
“Bibi kecil ...” Ming Zhen sedikit kemerahan di pipinya karena merasa sedikit malu.
Ming Yue tidak lagi memedulikan mereka berdua, jadi dia langsung mengeluarkan giok transmisi spiritual dan membenamkan kesadaran spiritualnya ke dalamnya.
“Kami sudah ada di luar, tolong bukakan jalan masuk bagi kami!”
(“Sabar, sedikit lagi suami akan sampai, kau tunggulah.”)
Suara yang lembut nan tegas tersebut adalah suara dari Xia Ling Wan yang saat ini sedang mengendalikan plat array di puncak gunung.
(“Hmm, memangnya kenapa?”)
Xia Ling Wan mendengus dingin dan menutup giok transmisi spiritual mereka.
“Cih!” Ming Yue berdecak kesal dan menarik kesadaran spiritualnya kembali.
“Eh, kakak. Kenapa wajahmu seperti sedang marah?” Ming Zhen bertanya dengan wajah polosnya.
“Sudahlah, pokoknya kau bersikaplah yang bagus, sedikit lagi kakak akan menunjukkanmu pada seseorang yang penting!” balas Ming Yue.
“Seseorang yang penting?” Baik Mung Zhen maupun Bai Yuqing menaikkan alisnya, ini pertama kalinya mereka mendengar kata orang spesial dari mulut Ming Yue.
“Ranah apa dia kak? apa kalian sudah nge—” Ming Zhen baru ingin bertanya, tapi tiba-tiba perkataannya dipotong dari samping.
“Kalian sudah berkumpul rupanya.”
Serentak mata semua orang bergerak ke arah samping kiri dan melihat seorang pemuda berambut merah yang mengenakan pakaian berwarna hitam di samping mereka.
__ADS_1
“Siapa kau?” Ming Zhen mengerutkan keningnya. Dari yang dia rasakan, aura pada tubuh Yang Xiu hanya Half Lord, kekuatan seperti ini bahkan tidak layak menjadi penjaga kota di Planet Sheng Ying.
Yang Xiu berbalik dan memandangi Ming Zhen dengan tatapan acuh tak acuh, “Jadi kau adiknya Yue’er.”
“Yue ... er?” Ming Zhen dan Bai Yuqing sangat terkejut dengan panggilan yang diberikan oleh pemuda di samping mereka ini.
Namun, apa yang membuat mereka lebih terkejut adalah Ming Yue sama sekali tidak mempermasalahkannya.
“Ini tidak mungkin betulkan, kan?” Ming Zhen memandangi Ming Yue dengan wajah bertanya. “Kakak!”
Ming Yue menghela nafas dan berjalan ke samping Yang Xiu. “Aku sekarang adalah wanita Saudara Yang, jadi kau juga harus bersikap baik padanya,” jelas Ming Yue.
“Kakak, dia hanya Half Lord! bukankah, masih ada banyak Realm Lord di luar sana?” sanggah Ming Zhen sambil menunjuk wajah Yang Xiu tanpa memedulikannya sedikitpun.
“Yue, apakah ini adikmu?” Yang Xiu bertanya dengan raut wajah tenang.
“En, dia adalah Ming Zhen,” jawab Ming Yue.
“Hoh?” Yang Xiu memandangi dari kaki sampai ke kepala Ming Zhen. “Lumayan,” Yang Xiu mengangguk.
Wajah Ming Zhen sangat gelap, baru kali ini dia dinilai oleh seseorang yang ranahnya lebih rendah darinya, dan bahkan hanya 'Lumayan'.
“Junior, aku sarankan kau untuk meninggalkan kakakku, jika tidak ...” Ming Zhen ingin melanjutkan kata-katanya lagi, tapi ketika dia menatap mata Yang Xiu, tanpa sadar punggungnya langsung berkeringat.
“Apa kau ingin mengaturku?” Yang Xiu menatapnya dengan dingin dari tempatnya.
Itu pandangan yang dipenuhi dengan perasaan acuh tak acuh, seakan-akan seorang manusia memandang semut yang tidak berarti apa-apa.
“Umm, jadi kau adalah pilihan keponakan Yue, salam kenal, aku adalah Bai Yuqing!”
Wanita yang ada di samping Ming Zhen tiba-tiba menceletuk, membuat Yang Xiu menghentikan tatapan dinginnya tersebut dan menatap Bai Yuqing.
“Hoh, kalau begitu ayo kita masuk ke dalam dan berbicara panjang lebar,” Yang Xiu mengangguk dan menghubungi Xia Ling Wan, lalu array pun terbuka sedikit untuk mereka dapat masuk.
***
Selama perjalanan ke tempat yang jauh lebih dalam, Ming Zhen hanya terdiam dan merasakan penyesalan karena menyinggung perasaan Yang Xiu.
Dia tahu, meski Yang Xiu hanya Half Lord, tapi tekanan yang diberikan oleh Yang Xiu sama seperti kakaknya ketika sedang marah.
Tidak bisa dikalahkan! itulah yang dia pikirkan.
Karena hal ini juga dia terbang sedikit tertinggal dari Yang Xiu dan Ming Yue, memilih untuk bersama bibi kecilnya saja.
__ADS_1
« Bersambung! »
Jangan lupa tinggalkan, like, komen, dan vote yan. Terima kasih telah membaca :)