
Selamat membaca :)
***
Ledakan terbuka, terpecah, dan menghancurkan apapun, bahkan menciptakan retakan spasial di mana-mana.
Lalu, benda apapun dalam satu juta mil dari tempat mereka, baik itu asteroid maupun bintang-bintang mati, semuanya hancur lebur menjadi debu.
Suara sisa dari serangan kedua elemental technique menciptakan suara seperti lonceng kuil yang dibunyikan, berbunyi hingga ke mana-mana secara bertahap.
Tapi pertarungan belum selesai.
Dari kedua belah pihak, setelah berhasil selamat dari ledakan barusan, meski terluka-luka, namun keduanya tetap maju dan bertarung.
Ting!
Dua senjata pembunuh kembali dipertemukan, menciptakan percikan api yang membara, setiap gerakan adalah dao, setiap gerakan adalah penghancur!
"Hah ..." Keduanya saling membuka jarak satu sama lain cukup jauh, dan memandang satu dengan yang lain dengan serius.
'Semakin berlalunya waktu kekuatannya sudah 50% lebih dia bisa kendalikan, tidak heran dia kelihatan semakin ahli dalam bertarung dan gerakan sia-sia hampir tidak ada,' benak Yang Xiu.
Zi Yun baru saja menerobos dan kekuatannya tidak terkendali dengan baik, oleh itu dia butuh yang namanya 'mengkonsolidasikan ranah' dengan cara berkultivasi selama puluhan tahun atau dengan cara bertarung sekuat tenaga seperti ini.
'Yang Gege, benar-benar kuat!' Di lain sisi, Zi Yun juga nampak terkejut dengan hal ini.
'Haruskah aku menyudahinya ...' Zi Yun sepertinya sudah meredakan emosinya yang berlebihan sepenuhnya.
"Ayo bertarung lagi!" Yang Xiu berteriak lantang dan maju sekali lagi kepada Zi Yun.
Zi Yun juga menjadi serius kembali, dan segera bertukar serangan jarak dekat dengan Yang Xiu.
Ting!
Setiap tebasan, wajah Yang Xiu meneteskan satu tetes keringat.
Ting!
Namun, setiap tetes keringat itu membawa pengalaman baru baginya.
Ting!
__ADS_1
Kali ini Yang Xiu ditebas dari bawah ke atas, membuat tangannya teregang ke atas.
"Ini sudah berakhir!" Zi Yun sudah bersiap-siap dengan tinjunya, ketika dia ingin meninju, tiba-tiba tubuh Yang Xiu menghilang dari antara langit dan bumi.
'Sial, aku tertipu!'
Setelah tinju Zi Yun melewatinya, Yang Xiu tiba-tiba muncul di sampingnya.
"Jangan berpikir kau sudah menang!" Zi Yun memutar tubuhnya dengan cepat, lalu muncul tiga tubuh yang serupa dengan dirinya di berbagai sisi yang langsung menyerang ke arah Yang Xiu.
Tapi Yang Xiu sekali lagi menggunakan teknik ciptaannya yaitu Body Chaos Emptiness.
Shiu ...
Menghilang lagi dan klon-klon itu hanya memukuk udara, ketika Yang Xiu muncul kembali, dia sudah agak jauh dari mereka.
"Aku juga bisa menggunakannya!" Yang Xiu seketika membuka jarak ke belakang dan dari dalam tubuhnya muncul dua dirinya yang lain.
Ini adalah teknik rahasia yang berasal dari Saint Palace, salah satu teknik yang hanya bisa digunakan oleh para jenius berbakat saja yaitu Teknik Rahasia: Self Illusion.
Kedua Illusion Body milik Yang Xiu menerjang ke depan dan bertarung dengan para Illusion Body milik Zi Yun.
Sementara Illusion Body dari kedua belah pihak sedang bertarung, Yang Xiu dan Zi Yun juga terlihat serius.
"Kau akan mati jika aku mengeluarkan salah satu kartu truf ku, ayo selesaikan saja sampai di sini!" ungkap Zi Yun.
Yang Xiu melengkungkan senyumnya mendengar itu, "Kau terlalu meremehkanku!"
"Yang Gege, jangan terlalu jauh!" Zi Yun berteriak memperingati.
Yang Xiu memasang telinga tuli mendengar itu, segera dia terdiam dan menghembuskan nafasnya yang terlihat seperti nafas yang kuno, suci, tenang, dan lembut.
"Teknik Rahasia ..." Yang Xiu mengedarkan energi berwarna emas di tubuhnya yang dipenuhi oleh kekuatan kebenaran.
"Golden ..." Secara perlahan kedua tangannya mendekat, dan ketika kedua telapak tangannya sudah saling bertemu satu sama lain, "Buddha!"
Seketika di antara void yang terbentang sangat luas itu, kekuatan mengalir liar keluar dari dalam tubuh Yang Xiu dan menciptakan sebuah patung Golden Buddha agak transparan yang duduk di atas sebuah teratai emas.
Patung itu menyerupai suatu sosok yang kedua telapak tangannya saling tertangkup satu sama lain, lalu di belakangnya terdapat ribuan tangan emas yang nampak tak terkalahkan, dan di bagian paling belakang lagi ditutupi oleh cahaya bundar.
Kehadiran patung Golden Buddha ini saja sudah cukup untuk menekan ratusan bintang, membuat ruang seperti seakan-akan bisa hancur sepenuhnya.
__ADS_1
Melihat Golden Buddha setinggi 10.000 kaki ini, Zi Yun merasakan tekanan yang tak tertahankan, tekanan ini seperti memaksanya untuk sujud dan menyembah.
"Yang Gege, kau memaksaku!" Zi Yun berdecak kesal, lalu memejamkan matanya, ketika membuka matanya kembali, aura dari tubuhnya terlepas keluar dan menciptakan sebuah wujud humanoid raksasa yang setara dengan patung Golden Buddha milik Yang Xiu.
Wujudnya hanya menyerupai manusia, namun tanpa wajah yang jelas, hanya aura saja.
Sayap tumbuh keluar dari tubuh sosok humanoid raksasa itu, lalu di atas kepala humanoid raksasa itu adalah sebuah mahkota ratu, dan di salah satu bagian mahkota, Zi Yun berdiri di sana dengan wajah susah payah.
Di lain sisi, tepat di atas kepala patung golden buddha, Yang Xiu berdiri di sana dengan badan gemetar dan keringat dingin di seluruh tubuhnya.
'Teknik yang sangat menguras tenaga, tahu begini aku lebih baik menggunakan Dragon Transformation saja!' batin Yang Xiu.
Tapi kini sudah terlanjur, jadi dia hanya bisa menghilangkan pikiran itu.
Menatap wujud raksasa humanoid berbentuk peri wanita yang jauh darinya, Yang Xiu juga benar-benar terkejut merasakan vitalitas yang hampir setara dengan Healing Qi nya dari tubuh humanoid raksasa ini.
[Ini merupakan kemampuan ilahi dari Recovery Regeneration Body! Kemampuan ini hanya bisa disadari ketika seseorang sudah mencapai ranah Realm Lord tahap 8 atau 9!]
'Jadi, begitu tidak heran ...'
[Meski tubuh itu lebih berguna untuk menyembuhkan, namun host tidak boleh meremehkan serangannya!]
'Aku tahu!'
Yang Xiu pun memandang Zi Yun yang ada di sisi lain dengan niat bertarung yang mengepul di matanya.
"Ayo!"
Setelah selesai berkata, patung buddha membuka matanya secara perlahan, lalu tangan sang buddha menekan ke depan dengan kekuatan kebenaran yang tak tertahankan, diikuti oleh ribuan tangan yang ada di punggungnya .
Swoosh... Swoosh... Swoosh...
Zi Yun di sisi lain juga melakukan hal yang sama, namun kali ini agak berbeda.
"Niat Pedang!" Zi Yun bergumam, lalu di tangan sosok humanoid itu mencengkram sebuah pedang aura berwarna biru.
"Maju!" Sayapnya mengepak, dan terbang ke depan bertemu dengan ribuan serangan dari patung buddha.
"Hyahhhhhhhh!!!"
« Bersambung! »
__ADS_1