
Selamat membaca :)
°°°
Ketika baru saja masuk, Yang Xiu merasa bahwa energi void sangat kacau di tempat ini yang memaksa dirinya harus lebih berhati-hati agar tidak memicu hal buruk.
Satu persatu tempat diperiksa dengan baik, banyak cabang lorong yang mengarah ke tempat Xiao Bai, namun itu sangatlah berbahaya dan hanya kultivator ruang seperti mereka yang datang melewatinya seorang diri.
Hingga beberapa saat kemudian, setelah mencari selama beberapa jam, tiba-tiba Gu Yao mengirim pesan kesadaran spiritual, yang langsung menarik perhatian Yang Xiu.
"Ada apa?" Yang Xiu bertanya setelah sampai, namun pertanyaannya langsung terjawab ketika melihat ada cabang lorong Hitam yang sunyi di depan Gu Yao.
"Aku rasa ini adalah jalan terbaik tiba di sana!" ucap Gu Yao.
"Kau benar, kalau begitu ayo!"
Gu Yao mengangguk, dan dengan kerja sama dari keduanya, Yang Xiu dan Gu Yao berhasil memperluas ukuran cabang lubang void ini menjadi sangat besar, setelah berhasil melakukan hal itu, keduanya pun keluar dan memberikan arahan kepada para Holy Ancestor untuk memasukkan semua planet-planet ke dalam dunia internal masing-masing.
Setelah semua dunia internal dimasukkan, kecuali para penduduknya. Yang Xiu dan Gu Yao pun menuntun triliunan prajurit untuk pergi ke dalam void tunnel dan menuntun mereka agar tidak salah jalan.
Dikarenakan saking banyaknya orang-orang, Yang Xiu dan Gu Yao membutuhkan banyak waktu agar mereka semua mencapai tujuan dan masuk ke dalam void tunnel.
Setelah semua orang memasuki cabang lubang void, Yang Xiu dengan lambaian tangannya memenuhi void tunnel dari luar dengan kekuatan ruangnya sehingga mulai tertutup secara perlahan, lalu dia dan Gu Yao pun ikut masuk ke dalam cabang lubang void.
Setelah tiba di sisi lain, perjalanan besar human race pun terus di mulai kembali.
***
__ADS_1
Di lain sisi, di suatu tempat yang gelap dan sepi, tempat di mana hanya ada void (kekosongan) di sekitar. Tiba-tiba saja ruang nampak bergetar kuat di sekitar sana, lalu dalam usaha beberapa menit, tiba-tiba muncul sebuah void tunnel di tengah void.
Hron ...
Wush Wush Wush!
Ratusan sosok melesat dengan cepat keluar dari dalam void tunnel dan berhenti tak jauh dari sana. Masing-masing adalah kultivator ranah High Rank Realm Lord, bahkan terdapat beberapa yang adalah Realm Lord tahap 9.
"Xiannu, di mana arah menuju Guard terdekat? sana atau sana?"
Seorang wanita berambut hitam, dengan palace dress berwarna hitam bagai manik matanya yang gelap, kini bertanya pada salah satu dari yang ada di situ, yaitu seorang wanita berambut kecoklatan dengan dua sayap kupu-kupu di belakangnya.
!!!
Jika dilihat dari dekat, semua wajah sangat familiar. Yah, mereka adalah istri-istri dari Yang Xiu, serta masing banyak lagi bawahan Yang Xiu yang lain.
Bagaimana mereka memberanikan diri datang ke sini? sebenarnya beberapa ratus tahun yang lalu, setelah berita mengenai Yang Xiu yang mengkhianati Human Race terdengar hingga ke telinga semua human race, An Yun Lan sempat bersikeras untuk masuk ke dalam Demon Galaxy, namun hal itu tentu dicegah oleh Huo Yu Sang Holy Phoenix.
Meski sudah dicegat beberapa kali, An Yun Lan tetap keras kepala, hingga akhirnya Huo Yu yang sudah tidak tahan pun memberikan informasi rahasia yang sebenarnya, bahwa Yang Xiu hanya berpura-pura saja.
An Yun Lan jelas sedikit terkejut mendengarnya, dan semakin meminta untuk memastikan datang kepada Yang Xiu, namun hal itu tetap ditentang karena Demon Galaxy terlalu berbahaya dan populasi Phoenix sangat sedikit untuk dijadikan prajurit perang.
Mendapatkan kenyataan seperti itu, An Yun Lan hanya bisa dengan enggan memutuskan untuk pergi kembali ke Planet Sheng Ying bersama Xiannu.
Letak planet Sheng Ying terdapat di suatu tempat antah berantah yang berada agak keluar dari Golden Star Galaxy, meski jauh, tapi dengan bantuan beberapa array teleportasi, mereka berhasil kembali dalam 5 tahun.
Setibanya di planet Sheng Ying, An Yun Lan yang cukup khawatir berkata untuk segera pergi ke Demon Galaxy lewat void tunnel yang tersegel, namun semuanya menolak ide ini, sebab saat itu, kecuali Zhuge Liang yang sudah berada di ranah Realm Lord tahap 9, yang lainnya masihlah lebih rendah dari itu, bukan ide bagus untuk menerobos masuk ke dalam Void Tunnel yang menghubungkan langsung dengan wilayah demon.
__ADS_1
Akhirnya An Yun Lan hanya bisa mengurung niatnya, dan fokus hanya dengan kultivasi Realm Lordnya saja, sama sekali tidak memedulikan kultivasi phoenixnya.
Kini sudah 200 tahun berlalu, dan mereka semua, para istri Yang Xiu, sudah mencapai Realm Lord tahap 9, bukan hanya karena bakat mereka yang bagus, namun juga karena dukungan dari Life Tree yang membuat pertumbuhan mereka ribuan kali lebih cepat dari kultivator normal.
"Di arah sana!" Xiannu menunjuk jarinya ke arah selatan, setelah memeriksa peta bintang yang ada di tangannya.
"Baiklah, ayo kita ke sana!" Xia Ling Wan berkata bagai seorang pemimpin, dan hendak pergi, namun melihat seorang gadis muda dengan mata tertutup tidak bergerak dan hanya berdiam diri di sana saja.
"Ling'er, ada apa?" Xia Ling Wan bertanya dengan nada lembut, seperti seorang ibu kepada anaknya.
Gadis itu masih memejamkan matanya, ketika dia membuka matanya, matanya terlihat sangat indah seperti bunga mawar merah yang indah dan berkilauan bagai sinar bintang.
Sayang sekali, ada kekurangan pada gadis cantik ini, dia buta ...
Gadis itu menunjuk ke satu arah, arah yang mengarah ke arah kedalaman medan perang, lalu berkata: "Pergi ke sana, ayah pasti ada di sana!"
Mendengar pernyataan gadis ini, beberapa orang mengernyitkan keningnya, arah sana sudah pastilah adalah wilayah demon, tidak mungkin Yang Xiu ada di sana, bukan?
"Nona muda, apa anda yakin Land Master ada di sana?" seorang pemuda dengan pakaian seadanya datang dan bertanya, dia adalah Zhuge Liang.
"Aku yakin, paman Zhuge ... ayah pasti ada di sana!" ucap gadis itu dengan wajah cukup semangat.
"..." Semua orang terdiam kembali.
"Aku rasa adik Yang Ling benar, mungkin kita harus mengikuti apa katanya, lagipula kita tidak kekurangan Realm Lord tahap 9 di sini, ada para Niang (Ibu), dan juga paman Zhuge, yang juga sudah mencapai ketinggian itu," ucap seorang pemuda berambut merah seperti manik matanya, wajahnya sangat mirip dengan Yang Xiu.
"Ceh, Yang Qi, aku tahu kau yang tertua di antara kita berempat, tapi bukan berarti kau harus bersikap seperti pemimpin, apa kau masih percaya dengan tahayul yang diucapkan oleh Yang Ling?" Seorang pemuda berambut merah gelap menatap pemuda bernama Yang Qi dengan agak kesal.
__ADS_1
« Bersambung! »