
Jangan lupa like, komen, dan vote.
Selamat membaca :)
***
“Baiklah, sekarang berhenti!!”
Yang Xiu tiba-tiba berkata dari atas kursinya, perkataannya itu bersamaan dengan penindasan kuat yang memenuhi udara ketika dia bangkit berdiri.
Booommm!
Aura penindasan yang kuat dalam sekejap disebarkan ke atas lapangan tempat bertarung, membuat orang-orang banyak yang tertekan dan terjatuh ke tanah.
“Baiklah, kalianlah yang layak!”
Saat ini di atas lapangan bertarung, hanya 3 orang yang masih bisa berdiri meski kesulitan.
Huang Luo Xi, Mo Xiao, dan Mo Xue.
Sungguh melampaui perkiraan ...
Yang lainnya terlalu bertarung mati-matian sampai-sampai tenaga mereka hampir habis, jadi ketika Yang Xiu melepaskan penindasannya, mereka langsung tidak sanggup dan terjatuh.
Tapi, saat ini orang-orang lebih terkejut lagi.
Apa maksudnya ini?
Memahami ada banyak pertanyaan di benak mereka, Yang Xiu berkata: “Memangnya kenapa? akulah aturan di sini, jika aku mengatakan ya, maka Ya, jika tidak, maka Tidak!”
Maksud perkataan Yang Xiu di sini adalah dia tidak akan terikat dengan peraturan yang sudah dia buat, peraturan adalah dirinya, dia dapat melanggarnya sesuka hatinya.
“Hehe, aku menang!” Mo Xue tersenyum bangga sembari memandang Yang Yun yang saat ini telah pingsan di lantai.
Mengingat pertarungan tangan kosong dengan Yang Yun, Mo Xue merasa cukup kesusahan, untung saja dia mempunyai Chaos Qi yang kuat.
“Pergilah!”
Ketika Yang Xiu mengatakan hal itu, semua orang menghilang dari atas lapangan, hanya menyisakan Mo Xiao, Mo Xue, dan Huang Luo Xi.
Yang Xiu memandang wajah ketiganya dengan tenang, lalu turun dari kursi batunya dan tiba di depan mereka.
“Salam, Tuan!” Ketiganya langsung menangkupkan tinjunya.
Yang Xiu mengangguk, lalu melipat telapak tangan di belakang punggung.
“Kalian bertiga, beruntung,” Yang Xiu berkata dengan tenang.
Yang Xiu pun mengerahkan pikirannya dan membuka segel pada ingatan Mo Xiao dan Mo Xue.
Seketika keduanya jadi tertegun, mengingat apa yang mereka lakukan sebelumnya, keduanya menjadi malu.
“Aku Yang Xiu, mengakui kalian sebagai Great Emperor dunia, tapi sebelum itu ...” Yang Xiu berhenti berbicara, lalu mengeluarkan tiga buah pil.
“Murnikan pil ini!” Yang Xiu memberikannya kepada mereka masing-masing sebutir.
__ADS_1
“Apa ini, Tuan?” tanya Huang Luo Xi.
“Kau akan tau setelah memurnikannya,” jawab Yang Xiu.
“Hoh ...” Huang Luo Xi mengangguk paham.
Ketiganya lalu duduk ke lantai dan menelan pil itu untuk memurnikan dan menyerap khasiat pil.
***
Satu Bulan kemudian.
Ketiganya membuka mata mereka yang terpejam bahwa saat ini di dalam dantian mereka tercipta sesuatu seperti kristal giok.
“Kalian sudah selesai menyingkat dao yang kalian pilih dan membentuknya menjadi Dao Seal!”
Ketiganya mengangkat kepala dan mendongak ke arah Yang Xiu.
“Ya, tuan. Juga aku merasakan saat ini sudah bukan di ranah Half Ancient Emperor lagi ...” balas Huang Luo Xi.
“Tentu saja, kalian saat ini adalah Ancient Emperor!” ungkap Yang Xiu.
“Hah? maksud Yang Mulia, aku sudah setara dengan Nyonya Su dan Nyonya An?” Mo Xiao yang masih remaja bertanya dengan keheranan, yah ... walau sekarang usinya sebenarnya adalah 19 tahun.
Tapi dengan ini, artinya dirinya adalah Ancient Emperor termuda. Hal ini membuat Mo Xiao dan Mo Xue cukup bangga dengan pencapaian mereka saat ini.
“Ya, benar,” Yang Xiu mengangguk.
Lalu tiba-tiba Yang Xiu mengubah wajahnya jadi serius. “Aku Yang Xiu, mengakui kalian bertiga sebagai Great Emperor dunia ini!”
Huo Jian!
Kong Jian!
Kong Lan!
Huo Jian adalah gelar milik Huang Luo Xi.
Kong Jian adalah gelar milik Mo Xiao.
Kong Lan adalah gelar milik Mo Xue.
Masing-masing gelar mereka memiliki arti sesuai dengan dao apa yang mereka pilih.
“Woah, aku merasakan bisa mengendalikan kekuatan alam sesuka hatiku!” seru Mo Xiao dengan terkejut.
“En, aku juga!” sambung Mo Xue.
“Itu adalah World Power, itulah keistimewaan para Ancient Emperor yang menjadi Great Emperor,” Yang Xiu menjelaskan.
Ketiganya mendengarkan hal itu dengan baik, Yang Xiu lalu sedikit berbincang-bincang dengan mereka mengenai kendala-kendala mereka dalam kultivasi selama beberapa saat.
‘Sistem, bagaimana potensi dao seal mereka?’
[Mo Xiao dan Mo Xue dapat memurnikan elemen tingkat 7, mereka sepertinya kuat karena mewarisi bakat anda.]
__ADS_1
[Untuk Huang Luo Xi, bakatnya hanya bisa memurnikan elemen tingkat 6.]
‘Bakat yang bagus ...’
“Kalian bertiga tau misteri Realm Lord, bukan?” tanya Yang Xiu.
“Ya!”
“Ya!”
“Tidak!”
“Kau tidak tau?” Yang Xiu bertanya kepada Huang Luo Xi.
“Ya ...” jawab Huang Luo Xi, cukup malu.
Yang Xiu pun mulai menjelaskan mengenai misteri ranah Realm Lord kepadanya, mulai dari kegunaan Dao Seal, sampai urutan pemurnian elemen yang benar, hingga akhirnya tercipta sebuah dunia.
“Dunia di dalam tubuh?” Huang Luo Xi cukup kaget ketika mengetahui tujuan pemurnian lima elemen + Yin Yang ke dalam Dao seal.
“Ya. Jadi kau sudah paham?”
“Aku paham,” jawab Huang Luo Xi.
“Maka akan mudah jika begitu, aku hanya ingin memberitahukan dirimu, bakatmu hanya bisa untuk memurnikan elemen tingkat 6 saja!” kata Yang Xiu kepada Huang Luo Xi.
“Tingkat 6? apakah itu bagus?” tanya Huang Luo Xi.
“Tentu saja itu bagus, tapi ... batasmu hanyalah sampai Realm Lord tahap 8,” jawab Yang Xiu—Kemudian menjelaskan mengenai batasan metode Realm Lord.
“Jadi begitu ...” Huang Luo Xi paham setelah mendengar cerita dari Yang Xiu.
“Ya, tapi aku akan memberimu sesuatu untuk memperkuat Dao Seal mu, agar ada kemungkinan besar untuk memurnikan elemen tingkat 7,” ujar Yang Xiu.
“!!... Makasih, Tuan!” Huang Luo Xi membalasnya dengan tenang, tapi dihatinya dia sangat terkejut karena Yang Xiu ingin memberikannya sesuatu.
“Keluarkan botol giok,” kata Yang Xiu.
Huang Luo Xi pun mengeluarkan botol giok— Setelah itu, Yang Xiu menggerakkan tangannya dan muncul setetes air yang mengambang di udara.
Principle Seal Water!
Ini adalah air yang berguna untuk memperkuat dao seal seseorang.
Setelah selesai memberikan air itu ke dalam botol giok di tangan Huang Luo Xi, Yang Xiu pun mengirim sejumlah Exp kepada Huang Luo Xi, Mo Xiao, dan Mo Xue membuat mereka langsung berada di Ancient Emperor tahap puncak.
“Pergilah!” Yang Xiu menggerakkan tangannya—Lalu Huang Luo Xi menghilang.
“Anu, Yang Mulia, apakah kita tidak akan mendapatkan hadiah?” Mo Xue bertanya dengan ragu-ragu sembari menempelkan kedua jari telunjuknya satu sama lain.
“Hmm, apa yang kalian mau?” tanya Yang Xiu.
« Bersambung! »
Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)
__ADS_1