
Selamat membaca :)
***
Fenomena ini terus terjadi hingga beberapa saat kemudian menjadi reda dan sirkulasi energi spiritual di dunia ini mulai kembali normal.
"Kau tunggu di sini!" Yang Xiu mengucapkan beberapa patah kata dan terbang melintas ke arah sana dengan cepat.
Setibanya di tempat Zi Yun, Yang Xiu menunggu selama beberapa jam di luar rumah, hingga akhirnya Zi Yun datang kepadanya.
Merasakan aura padanya, Yang Xiu benar-benar mengangguk puas hanya karena Zi Yun memang benar-benar sudah menjadi seorang Venerable.
"Yang Gege!" Zi Yun tersenyum manis dan memeluknya agak lama.
"Hmm ..." Zi Yun mengendus-endus pakaian Yang Xiu dan bertanya dengan curiga, "Kenapa seperti ada bau wewangian anak kecil di tubuhmu?"
"Nanti aku akan beritahu, ayo kita masuk ke dalam dulu!" Yang Xiu berkata dengan tenang.
"Emm, baiklah ..." Zi Yu hanya bisa mengikuti apa katanya.
Setelah masuk ke dalam kamarnya, Yang Xiu menaruh Zi Yun duduk di ranjang dan tentu saja, mereka hendak melakukan aktivitas malam mereka.
"Yang Gege, aku harus mengkonsolidasikan ranahku ..." Zi Yun memalingkan wajahnya dengan malu.
"Aku akan membantumu, itu mudah!" Yang Xiu datang ke depannya dan memegang dagu Zi Yun dengan lembut.
"Apa maksudmu? Ahh~!" Zi Yun baru ingin bertanya, namun tangan Yang Xiu sudah menjalar ke dadanya dan memainkan bola kecil yang ada di atas gunungnya.
"Uhmmm~!" Wajah Zi Yun langsung memerah, dan dia sudah tidak tahan lagi langsung mencium bibir Yang Xiu dengan agresif.
"Umm~!"
"Umm~!"
Tanpa sadar Yang Xiu sudah naik ke atasnya dan memasukkan tangannya melalui bagian bawah pakaian yang dikenakan oleh Zi Yun.
"Hah... Hah..." Nafas keduanya terjengkal-jengkal satu sama lain, dan menatap wajah satu sama lain dengan penuh sayang.
"Yang Gege, jangan terlalu ka—!" Zi Yun baru saja ingin meminta kepada Yang Xiu untuk bersikap lembut, namun tiba-tiba terdengar teriakan dari luar rumah.
__ADS_1
"Tuan muda! Ada wanita cantik dan pemarah yang ingin menemuimu! dia sangat ingin menemuimu!" Gu Tianji berteriak dengan wajah susah payah dari luar.
"Wanita cantik dan pemarah ...?" Zi Yun memandangi Yang Xiu dengan dingin, "Apa yang kau lakukan selama aku ada di pengasingan?!" Zi Yun langsung mendorong Yang Xiu ke belakang.
Yang Xiu juga sedikit tidak tahan dan mengatur dirinya untuk berdiri tegak, dia tidak tahu kenapa Gu Tianji harus datang di saat-saat seperti ini.
'Terlebih lagi, siapa wanita cantik dan pemarah yang dia maksud?' Yang Xiu berdecak kesal dalam hatinya.
"Ehmm, Zi Yun ... kita akan berbicara lagi lain kali—"
"Aku akan mengikutimu! Aku ingin melihat j*lang mana yang menarik perhatianmu!" Zi Yun membantah, dia bangkit berdiri dan membenarkan pakaiannya yang sedikit berantakan.
***
Keluar dari dalam rumah, Yang Xiu dan Zi Yun mendapati Gu Tianji tengah berdiri di sana.
"Ka-Kau ... Tuan Muda Gu Tianji!" Zi Yun berseru kaget.
"Apa kau datang ke sini untuk melamarku?" Zi Yun bertanya setelah sedikit tercengang, namun dia merasa aneh karena tidak ada tanda-tanda aura dari ayahnya.
"Dia adalah bawahanku sekarang, tidak usah bersikap formal," Yang Xiu menjelaskan dari samping.
"Yang dikatakan Tuan Muda Yang memang benar! Gu adalah bawahan dari Tuan Muda Yang!" Gu Tianji sedikit angkat suara, membuat Zi Yu terdiam tak berkata-kata lagi.
"Baiklah, hentikan tentang itu." Yang Xiu kemudian memiliki wajah serius ketika mengangkat kepalanya dan melihat ke luar planet.
"Ayo kita pergi! Aku ingin melihat siapa yang datang!" ucap Yang Xiu, lalu dengan cepat terbang ke luar angkasa.
Dalam hitungan detik saja, ketiganya sudah keluar dari planet kecil tersebut dan melihat ada sebuah starship yang berdiam di atas sana.
Swoosh ...
Sebuah panah dengan kecepatan yang sangat cepat ditembakkan dari atas starship oleh seorang yang tidak dikenal.
Merasakan kekuatan yang terkandung di panah ini tidak terlalu kuat, Zi Yun lantas mencoba untuk memblokirnya, namun Yang Xiu menghentikannya.
Yang Xiu merentangkan tangannya ke depan, dan muncul Chaos Qi di telapak tangannya.
Swish...!!
__ADS_1
Chaos Qi ditembakan, terlihat seperti pelan, namun cepat. Ketika Chaos Qi menabrakkan dirinya dengan panah itu, ledakkan super kuat tercipta.
Bang!
Seolah dua kekuatan yang saling berlawanan bertabrakan, semua yang ada dalam jarak ratusan ribu mil dari tempat itu hancur berantakan.
Ruang retak, berbagai asteroid sebesar bulan bahkan musnah hanya karena terkejut sisa-sisa serangannya.
"Aura yang familiar!" Yang Xiu berkata dengan agak lantang.
"Aku sudah duga, kau tidak mungkin melupakanku!" Suara manis lembut terdengar dari jauh, mendengar suara ini saja membuat Yang Xiu teringat kenangan buruknya.
"Ji Hua!"
Di atas starship, seorang wanita yang mengenakan gaun serba hitam, bahkan tangannya juga ditutupi oleh sarung tangan berwarna hitam, serta wajahnya tertutup oleh cadar hitam.
Satu-satunya yang nampak mencolok adalah mata dari wanita ini, yaitu warna merah muda yang nampak bersinar bagai rembulan di malam hari.
Yang Xiu memiliki wajah yang sulit, dia ingat terakhir kali ditangkap oleh wanita ini di Bintang Qing Se ketika pertama kali datang ke Central Galaxy (Pusat Galaxy).
Bisa melarikan diri saat itu adalah sebuah keberuntungan. Kini, entah bagaimana, apakah wanita ini marah padanya atau bagaimana.
Ji Hua yang ada di atas starship segera melompat dari starship dan terbang ke tempat Yang Xiu serta yang lainnya berada.
Setelah tiba di sana, dia sama sekali tidak memedulikan Gu Tianji serta Zi Yun, matanya hanya terfokus kepada Yang Xiu seorang.
"Kau sudah sekuat ini!" Ji Hua terkejut melihatnya, terakhir kali dia ingat bahwa Yang Xiu bahkan hanya seorang Emperor kecil, namun sekarang sudah setara dengannya ... Ji Hua tidak bisa berkata-kata lagi.
"Siapa ka—!" Zi Yun baru saja ingin mencela pembicaraan mereka, namun dia melihat bahwa Ji Hua sudah memeluk Yang Xiu di depan wajahnya.
Kejadian ini membuat wajah Zi Yun menjadi gelap.
"Yang Xiu, kau benar-benar selamat! Aku kira kau sudah mati di dalam badai luar angkasa!" Ji Hua memeluknya sambil meneteskan air matanya, "Padahal aku sudah berjanji akan mejadikanmu temanku, tapi aku malah membuatmu dalam bahaya, maafkan aku!"
"..." Yang Xiu sedikit terdiam mendengar pernyataan Ji Hua. Memang, jika dia boleh jujur, maka Ji Hua adalah wanita yang baik namun jahat, dia pernah memberinya Elemen Air, namun tidak mengambilnya kembali saat aku terluka.
Yang Xiu bahkan terheran saat itu, bagaimana bisa ada manusia yang sebaik itu. (Chapter 240)
« Bersambung! »
__ADS_1