
Jangan lupa like, komentar, dan vote yah.
Selamat membaca :)
***
Hingga sembilan bulan kemudian.
Malam hari itu adalah hujan badai yang menerpa seluruh penjuru kota, dan hari itu juga Xiao Jia menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan.
"Ahhhh, Yang Xiu, tolong!" Xiao Jia menjerit histeris di atas tempat tidur.
"Tunggu!" Yang Xiu berkata, lalu berjalan keluar kamarnya, dan menghilang setelahnya.
Ketika tiba kembali, Yang Xiu sudah muncul di sebuah gubuk tua kecil yang tak jauh dari rumah Xiao Jia.
"Nenek Ci!" Yang Xiu memanggil beberapa kali sebelum akhirnya seorang wanita tua membuka pintunya.
"Yang Xiu? apa yang terjadi ...?" tanya Nenek Ci sambil mengucek matanya yang baru bangun dari tidur.
"Xiao Jia akan melahirkan, nenek tolong jaga dia, aku akan pergi mencari dokter!"
"Benarkah?" Nenek Ci terkejut, dan wajahnya menjadi serius.
"Kau pergilah cari dokter, aku pasti akan menjaga Xiao Jia sebisa mungkin!"
Tanpa basa-basi Nenek Ci langsung menyelimuti dirinya dengan Yuan Qi dan berlari di tengah derasnya hujan.
Yang Xiu pun ikut menghilang.
Di salah satu rumah yang terlihat cukup mewah, Yang Xiu muncul kembali seperti hantu dan mengetuk pintu rumah tersebut.
Ketukan pertama, kedua, dan ketiga ... hingga ketukan ke-sepuluh baru dibuka oleh seorang wanita tua dengan tato seperti embun hujan di dahinya.
"Apa yang kau lakukan? kau menggangguku!" teriak wanita tua tersebut.
"Ada yang akan melahirkan, ikutlah denganku!" ungkap Yang Xiu dengan wajah serius.
"Apa matamu buta? ini sedang hujan deras!" wanita tua itu kelihatan sama sekali tidak peduli tentang kelahiran yang dimaksud oleh Yang Xiu.
"Itu saja alasanmu?" Yang Xiu berkata dengan wajah datar, lalu detik berikutnya hujan berhenti, bahkan tak ada setetes pun yang seolah tak berani menetes ke tanah.
'Ya, dewa ...' wajah wanita tua tersebut terkejut, dan buru-buru berkata, "Aku hanya bercanda sebelumnya, ayo kita pergi!"
"Emm!"
__ADS_1
Keduanya pun dengan gerakan secepat mungkin tiba di luar rumah, Yang Xiu tanpa basa-basi mendorong wanita tua itu ke dalam dan mengancamnya, "Awas saja jika terjadi apa-apa dengan bayi dikandungnya!"
"Baik, Baik!" Wanita tua itu berlari masuk ke dalam rumah dan dalam singkat sudah tiba di dalam kamar Xiao Jia untuk membantunya persalinan.
Tak lama kemudian ...
Tidak ada suara tangisan bayi ...
Klakk~!!
Yang Xiu membuka pintu dan masuk ke dalamnya.
Melihat bayi yang digendong oleh sang dokter hanya terdiam saja.
"Ini gawat, dia harusnya menangis, jika tidak, dia mungkin akan mati!" Sang dokter mulai panik ketika berbicara kepada Yang Xiu yang baru masuk.
"Berikanlah!" Yang Xiu mengambil bayi yang baru lahir itu ke tangannya, lalu dia memejamkan matanya dan ...
Glegar!
Petir menyambar dengan kuat, seolah bahkan langit menolaknya.
Malam itu, sebuah keajaiban terjadi, anak yang diam saja mulai menangis, dan tangisan itu membuat Xiao Jia menjadi lega.
Xiao Jia berkata dengan suara lemas, "Yang Xiu, tolong namakan dia."
"Enn~!"
Yang Xiu lalu menoleh lagi ke bayi itu dan berkata: "Ini malam hari dan dia hampir saja mati, malam dan kematian berkaitan dengan Yin, di dalam Yin ada secercah warna putih (Bai) ... Makanya namanya adalah Xiao Bai! Jangan salahkan aku jika banyak yang mengejeknya!"
{FYI: Xiao Bai \= Kecil Putih}
"Itu nama yang bagus, maka mulai sekarang itu adalah namanya ..." Xiao Jia tersenyum senang, "Aku ingin tidur dulu, aku sudah mengantuk." Setelah berkata seperti itu, Xiao Jia langsung benar-benar tertidur pulas.
"Nenek Ci, tolong jaga dia!" Yang Xiu menyerahkan Xiao Bai yang baru saja lahir kepadanya.
Yang Xiu lalu menoleh ke arah sang dokter, dan melemparkan 10 source crystal kepadanya.
"Terima kasih, tuan!" Wanita tua itu langsung mengumpulkan semuanya dan berjalan pergi dengan cepat, diikuti oleh Yang Xiu di belakangnya.
Setelah keluar dari kamar, Yang Xiu mengantar wanita tua itu keluar rumah, setelah wanita itu pergi cukup jauh, Yang Xiu lalu menurunkan hujan karena iseng.
"Dua yang lainnya juga sudah lahir, aku tidak menyangka nasib mereka terlalu sial." Yang Xiu memandangi langit malam yang penuh dengan hujan itu, lalu ia menghilang dari tempatnya.
***
__ADS_1
Adegan selanjutnya berpindah lagi, kali ini tepat di saat Yang Xiu menyelamatkan Xiao Cai dan Xiao Jia, setelah menyelamatkannya, Yang Xiu baru kembali ke rumah pada pukul enam pagi dini hari.
Di sana dia sudah melihat Xiao Jia sedang duduk di kamarnya sambil menggendong Xiao Bai dan ditemani oleh Nenek Ci.
"Kau dari mana saja? kenapa baru pulang?" Nenek Ci memarahinya dengan kesal.
"Sudahlah, aku hanya baru ingat kalau aku lupa melipat tenda kedai makan ..." Yang Xiu berbicara seraya duduk di kursi.
"Apa? jadi kita tidak akan bisa berjualan hari ini?" Nenek Ci berdecak kesal dengan kecerobohan Yang Xiu.
"Nenek, maafkan Yang Xiu," Xiao Jia berkata dengan lembut, sehingga menenangkan hati wanita tua itu.
"Hmm, baiklah!" Nenek Ci mendengus dan tidak memedulikan Yang Xiu lagi, kini ia lebih tertarik dengan Xiao Bai yang imut ini.
"Huhuhu, aku harap bisa menyaksikannya hingga besar, sayang sekali aku merasa hidupku sudah tidak lama lagi ..." Nenek Ci menghela nafas.
"... Nenek Ci, jangan berkata seperti itu ..." Xiao Jia berkata dengan pelan.
"Ini sudah insting alami cultivator, aku juga sudah terlalu tua, aku juga benar-benar sudah senang karena bisa membantumu, aku lega sekarang."
"Nenek ..."
Suasana menjadi tenang di sana, entah kenapa. Namun tiba-tiba terdengar suara tangisan dua bayi di luar rumah mereka.
"Bayi siapa?" Nenek Ci mengernyitkan keningnya.
"Tunggu, aku akan melihatnya!" Yang Xiu bangkit berdiri dan berjalan keluar, tak lama kemudian dia masuk kembali dengan membawa dua bayi, tak lain adalah Xiao Cai dan Xiao San yang dia selamatkan sebelumnya.
"Mereka sepertinya ditelantarkan ..." ucap Yang Xiu dengan wajah kasihan.
"Aku akan menaruh mereka di panti asuhan, berikan padaku!" Nenek Ci berkata dengan tenang.
"Tidak!" Xiao Jia menyanggahnya, "Ini merupakan anugerah, aku akan merawat keduanya juga! Mulai detik ini nama keduanya adalah Xiao Cai dan Xiao San!"
***
Menyaksikan semua itu dengan mata mereka, Xiao Bai dan lainnya hanya terdiam beberapa saat, dan merenungkan nasib baik mereka selama ini.
"Paman, kau adalah penyelamat kami!"
Ketiganya langsung bertekuk lutut ke bawah Yang Xiu, di atas pecahan-pecahan meja batu yang sebelumnya dihancurkan oleh Xiao Bai.
"Berdirilah, mulai hari ini kalian adalah muridku!"
« Bersambung! »
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)