MENDAPATKAN SISTEM DI DUNIA LAIN

MENDAPATKAN SISTEM DI DUNIA LAIN
Chapter 269 : Masalah Meng Yan


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan like dan komen.


Selamat membaca :)


***


Setelah pergi dari ruang kelas tempat Hua Luo melakukan kegiatan mengajar, Yang Xiu berjalan melewati lorong bangunan yang cukup sepi karena masih jam pelajaran.


Setiap melewati ruangan-ruangan kelas, Yang Xiu selalu melihat ada Emperor tahap 5 dan 6 yang mengajari para muridnya, Yang Xiu tidak menggangu mereka, hanya berjalan dengan tenang dan bahkan orang-orang tidak menyadari jika dia ada.


Terus berjalan, hingga Yang Xiu tiba-tiba berhenti di depan pintu suatu kelas dan memantau kondisi di dalam kelas itu.


Di dalam kelas itu terdapat dua orang, mereka duduk di lantai dan menghadap kepada seorang perempuan yang sedang bermeditasi di atas sebuah bangku lebar.


Yah, dialah Meng Yan, adik junior dadu Zhu Yan yang dulu pernah bertemu di Kota Purplewood.


“Guru, aku merasa hambatan dalam diriku!” kata murid lelaki.


“Aku juga, guru! aku merasakan pemahaman Dao pedangku seperti tersangkut oleh sesuatu.” sambung murid perempuan.


Meng Yan saat ini masih memejamkan matanya, sebenarnya kedua muridnya ini sudah berkata seperti itu berulang-ulang, tapi ... dia juga pusing!


Kedua muridnya adalah Dao Source tahap 3, yang lelaki adalah Yu Xiao, dan yang perempuan adalah Si Ning.


Keduanya adalah murid yang dia angkat 10 tahun yang lalu saat mereka masihlah Saint King tahap 3, tidak menyangka pertumbuhan keduanya begitu cepat, sekarang bahkan mereka sudah mendekati ranah Emperor ...


Sedangkan dirinya? saat mengangkat keduanya sebagai murid, dia saat itu adalah Emperor tahap 3 dan sekarang dia adalah Emperor tahap 6 puncak.


Perkembangan murid-muridnya terlalu cepat! itulah yang dipikirkan oleh Meng Yan, dia merasa sudah tidak pantas lagi mengajari mereka.


“Guru!”


Meng Yan akhirnya dengan enggan membuka matanya yang terpejam ketika mendengar teriakan muridnya.


“Kenapa berteriak, Xiao Xiao?” Meng Yan memandang pemuda berambut hitam di depannya dengan tidak senang.


“Maafkan aku guru, tapi tadi ada pemuda berambut merah yang menyuruh kami untuk memberitahu guru bahwa: Temui aku di ruang nomor 1 nanti!” jelas Yu Xiao.


Ruang nomor 1? Meng Yan tentu tahu, di lantai ke-3 dari bangunan sekolah ini, terdapat satu ruangan yang dibuat khusus untuk ketua sekte void.


Meng Yan mengerutkan keningnya, bingung, tapi tetap mengangguk saja.


***


Hong!... Hong!...


Lonceng pada sekte void dibunyikan, matahari yang indah mulai menyembunyikan dirinya di balik pegunungan untuk menyambut dinginnya malam hari.


“Phew~ kalian kembalilah ke ruangan masing-masing, hentikan kegiatan intim kalian, lakukan saja ketika kalian menerobos ranah emperor nanti!”

__ADS_1


Meng Yan bangkit berdiri dan memberi arahan dan nasehat kepada kedua muridnya.


Kedua muridnya memiliki wajah yang merah seketika ketika tahu bahwa guru mereka sudah mengetahui tentang hubungan mereka.


“Baik, guru!” keduanya menyentuhnya kening mereka ke lantai untuk memberi hormat, lalu pergi keluar.


Melihat kedua muridnya yang sudah pergi, Meng Yan menghela nafas, lalu pergi ke luar juga namun ke arah yang sebaliknya dari murid-muridnya.


“Aku ingin tahu apa yang ingin ia bicarakan padaku, aku harap dia tidak memintaku untuk melayaninya,” gumam Meng Yan.


....


Saat berjalan melewati lorong, Meng Yan secara kebetulan berpapasan dengan Hua Luo.


“Meng Yan?” Hua Luo menegurnya, lalu mengernyitkan keningnya,


“Bukankah tempat tinggal mu di arah sana?”


“Aku dipanggil oleh dia,” jawab Meng Yan.


“Oh? kalau begitu ayo kita pergi bersama-sama!” Hua Luo merasa cukup tertarik dan memutuskan untuk ikut bersama Meng Yan.


Meng Yan tidak mempermasalahkannya, jadi keduanya pun pergi bersama.


Tak berselang lima menit, keduanya sudah tiba di lantai ke-3, dan di depan mereka adalah sebuah ruangan yang terdapat tulisan 1 di depan pintu masuknya.


“Masuk!”


Hua Luo dan Meng Yan saling memandang satu sama lain, lalu membuka pintu.


Klak!...


Pintu secara perlahan terbuka dan kedua wanita itu menengok ke dalam ruangan, terlihat Yang Xiu saat ini sedang berkultivasi di atas sebuah kursi panjang yang empuk.


“Kalian berdua, ke sini!” Yang Xiu membuka matanya dan memanggil mereka ke hadapannya.


Keduanya mengangguk lalu berjalan ke arah Yang Xiu dan duduk di lantai dengan kaki terlipat ke belakang.


“Aku hanya memanggil Meng Yan, kenapa kau ikut?” Yang Xiu menyipit kepada Hua Luo.


“A-Aku hanya ...” Hua Luo berusaha mencari alasan.


“Lupakan,” Yang Xiu tidak ingin mempermasalahkan itu lagi, jadi dia langsung melihat Meng Yan: “Apakah ada hambatan?”


Meng Yan paham apa yang Yang Xiu maksud, jadi dia langsung menjawab: “Mohon bimbingannya, Tuan!”


Mereka berdua pun mulai mengobrol satu sama lain mengenai pengalaman kultivasi mereka selama larut malam.


Hua Luo sendiri sudah mengantuk dan memutuskan untuk pergi, menyisakan Yang Xiu dan Meng Yan saja di tempat ini.

__ADS_1


“Aku paham apa yang terjadi ...” Yang Xiu tiba-tiba menatap Meng Yan dengan tajam, “Kau menyukai murid laki-lakimu, kan?”


“Eh? bagaimana bisa kau ...” Meng Yan terkejut seketika.


“Menyukai muridmu, Meng Yan, berapa umur mu?” tanya Yang Xiu.


“109 tahun ...” jawabnya dengan malu.


“Apa kau yakin ingin menyukai bocah 17 tahun itu? terlebih lagi ... dia sudah memiliki kekasih,” Yang Xiu berkata dengan nada meragukan.


“Lalu, Meng Yan, bakatmu jauh lebih rendah dari mereka berdua ... ini hanya tebakanku saja, laki-laki kebanyakan tidak menyukai perempuan yang bakatnya rendah, mungkin suatu hari mungkin dia bosan denganmu?!”


“Hentikan!” Meng Yan berkata dengan wajah dingin.


Yang Xiu menyeringai di wajahnya, “Aku hanya membicarakan fakta, Meng Yan.”


“Aku yakin dia tidak seperti itu, Tuan!” Meng Yan tetap tidak mau menerima perkataan Yang Xiu.


“Yakin?” Yang Xiu menatapnya dengan tampang tidak percaya.


“...”


“Kalau begitu aku akan menunjukkanmu sesuatu yang bagus.”


Setelah selesai berkata, Yang Xiu menggerakkan tangannya dan muncul sebuah energi yang membentuk sebuah kaca cermin bundar di atas udara.


Apa yang ada di dalam cermin itu adalah rekaman langsung dari suatu kamar, melihat orang yang ada di dalam cermin itu, wajah Meng Yan sedikit dingin.


Yu Xiao dan Si Ning saat ini sedang melakukan hubungan badan di dalam kamar, nampaknya keduanya sangat menikmatinya dan tergiur akan hal itu.


“Kakak Yu, tongkatmu sangat ganas!”


Si Ning berhenti bergerak dan memandang Yu Xiao yang berbaring di bawahnya.


“Kau berlebihan, adik Si!” balas Yu Xiao.


“Lalu, bagaimana dengan j.a.l.a.n.g itu?” tanya Si Ning.


“Ah, maksudmu guru montok kita? hehe, suatu saat aku akan memp.e.r.k.o.s.a.nya dan membuatnya menjadi mainanku agar kita memiliki banyak sumber daya!” jawab Yu Xiao.


“Kau tidak akan mencintainya, kan?” Si Ning bertanya dengan raut wajah khawatir.


“Tentu saja!”


....


« Bersambung! »


Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)

__ADS_1


__ADS_2