MENDAPATKAN SISTEM DI DUNIA LAIN

MENDAPATKAN SISTEM DI DUNIA LAIN
Chapter 392 : Ungkapan Hati Yang Xiu


__ADS_3

Jangan lupa like, komentar, dan vote yah.


Selamat membaca:)


***


Beberapa saat berlalu setelah itu, dan Xiao Jia pun pergi dari tempatnya.


"Apa kau tertarik dengan Xiao Jia?" tanya wanita pemilik kedai.


"Hmmm?" Yang Xiu mengangkat alisnya, bingung dengan maksud wanita tua ini.


"Aku melihat semuanya, kau sebelumnya selalu menatap Xiao Jia, apa mungkin kau ingin menikahinya? itu akan bagus jika memang benar."


Yang Xiu tidak menjawab dulu, setelah dia sudah menyelesaikan pangsitnya, Yang Xiu lalu berkata: "Kau terlalu berlebihan. Apakah aku, Yang Xiu, terlihat seperti perebut istri orang lain?"


"Memang!"


"Uhh ..."


Nenek Ci menghela nafasnya, dan berkata: "Xiao Jia sebelumnya memang memiliki suami dan dia hamil dari suaminya, namun suaminya sudah pergi dan tidak pulang-pulang dengan wanita lain di sisinya ..."


"Jadi begitu ..." Yang Xiu mengangguk paham.


"Nak, jika kau memang benar-benar tertarik dengannya, maka ... tolong jagalah dia."


***


Beberapa tahun setelah itu.


Kota West Wind | Pinggiran Kota | Siang Hari | Kedai Makan


Tiga orang anak kecil bermain kejar-kejaran dari luar tenda kedai sampai masuk ke dalam.


"Hahaha, kejar aku jika kau bisa!"


Pak!


Bocah laki-laki berumur lima tahun tanpa sengaja menabrak seseorang yaitu Yang Xiu.


Lalu dari belakang bocah itu, dua bocah kecil, laki-laki dan perempuan berlari masuk ke dalam dan menemukan Yang Xiu yang sedang berwajah gelap.


"A-Ayah kecil!" Bocah yang terjatuh itu mendongak dan melihat wajah Yang Xiu dengan ketakutan.


"Siapa yang menyuruh kalian bertiga menggangu, hah?"


"Ahh, tidak ... Ayah kecil ..."


"Aku pamanmu!"


Pam Pam Pam!*


Ketiganya berjalan keluar dari dalam tenda dengan benjol kecil di dahi mereka.

__ADS_1


"Sial, dasar orang tua muda! awas saja, suatu hari aku pasti akan mengalahkannya!" Bocah yang sebelumnya menabrak Yang Xiu berdecak kesal.


Dia memanggil Yang Xiu orang tua karena memang usia Yang Xiu tua, namun dia menambahkan muda karena wajah Yang Xiu selalu awet muda.


"Xiao Bai, aku pasti akan membantumu, tapi kau tidak boleh membunuh paman!" gadis kecil yang ada di sampingnya terlihat mendukung bocah tersebut dengan wajah serius namun memerah.


"Xiao Cai, mana mungkin aku membunuh ayah ke— maksudku, mana mungkin aku membunuh paman!" Xiao Bai berkata dengan serius.


Xiao Bai lalu memandangi bocah laki-laki di samping Xiao Cai, "Xiao San, kenapa kau diam saja?"


Bocah laki-laki itu menggelengkan kepalanya, "Tidak ada, aku cuman lelah!"


"Ohhh ..." Xiao Bai mengangguk seolah dia yakin yang dikatakan oleh Xiao San adalah benar.


"Ayo kita pulang!" Xiao Bai berlari segera, dan berteriak, "Yang paling belakang adalah yang mencuci piring malam ini!"


***


Ketika ketika bocah itu sampai di rumah dengan wajah lelah, Xiao Jia memasang wajah gembira menyambut mereka, "Kalian akhirnya pulang, cepatlah mandi dan makan!"


"Siap, Bos!" Xiao Bai menjawab, lalu bertanya balik, "Apa ibu menunggu paman?"


Wajah Xiao Jia seketika berubah menjadi memerah, "Apa yang bocah umur lima tahun sepertimu katakan? cepat mandi dan makan!" tegasnya.


"Ba-Baik!" Xiao Bai segera berlari masuk dan diikuti oleh kedua anak yang lain.


Sementara Xiao Jia masih berdiri di depan pintu sambil memandang jauh, "Yang Xiu ..."


***


Melihat hidangan yang disajikan di atas meja, Xiao Bai terlihat ngiler, ini merupakan daging ikan yang dipancing oleh dirinya dan pamannya saat hari masih belum pagi.


"Xiao Bai, tunggu dulu, tunggu—"


Tok Tok Tok!*


"Orang tua muda itu akhirnya datang!" Xiao Bai tersenyum sambil menaikkan alisnya berulang kali kepada ibunya.


"Bocah nakal, kalian tunggu di sini!" Xiao Jia bangkit berdiri dan berjalan pergi untuk membuka pintu.


"Yang Xiu ..." Xiao Jia tersenyum malu setelah membuka pintu.


Yang Xiu mengangguk, seperti biasa, dia tidak melontarkan tatapan tertarik pada diri Xiao Jia sedikitpun.


Hal ini membuat Xiao Jia cukup frustasi, dia berpikir bahwa tubuhnya nampak cantik dan indah, tapi dia selalu heran karena Yang Xiu tidak pernah tertarik kepada tubuhnya.


"Apakah mereka sudah makan?"


"Ehh? Ya— maksudku belum!" Xiao Jia menjadi grogi karena ditanya tiba-tiba.


"Mereka menunggumu!" ungkap Xiao Jia.


"Oh? kalau begitu ayo!"

__ADS_1


"Enn!"


Keduanya pun masuk ke dalam dan pergi ke meja makan.


"Selamat makan!"


Semua orang di tempat itu memakan dengan nikmat dan ceria, kecuali Xiao San yang kelihatannya cukup murung.


Yang Xiu meliriknya sejenak, namun menarik tatapannya kembali.


"Bagaimana tujuan kalian ke depannya?" Yang Xiu tiba-tiba mendaratkan pertanyaan ke telinga semuanya.


"Aku ingin menjadi kultivator!" sahut Xiao Bai.


"Aku ingin selalu ada di sisi Xiao Bai!" sahut Xiao Cai.


"Aku ..." Xiao San memandang Xiao Jia, lalu ke Xiao Bai, dan terakhir ke arah Xiao Cai, "Aku juga ingin menjadi kultivator!" ungkapnya.


Yang Xiu tersenyum mendengar itu, "Kalian bertiganya sepertinya memiliki cita-cita yang sama. Aku mendengar seorang normalnya akan bisa berkultivasi di umur 7 tahun, jadi itu dua tahun lagi."


"Setelah bisa berkultivasi, apa yang akan kalian lakukan?" tanya Yang Xiu lagi.


"Aku akan mendaftarkan diri di West Wind Sect saat aku sudah menerobos ranah Golden Core! Lalu setelah cukup kuat, aku akan pergi menjelajahi dunia!" jawab Xiao Bai.


"Umm ..." Xiao Cai mengangguk karena mulutnya kebanyakan nasi, tapi sudah jelas dia akan selalu mengikuti Xiao Bai.


Xiao San juga tidak jauh berbeda, ketiganya seolah-olah ingin selalu bersama.


Yang Xiu mengangguk mendengar rencana masa depan mereka, entah kenapa ketika melihat ketiga bocah ini,dia juga memikirkan tentang anak-anaknya di Planet Sheng Ying yang pasti sudah jauh lebih besar dari mereka.


"Bagus! Paman harap bisa menyaksikan itu, sayang sekali, paman harus pergi!"


"..."


Seketika suasana di dalam ruangan itu menjadi sepi dan tenang, Xiao Jia yang sedang makan pun menghentikan gerakannya.


***


Di dalam kamar kecil, Yang Xiu duduk di tepian tempat tidurnya sambil menyeruput teh hangat di gelasnya.


"Yang Xiu ..." Pintu secara perlahan terbuka, dan masuk Xiao Jia yang hanya mengenakan sehelai kain untuk membungkus tubuhnya.


Setelah masuk, Xiao Jia menutup kembali pintunya dan tidak berani menatap wajah Yang Xiu.


Secara perlahan tangannya membuka ikatan dan sehelai kain itu terlepas, menunjukkan tubuh cantik tanpa apapun itu kepada Yang Xiu.


"Lakukan apapun, tapi aku mohon, jangan pergi ..." Xiao Jia memalingkan wajahnya dan memejamkan matanya.


Yang Xiu menghela nafas dan menaruh minumannya, lalu berjalan menghampiri Xiao Jia.


Yang Xiu memegang dagunya dan mengarahkannya ke arah wajahnya, keempat mata saling bertemu, Yang Xiu lantas berkata: "Xiao Jia, aku tidak mencintaimu!"


« Bersambung! »

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, komentar, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)


__ADS_2