
Selamat membaca :)
°°°
Di dalam satu ruangan yang gelap, sekelompok orang tua dan muda duduk bersama di depan meja bundar yang besar, masing-masing adalah Holy Ancestor dan Holy Monster dari guard masing-masing.
Tap Tap Tap ...
Suara langkah kaki terdengar dari pintu masuk, dan semua orang melihat ke sana dengan wajah tenang.
Klakkk ...
Pintu terbuka, dan 9 orang masuk ke dalamnya. Yang memimpin adalah Yang Xiu, dan dibelakangnya terdapat tiga muridnya, Du Luo sang Poison Holy Dragon, You Ning dan Zhan Ming, serta ada Zi Yun dan Ji Hua yang mengikuti.
Dengan tenang, Yang Xiu melangkahkan kakinya dan duduk di salah satu kursi yang telah disediakan.
"Hah ..." Yang Xiu menghela nafas, "Jadi, apa yang ingin kalian bicarakan?"
Semua Holy Ancestor sedikit kesal dengan sikap sombong Yang Xiu ini, namun setelah mengingat kontribusi Yang Xiu pada pasukan human race, mereka hanya bisa memakluminya saja.
"Kita berhasil memenangkan pertarungan ini karena mereka tidak ada, jika mereka ada, kita pasti akan kesulitan!" ujar salah satu Holy Ancestor berbaju hitam yaitu Lao Sheng.
"Kau benar ..." Yang Xiu mengangguk, dan yang lain juga setuju dengan pendapat Lao Sheng.
"Pertarungan yang sebenarnya akan terjadi sebentar lagi, aku tidak tahu berapa yang akan selamat ..." Lao Sheng menghela nafas, "Oleh karena itu Lao mengundang kalian ke sini untuk mendiskusikan sesuatu, yaitu pembagian regu!"
Semua orang mulai mengerti apa yang dimaksud oleh Lao Sheng, bahkan jika jumlah musuh jauh lebih rendah, bukan berarti itu akan menang mudah, tetap saja akan sulit.
"Hahaha, itu ide yang bagus, human race memang pintar!" Zhan Ming mencela sambil memakan sepotong coklat yang entah dari mana dia dapat.
Perkataan barusan terdengar jelas di telinga banyak Holy Ancestor, namun bukannya senang, mereka justru merasa kurang senang karena yang mengatakannya adalah Demon Race.
Yang Xiu melirik Zhan Ming dan menyuruhnya untuk diam dahulu, lalu dia berkata kepada mereka yang lain, "Lalu bagaimana dengan pembagian yang kalian maksud?"
__ADS_1
Lao Sheng mengangguk, dan berkata, "Pembagian tergantung kekurangan kalian, contohnya dalam satu regu harus ada yang menyerang jarak jauh, dan dekat, dan paling tidak harus ada Realm Lord tahap 9 sempurna atau puncak dalam satu regu!"
"Begitu, kalau begitu aku akan membagi reguku sendiri: Aku, Ji Hua, You Ning, Jian San, dan Saudara Wen Shi Zhan!"
"Eh? aku?" Wen Shi Zhan, lelaki tua itu yang merupakan Holy Ancestor Guard-Martial Emperor Blok A, jelas agak terkejut karena Yang Xiu memilihnya.
"Apakah saudara Wen tidak mau?" Yang Xiu tersenyum memandanginya.
Wen Shi Zhan melambaikan tangannya, "Biarkan yang muda memimpin, aku yang tua hanya mengikuti saja."
"Saudara Wen bijak—!" Yang Xiu mengangguk, namun dia tiba-tiba merasa ada yang mencubit pahanya.
Menengok ke samping, tapi itu adalah Zi Yun yang kelihatan cukup kesal karena tidak diajak.
'Zi Yun, utamakan kegunaan, bukan hati,' Yang Xiu berkata lewat kesadaran spiritualnya.
'Cih, terserah kau!' Zi Yun membalasnya dengan kesal.
Yang Xiu lalu menoleh ke arah Du Luo, dan Du Luo langsung paham apa yang dimaksud oleh Yang Xiu.
"Reguku: Aku, Nyonya Zi, Kakak Bohai Zhan, serta Xiao Bai dan Xiao Cai, dan emmm itu saja ..." ucap Du Luo dengan sedikit gugup.
'Dasar naga sialan, hanya memilih orang dekat!'
Beberapa Holy Ancestor merasa bahwa Du Luo ini terlalu bermain di Zona Nyamannya dan tidak berani keluar, tapi mereka tidak lagi peduli dan membuat tim mereka juga masing-masing.
Beberapa saat kemudian, setelah semuanya selesai dibagi, Lao Sheng pun berkata: "Bukan berkata sombong, namun mungkin hanya aku yang ahli strategi di sini, jadi jika aku menjadi Komandan Tertinggi, apakah ada yang keberatan?"
Semua orang diam, menurut mereka itu tidak ada salahnya.
"Baik, terima kasih atas pengertian kalian!" Lao Sheng tersenyum senang. "Kini sudah ada 10 Regu yang terdiri dari 5 Holy Ancestor, kecuali aku sendirian yang tidak ada regu sebab aku yang akan mengatur strategi."
Semua orang mengangguk.
__ADS_1
"Nah, oleh karena itu, ketika perang tiba nanti, aku ingin satu regu bertarung tidak terlalu jauh dari satu regu yang lain! Ini untuk jaga-jaga saja siapa tahu ada yang kesusahan dan bisa sedikit membantu."
"Di lain sisi, jika kalian merasa sudah terlalu kelelahan, kembalilah sebentar ke Guard, sehingga mereka para junior Venerable dapat membantu untuk menahan sebentar ... bahkan jika mereka harus berkorban nyawa!"
"..."
Semua orang terlihat serius, memang untuk meminimalisir jumlah Holy Ancestor yang mungkin mati, ada baiknya menggunakan para Venerable sebagai penghalang pengganti, ini memang terdengar kejam, tapi hanya itu satu-satunya cara.
"Kurasa itu saja, semuanya kembalilah dan persiapkan diri sebaik mungkin!"
***
Setelah semuanya dibubarkan, setiap 5 Holy Ancestor pergi kembali ke guard masing-masing.
"Ada teknik semacam itu?!"
Di dalam rumah kecil yang sederhana, Yang Xiu tengah berbaring di atas pangkuan Ji Hua, sambil menyebutkan sesuatu yang luar biasa kepada Ji Hua.
"Benar, aku mendapatkan Teknik Kultivasi Ganda ini ketika waktu itu melihat ingatan dari Huo Yu sang Holy Phoenix itu!" ungkap Yang Xiu.
Dahulu ketika memperbudak Huo Yu selama beberapa saat, Yang Xiu juga cukup memata-matai ingatan wanita itu dan mengetahui tentang teknik kultivasi ganda ini.
"Jika kita berdua berhasil mempelajari teknik ini, maka apa yang aku pikirkan, kau juga akan langsung tahu, dan juga penglihatan kita berdua akan saling terhubung satu sama lain, kita berdua seperti menjadi satu kesatuan yang terpisah!" ungkap Yang Xiu. Karena teknik ini juga dia saat itu dibuat babak belur oleh kedua Pasangan Terkuat itu.
"Ini sangat luar biasa, apa kau sudah melakukannya dengan Saudari Zi Yun?" tanya Ji Hua.
"Tentu saja!" Yang Xiu menjawabnya, saat itu dia menghabiskan waktu melakukan hal itu selama berbulan-bulan, bukan hanya sekedar kenikmatan, tapi juga untuk mempelajari hal ini.
"Aku juga sudah memberikannya kepada para muridku, dan mungkin mereka sudah mempelajarinya, sekarang tinggal kita berdua!" Yang Xiu bangkit duduk dan mendorong Ji Hua agar berbaring di tempat tidur.
"Tu-Tunggu, ini terlalu tiba-tiba!" Ji Hua memasang wajah tidak senang sambil memelototi mata Yang Xiu.
"Jadi kau tidak mau?" Yang Xiu menggodanya sambil mencubut puncak gunungnya(。•̀ᴗ-).
__ADS_1
"Uhn, jangan menggodaku ..." Ji Hua sedikit menghilangkan wajah marahnya, "Aku mau, kok ..."
« Bersambung! »