
Jangan lupa like, komentar, dan vote yah.
Selamat membaca :)
***
Seketika, baik Wan Xiao'er ataupun ketiga bawahannya yang lain langsung membesarkan tubuhnya seolah bola gas yang akan meledak.
"Xiao San, kau brengsek!" Xiao Bai memaki Xiao San dari dalam lubuk hatinya, dan cepat-cepat langsung merobek ruang untuk kabur melarikan diri, namun sudah terlambat.
"Hahaha!" Xiao San tersenyum puas.
Namun tiba-tiba terdengar suara yang seolah membekukan ruang di tempat tersebut.
"Hmm, kalian benar-benar mengacau di dunia ini!"
"Xiao Jia, tolong bantu aku!"
Swoosh!
Seketika aliran cahaya yang melebihi kecepatan suara langsung terbang di atas medan perang dan membawa kabur 4 bawahan Xiao San pergi ke suatu tempat.
Setelah aliran cahaya tersebut menghilang, sosok pemuda berambut merah muncul di tengah Medan Perang, hanya menguap di tempatnya, namun baik itu Xiao Bai, Xiao Cai, ataupun Xiao San, tidak bisa bergerak
"A-Ayah kecil ..."
"Paman ..."
Xiao Bai dan Xiao Cai yang lebih dulu terkejut dan memanggil, sementara Xiao San, dia hanya kebingungan dan tertegun di tempatnya.
"Xiao San!" Yang Xiu menoleh dan memanggil Xiao San dengan senyum manis, "Cinta memang adalah salah satu hal paling mematikan di dunia ini!"
"Pa-Paman ..." Xiao San kehabisan kata-kata, jika ada orang yang dia anggap paling terbaik di dunia ini, maka mungkin hanya pamannya saja.
"APAKAH KARENA CINTA KAU MELAKUKAN INI?" Yang Xiu berkata dengan suara yang agung dan penuh penindasan sehingga memunculkan retakan ruang di mana-mana.
Xiao San terdiam mendengar kata-kata tersebut, namun dia langsung membalasnya dengan wajah tegas, "Apa yang kau tahu?! Kehilangan Xiao Cai sama saja dengan kehilangan dunia bagiku!"
Yang Xiu mengernyitkan keningnya dan menoleh ke arah Xiao Cai, "Kecantikan merupakan bencana."
Dia lalu menoleh ke arah Xiao Bai, "Bagaimana kau ingin menyelesaikan ini?"
"Tidak! Bagaimana kalian bertiga ingin menyelesaikan ini?"
"Biarkan aku membunuh mereka, lalu aku akan membunuh diriku juga!" Xiao San yang duluan menjawab.
"Itu ide yang bagus!" Yang Xiu mengangguk setuju.
__ADS_1
"Paman, apa yang kau—!"
"Bertarunglah!" Yang Xiu membunyikan jarinya, lalu dalam sekejap penindasan turun dan prinsip dunia menekan ketiganya.
Hanya dalam sekejap ketiganya sudah tidak kuat lagi, dan terpaksa menyegel ranah mereka hingga turun ke ranah True Martial Artist.
Tap Tap Tap!
Ketiganya mendarat ke tanah, Xiao Bai kebingungan, begitu juga Xiao Cai.
Namun, Xiao San sudah menuju ke depan mereka dan menyerang dengan dua senjata sekaligus.
"Matilah!"
"Hentikan, Xiao San!" Xiao Cai langsung maju ke depan Xiao Bai dan menghalanginya.
Slash Slash!
Xiao San menebas tubuh Xiao Cai dengan pedang, sementara perutnya ditusuk oleh tombak hitam yang membuat Xiao Cai terjatuh ke belakang.
"Apa yang kau lakukan, bodoh!" Xiao Bai menangkapnya dan melihatnya dengan tatapan khawatir.
Xiao Cai tersenyum, ia lalu memandangi Xiao San, "Hentikanlah dendam-mu itu!"
Xiao San hanya berdiri di sana dengan wajah suram dan tangannya gemetar sedikit-sedikit.
Xiao San lalu melemparkan tombak di tangannya, hanya memegang pedang yang kini dia sudah menaruh ujung mata pedang ke arah dadanya, "Aku akan mati, begini lebih baik!"
"TIDAAAKKKKK!!!" Teriakan lantang terdengar dari jauh, bukan lain adalah Wan Xiao'er.
Xiao San hanya tersenyum jahat, "Jaga diri kalian baik-baik!"
Setelah mengatakan hal itu, Xiao San langsung menusuk pedangnya, namun hanya masuk beberapa inchi, sebelum akhirnya Yang Xiu tiba di hadapannya dan menekan kepalanya ke tanah.
"Tiga bocah yang merepotkan!" Yang Xiu langsung mengubah Chaos Qi menjadi Healing Qi dan menyelimuti seluruh bagian tubuh Xiao Cai dan Xiao San sekaligus.
"Apa yang kau lakukan, sialan! Lepaskan aku! Biarkan aku mati!" Xiao San mencoba memberontak, namun Yang Xiu semakin menekan kepalanya ke tanah, "Arghhh!!"
"Apa kau sudah gila? sadarlah, Xiao Cai adalah istri orang sekarang!"
"Kau—!" Xiao San ingin memberontak lagi, tapi Yang Xiu semakin menekan kepalanya ke dalam tanah.
"Aku pamanmu, sialan!" Yang Xiu mencibirnya, anak ini hanya bayi ketika aku menyelamatkannya, kenapa sekarang malah ngelunjak?
"Lepasshshsn ..."
Yang Xiu langsung mengunci mulutnya dengan World Power dan tidak memberikannya kesempatan untuk berbicara sedikitpun.
__ADS_1
"Ini lebih baik!" Yang Xiu bergumam, lalu lanjut menyembuhkan keduanya.
Luka pada Xiao Cai meski parah namun tidak mematikan.
***
Beberapa saat kemudian.
Di suatu tempat yang terpencil, hanya dikelilingi oleh hutan lebat, Yang Xiu beserta yang lainnya duduk di tepi sungai air terjun sambil menyalakan api unggun.
"Baiklah, mungkin sudah saatnya kita menyelesaikan masalah ini." Yang Xiu duduk di kursi kayu, sementara itu Xiao Jia ada di belakangnya, Xiao Bai serta Xiao Jia ada di sisi kiri api unggun, dan Xiao Bai serta keempat bawahannya ada di sisi kanan api unggun.
"Hmm!!" Xiao Bai dan Xiao San langsung memalingkan wajah satu sama lain ketika keduanya tanpa sengaja saling bertatapan.
"Anak-anak ..." Xiao Jia tersenyum lelah dengan mereka.
"Jadi, semuanya atas kecemburuan Xiao San! Ini masalah yang merepotkan." Yang Xiu memegang kepalanya dengan pusing, dia merasa sedikit nostalgia dengan masa lalu bawahan lamanya dulu, Hong Zheng.
'Apa yang orang tua itu akan lakukan sekarang untuk menasehati mereka?' Yang Xiu bergumam dalam hatinya.
"Kalian bertiga saling minta maaflah!"
"Tidak akan!" Xiao Bai dan Xiao San berkata dengan sembarangan.
"Jangan meniruku!" Xiao Bai menatap Xiao San dengan tatapan niat membunuh, tapi Xiao San juga tidak mau kalah dan membalasnya dengan niat membunuh yang setara.
"Kalian tidak sopan!" Suara Xiao Jia bergema, lalu tekanan yang menekan jiwa langsung menindas mereka.
"A-Aura ini ..." Xiao Cai nampak terkejut, hanya karena aura yang dipancarkan oleh ibu angkatnya setara dengan ranah Half Ancient Emperornya, dan haruslah pada puncaknya.
"Ibu, bagaimana bisa?" Xiao Bai menatapnya dengan tatapan tidak percaya.
Apakah ibu sebenarnya pahlawan super? atau sejenis pahlawan terkuat dari masa lampau? Xiao San mulai menebak-nebak.
Pukk!
Yang Xiu menepuk tangannya dan menyuruh Xiao Jia untuk menyudahi tekanannya.
"Xiao San, minta maaflah terlebih dahulu!" Yang Xiu berkata kepada Xiao San dengan tenang.
Tapi Xiao San tetap saja keras kepala, "Sudah kubilang, bunuh saja aku!"
"Apa untungnya membunuhmu?" Yang Xiu mencibirnya.
"Lagipula ..." Yang Xiu terdiam sejenak, lalu melanjutkan.
« Bersambung! »
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)