MENDAPATKAN SISTEM DI DUNIA LAIN

MENDAPATKAN SISTEM DI DUNIA LAIN
Chapter 403 : Membelah Langit? Itu Mudah!


__ADS_3

Jangan lupa like, komentar, dan vote yah.


Selamat membaca :)


***


"Qin'er, ke sini!" Yang Xiu mengangguk ke arah Xiao Qin.


Xiao Qin sedikit panik, namun setelah dipaksa sedikit oleh Xiao Jia, dia akhirnya berjalan ke dekat Yang Xiu.


"Aku melihat bahwa bakatmu sangat baik!" Ungkap Yang Xiu, "Kau mungkin bisa melampaui para jenius berbakat ..."


"Itu sudah jelas, lagipula aku memang jenius!" Qin'er sepertinya sangat bangga ketika dipuji sedemikian.


"Apa kau mau menjadi muridku?" Yang Xiu tersenyum dan bertanya kepadanya.


"Kakek, aku tahu kau baik, tapi ..." Xiao Qin nampaknya ingin mengatakan sesuatu tapi dia menahannya agar tidak menyakiti hati Yang Xiu.


"Kau meragukanku?" Yang Xiu bertanya dengan santai.


"Tidak, bukan begitu ..." Xiao Qin menggelengkan kepalanya dengan cepat dan langsung memegang tangan Yang Xiu, "Kakek, aku hanya bercanda, hehe."


"Hehe ..." Yang Xiu juga balik terkekeh ringan dan menarik Xiao Qin ke atas pangkuannya, dan bertanya: "Bagaimana caraku untuk meyakinkanmu?"


'Kakek sangat keras kepala, aku harus memberinya paham bahwa dunia tidak berjalan seperti yang dia pikirkan!' Xiao Qin teringat kata-kata ini dari tetangganya.


"Belahlah langit, lalu aku akan percaya!" ungkap Xiao Qin dengan nada santai.


"Hei!" Yang Xiu cukup terkejut dengan permintaan berlebihan gadis kecil ini.


Melihat wajah Yang Xiu yang nampak seperti terkejut, Xiao Qin sepertinya tersenyum lega dalam hatinya.


'Dengan begini, kakek harusnya tahu apa arti menyerah—!'


"Hanya itu?"


"Eh?" Xiao Qin jelas terkejut — dia tidak tahu apakah kakeknya ini salah menanggapi atau memang terlalu sombong.


Yang Xiu tersenyum datar, dan mengangkat jarinya menunjuk ke langit.


"Langit yang rendah, terbelahlah!" Yang Xiu mengeluarkan kata-kata dengan nada yang angkuh, seolah seorang tuan yang memberi perintah kepada pelayannya.


"Kakek, apa yang kau lakukan?" Xiao Qin menatap Yang Xiu dengan aneh, lalu dia juga menatap langit yang ditunjuk oleh Yang Xiu.


Awalnya tidak ada keanehan, namun detik selanjutnya adalah fenomena menakutkan.

__ADS_1


Suara menderit berbunyi dengan sangat kuat, seperti resleting yang dibuka secara perlahan, namun bedanya suara ini terdengar hingga ke seluruh dunia.


Bersamaan dengan suatu itu, di langit muncul sebuah retakan raksasa, seolah langit benar-benar terbelah menjadi dua bagian, hanya ada kegelapan tanpa batas di balik robekan langit yang merupakan void atau kehampaan.


Fenomena aneh ini berlangsung dan disaksikan oleh seluruh penduduk di dalam dunia internal, dan orang-orang mulai ketakutan, berpikir bahwa dunia akan kiamat.


"Ka-Kakek ..." Xiao Qin melebarkan matanya dan memandangi langit dengan wajah tak percaya, putus asa, ketakutan.


"Haruskan aku menambahkan hal lain?" Yang Xiu tersenyum dan mencengkram tangannya, seolah mencengkram sesuatu.


Kacha!*


Di dunia internal ini ada dua matahari, satunya adalah matahari yang berasal dari artefak Light Bead, satunya lagi adalah kekuatan elemen api yang dipadatkan dari Fire Dragon Bead (Manik Naga Api).


Apa yang dihancurkan oleh Yang Xiu adalah Light Bead, memang itu adalah artefak, namun meski begitu tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa mencapainya, karena Yang Xiu memasang halangan absolut di dekatnya, mustahil cultivator Emperor bisa menghancurkannya.


Namun kini sudah hancur ...


Menghancurkan benda langit? ini sama sekali ada di luar nalar, bahkan mereka yang merupakan Half Ancient Emperor dari seluruh dunia menatap semua ini dengan wajah penuh kejutan.


Baru saja langit terbelah, kini matahari hancur ... apakah dunia akan benar-benar kiamat?


"Kakek ... tolong hentikan, Qin'er takut ..." Xiao Qin memeluk tubuh Yang Xiu, dan menyembunyikan wajahnya di dada Yang Xiu.


"Dewa, anda terlalu berlebihan." Xiao Jia tersenyum kecut memandangi langit yang sudah mulai menyatu kembali.


"Ini hanya pelajaran kecil." Yang Xiu mengelus-elus kepala Xiao Qin, "Ingatlah bahwa ini dunia kultivasi, tidak ada yang mustahil di dunia ini!"


"Baik, Kek ..." Xiao Qin mengangguk, tapi dia tetap bersembunyi di dada Yang Xiu, sepertinya itu benar-benar tempat yang nyaman baginya.


***


Beberapa jam kemudian.


Dari langit turun Xiao Bai dan Xiao Cai.


"Ibu, Paman!" Keduanya tersenyum cemerlang.


Yang Xiu hanya mengangguk, dan tetap duduk di kursi samping rumah mereka sambil memangku Xiao Qin yang kini sudah tertidur pulas.


"Gadis ini ..." Xiao Bai tersenyum tulus memandangi Xiao Qin yang memang adalah anaknya dengan Xiao Cai.


"Paman, maaf jika Qin'er menyusahkan!" Xiao Cai memasang wajah bersalah.


"Tidak usah dipikirkan!" Yang Xiu mengangguk dan menatap keduanya dari atas ke bawah, "Kalian benar-benar sepasang pasangan yang serasi."

__ADS_1


"Paman, apa kau yang melakukan hal barusan?" Xiao Bai bertanya dengan penasaran sembari duduk di tanah, di hadapan Yang Xiu, diikuti oleh Xiao Cai.


Yang Xiu menjawab, "Qin'er yang memintaku untuk melakukannya."


Mendapatkan jawaban seperti itu, Xiao Bai tercengang seketika, "Jadi, paman yang melakukannya! Apakah paman semacam Dewa?"


"Dewa? itu terlalu berlebihan, sebutan semacam itu bahkan aku tidak sebegitu sombongnya untuk menggunakannya, hanya mereka yang benar-benar absolut yang layak menyandang gelar itu."


"Tidak-tidak, Paman benar-benar layak!" Xiao Bai menyanggahnya, Xiao Cai mendukungnya.


"Sudahlah, lupakan hal itu." Yang Xiu menggelengkan kepalanya, dan menoleh ke arah Xiao Qin, hatinya memancarkan rasa welas asih, namun matanya yang dingin itu seperti tidak mengizinkannya untuk mengungkapkan hal itu.


Semuanya diam dan hening saat itu, tatapan mereka hanya terfokus kepada Yang Xiu dan Xiao Qin, seolah-olah tidak ada hal lain selain keduanya.


Hingga suatu ketika, Yang Xiu tiba-tiba mengalihkan pandangannya dan melihat jauh ke depan.


Bersamaan dengan tatapan Yang Xiu, ketiganya yang lain juga mengikuti tatapan Yang Xiu


"Mereka sudah datang!" Yang Xiu berkata dengan nada rendah.


Xiao Bai dan Xiao Cai segera bangkit berdiri dan menatap ke satu arah dengan wajah yang serius.


Swoosh... Swoosh... Swoosh... Swoosh...


Empat sosok segera mendarat di samping mereka, tak lain adalah Xiao San bersama para haremnya, serta di gendongan Wan Xiao'er terdapat seorang bayi berumur beberapa bulan.


"Maaf, kami agak terlam—!"


"Hmm~!!" Yang Xiu menatap Xiao San dengan dingin, artinya jangan bicara terlalu keras-keras.


Xiao San lalu melihat ke arah Xiao Qin, baru kemudian ia sadar bahwa jika dirinya ribut, maka akan membangunkan gadis kecil ini.


Xiao San melihat gadis kecil itu baik-baik cukup lama, hingga kemudian dia sadar dan menoleh ke arah Xiao Cai serta Xiao Bai, "Anak kalian?" tanyanya dengan pelan.


Dari nadanya, nampaknya dia sudah menghilangkan pikiran cemburu dan rasa cinta yang berlebihan kepada Xiao Cai.


"Tentu saja!" Xiao Bai tersenyum bangga.


"Selamat ..." Xiao San tersenyum hingga memejam matanya.


Senyumnya manis, jika dia sebelumnya tidak terlalu terobsesi dengan Xiao Cai, entah berapa banyak wanita yang sudah dia punya.


« Bersambung! »


Jangan lupa tinggalkan like, komentar, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)

__ADS_1


__ADS_2