
Jangan lupa like dan komentar yah, terima kasih!
Selamat Membaca :)
• • •
Ditambah dengan pemberitahuan dari sistem, Yang Xiu tidak tahu apakah ini anugerah atau bencana, dia benar-benar membenci Ji Hua karena mengungkap isi di dalam cincin penyimpanannya.
Dia segera merasakan banyak tatapan rakus yang datang dari para penonton di sekitarnya.
“Bajingan!”
Yang Xiu segera mengeluarkan manik Teleportasi di tangan kanannya dan menghilang dari tempatnya, ketika muncul kembali, dia sudah muncul di dalam kamar penginapan Kota Perfect Sky.
Sepasang kekasih yang sedang melakukan hubungan intim, langsung merasa terkejut dengan kemunculan tiba-tiba dari Yang Xiu dan berteriak kaget.
“Kyah! Ada orang mesum di penginapan ini!”
Yang Xiu tidak memedulikan itu, dia lalu menunduk dan mengambil manik teleportasi yang berada di bawah meja dan menghantam tembok penginapan dengan tinjunya, lalu terbang menjauh dengan cepat.
Namun baru saja menjauh beberapa ribu meter, Yang Xiu merasakan kehadiran yang sangat kuat sedang mengepung dirinya dari berbagai arah.
“Yang Xiu, kau sepertinya jago dao ruang, heh.”
Yang Xiu yang mendengar namanya dipanggil langsung berhenti dan berbalik ke arah belakang.
“Kenapa mempersulit diriku?” Yang Xiu bertanya dengan nada tidak senang.
Bukan hanya harus berhadapan dengan Ji Hua, tapi di sekelilingnya juga terdapat kultivator yang memiliki aura sama seperti Ji Hua, yaitu Realm Lord tahap 6.
“Kau tidak putus asa?” Ji Hua menyeringai saat memandang wajah Yang Xiu yang tak kenal takut itu.
“...” Yang Xiu hanya diam dan tidak menjawab, karena saat ini dia hanya fokus kepada sistem.
[Tidak ada cara untuk menyelamatkan diri selain membeli Jimat Teleportasi Acak Tingkat Realm Lord Middle Level seharga 500 Miliar poin.]
‘500 Miliar? kau harus tau aku mengumpulkan poin sangat sulit! apakah tidak ada cara lain?’ Yang Xiu mengeluh tentang saran dari sistem dan meminta saran lainnya.
[Disarankan host untuk menyerahkan diri saja, lagipula sistem tidak merasakan adanya niat membunuh pada Ji Hua.
Selamat berjuang!]
‘....’ Yang Xiu terdiam tak bersuara mendengar saran akhir dari sistem.
Membunuh semut tidak membutuhkan niat membunuh! geram Yang Xiu dalam hatinya, meski dia sombong, tapi dia juga mengakui bahwa dirinya hanyalah hal kecil di hadapan kultivator Realm Lord Middle Level yang kuat.
__ADS_1
“Hoi, tuan muda sedang bertanya! apa kau tuli?” teriak seorang wanita berambut kuning menggunakan pakaian berwarna hitam.
“Tuli? kakek mu yang tuli!” Yang Xiu mencibirnya, jika mereka berani memaksanya ke kondisi putus asa, dirinya pasti akan menggunakan triliunan poin untuk membunuh keempat orang di sekelilingnya ini.
“Kau ...!!” Wanita itu merasakan harga dirinya telah diinjak-injak oleh Yang Xiu, meskipun benar bahwa kakeknya sudah tidak bisa mendengar panggilannya lagi.
:(
“Diamlah, Di Nan!” Ji Hua berkata dengan nada tegas. Dirinya juga sebenarnya sangat terkejut karena Yang Xiu sangat berani menghina lawan yang tidak bisa dilawan.
“Yang Xiu, tuan muda ini akan memberimu pilihan, tunduk atau mati!” Kata Ji Hua sambil memandang ke arah Yang Xiu.
“Haha ... karma kah ...” Yang Xiu sedikit terkekeh, dirinya sangat sering berkata seperti itu kepada para lawannya yang tidak berdaya, tidak menyangka suatu hari dia akan menjadi seperti mereka.
“Aku lebih baik mati daripada harus tunduk pada mu!” ungkap Yang Xiu dengan wajah dingin.
“Hoh?” Ji Hua mengangkat alisnya, “Apa kau pikir tuan muda ini tidak berani membunuhmu?” Ji Hua mencibir.
“Jika kau ingin membunuhku, kau sudah melakukannya dari tadi. Apa tujuanmu?” balas Yang Xiu.
Ji Hua melengkung bibirnya. “Senang berbicara dengan orang pintar,” ungkap Ji Hua.
“Aku ingin kau ...” Ji Hua secara perlahan mengangkat jari telunjuknya ke arah Yang Xiu, semua orang juga menanti-nanti apa yang akan dikatakan oleh Ji Hua.
“Kau bercanda, gadis kecil!” Yang Xiu mencibirnya.
“Nak, apa matamu buta? kau menyebut tuan muda sebagai gadis? dia laki-laki, bodoh!” Di Nan tersenyum mengejek, merasa bahwa Yang Xiu benar-benar buta.
“Bocah ...” Ji Hua di sisi lain mempunyai wajah yang suram. “Kau yang mencari masalah!”
Dalam sekejap Yang Xiu merasa dirinya ditekan, bahkan jika dia berteleportasi saat ini, itu tidak akan sangat jauh karena kekuatan dari Ji Hua dapat menghancurkan ruang sehingga Yang Xiu akan kesulitan dalam berteleportasi.
Bang!
Yang Xiu langsung terpukul oleh sebuah kekuatan yang sangat kuat, dan membuatnya terlempar jauh ke bawah.
“Ah, brengsek ...” Yang Xiu secara perlahan memejamkan matanya, “Jika ada hal yang mengancam nyawa, lakukanlah pengendali otomatis!”
Yang Xiu lalu memejamkan matanya sepenuhnya.
• • •
“Hah ...” Yang Xiu secara tiba-tiba membuka matanya dan melihat ke sekeliling, ketika dirinya ingin menggerakkan tubuh, tiba-tiba terdengar bunyi suara rantai.
Melihat ke tangannya, Yang Xiu sedikit terkejut karena ada borgol rantai yang menahan kedua tangannya di atas tempat tidur, begitupun kakinya.
__ADS_1
“Kau sudah bangun rupanya.”
Terdengar suara yang memanggil, Yang Xiu segera membalikkan kepalanya ke arah kanan dan melihat seorang pemuda tampan sedang menatap dirinya dengan wajah datar.
“Ji Hua, apa kau laki-laki yang memiliki hobi aneh?” Yang Xiu bertanya.
“Apa kau masih ingin berpura-pura tidak tau? kau yang waktu itu di belakang tembok kayu, kan?” tanya Ji Hua dengan wajah dingin.
“Apa maksudmu?” Yang Xiu bertanya dengan wajah bingung.
‘Sial, apa dia benar-benar gadis yang saat itu aku lihat sedang mandi?’ Yang Xiu merasa nasibnya benar-benar buruk karena hal itu sekarang adalah hal yang benar.
“Kau masih tidak mengakuinya? semua laki-laki benar-benar pembohong!” Ji Hua menjadi geram sehingga muncul urat biru di dahinya.
“Aku benar-benar tidak tahu—!”
“Arggghhhh ....”
Yang Xiu tiba-tiba merasa bahwa ada petir yang mengalir di atas dan dalam tubuhnya, dan itu berasal dari rantai yang dipasang di tubuh Yang Xiu.
“Argghhhh ....”
Yang Xiu sebenarnya tidak merasa terlalu sakit, tapi ini hanya akting saja.
Meski saat ini kultivasinya telah disegel oleh Ji Hua, tapi Tubuh Chaos Dragon King benar-benar kuat dan angkuh, serangan seperti ini hanya terasa seperti digigit seratus semut saja.
“Apa kau masih tidak mau mengakuinya?” Ji Hua bertanya, di tangannya memegang sebuah token giok yang sepertinya berguna untuk mengendalikan kekuatan petir di dalam borgol rantai tersebut.
“....” Yang Xiu hanya terdiam dan tidak menjawab.
Ji Hua yang sudah jengkel, langsung menghentikannya dan menaruh token giok itu di atas meja.
“Tuan muda ini akan memberimu waktu untuk merenungkan nasib-mu, jika kau mau mengakui perbuatanmu, aku akan memberimu keringanan,” kata Ji Hua, lalu berjalan pergi ke luar ruangan dengan wajah sedikit merah.
‘Sudah jelas dia yang saat itu!’ batin Ji Hua.
Klakk ....
« Bersambung! »
...Jangan lupa like dan komentar yah, terima kasih!...
Mampir juga ke karya baru
__ADS_1