
Selanjutnya seorang pemuda berambut merah gelap yang datang ke depan Yang Xiu, "Jadi kau ayahku, kau cukup tampan, meski aku lebih tampan, ibu benar-benar mempunyai mata yang bagus!"
"Yang Ying Feng, dasar durhaka, apa yang kau katakan kepada Ayah?!" Seorang gadis berambut merah cerah langsung datang dan memukul kepala pemuda itu.
Gadis itu terlihat cukup berotot, baik paha maupun otot lengannya, dia sepertinya seorang petarung juga.
"Ewhhh, Kakak Yue, aku hanya bercanda, hehe!" Yang Ying Feng menggaruk kepalanya.
"Hah ... kau mewarisi sifat ibumu yah ..." Yang Xiu menghela nafas melihat Yang Ying Feng, karena sikapnya benar-benar blak-blakan seperti Ruo Qing.
"Ayah, maafkan adik Ying Feng, aku akan melaporkan ini kepada Niang yang lain agar dia dihukum!" Yang Yue terlihat menggaruk kepalanya, lalu memaksa kepala Yang Ying Feng untuk menunduk.
Yang Xiu mengangguk, dan bertanya, "Kalian masih bujangan? apa kalian ingin ayah mencari pasangan yang cocok?"
"Kami percaya dengan takdir, jika memang sudah takdirnya, seseorang pasti akan datang untuk menjadi pasangan hidup kami!" ucap Yang Yue dengan nada serius.
"Prinsip yang bagus!" Yang Xiu mengangguk puas, 'Takdir? yah ... akulah yang mengandalikan takdir!' batin Yang Xiu, tapi dia memilih untuk tidak mengatakan terlalu jauh dan mempersilahkan keduanya pergi.
Kini hanya tersisa seorang gadis muda, matanya terlihat sangat indah seperti bunga mawar merah yang indah dan berkilauan bagai sinar bintang.
Tapi, dia buta.
Yang Ling!
"Hah ..." Yang Xiu menghela nafas dan datang mengelus kepala gadis tersebut, "Kenapa kau tidak ingin sembuh? padahal ada banyak obat yang bisa menyembuhkan dirimu."
"... Ayah." Suara gadis itu sangat indah dan merdu bagaikan nyanyian terbaik di seluruh dunia, membuat Yang Xiu bahkan tersenyum ketika mendengarnya.
"Kenapa aku buta? aku ingin tahu alasannya ..." Yang Ling memegang telapak tangan Yang Xiu yang agak kasar.
"..." Yang Xiu terdiam tak bersuara, "Mungkin karena dosa ayahmu ini di masa lalu? entahlah, aku juga tidak tahu."
"Ayah, seperti kata Niang, kau tidak pandai berbohong."
"Apa Zhu Yan— maksudku, apa ibu memberitahumu itu?" Yang Xiu agak menyipitkan matanya, Zhu Yan, Zhu Yan ...
"Hihihi!" Yang Ling terkekeh. "Aku takut ketika mataku sembuh, kemampuanku menghilang."
__ADS_1
"Kemampuan untuk melihat masa depan?" tanya Yang Xiu.
Yang Ling mengangguk, "Ya, aku memang bisa melihatnya, terkadang." Imbuhnya, "Tapi ... entah kenapa aku tidak pernah mendapatkan penglihatan tentang Niang Tao dan Niang Huang, seolah ada batas yang membuatku tidak bisa melihat alur masa depan mereka."
"Hari itu aku berpikir bahwa, ah mungkin ini hanyalah kegagalanku ... tapi, hari ini ketika melihat ayah dan mencoba menggunakan kemampuan melihat masa depan, sama sekali tidak bisa, seolah masa depan itu tidak ada bagi Ayah."
"Matamu bagus!" Yang Xiu tersenyum, "Semenjak aku melepaskan diri dari konsep Ruang-Waktu, aku tidak lagi terkait dengan Ruang-Waktu dunia ini."
"Apa maksud ayah?" Yang Ling kebingungan.
"Artinya, semenjak satu triliun tahun yang lalu, keberadaanku hanya ada satu di seluruh ruang-waktu, yaitu yang ada di depanmu ini!"
"Jika kau mencari keberadaanku pada sebelum satu triliun tahun yang lalu, maka kau pasti akan menemukannya, namun jika kau mencari keberadaanku setelahnya, kau tidak akan menemuiku."
"Ughhh, aku pusing!" Yang Ling terlihat stress seperti anak kecil yang kesulitan memahami materi yang disampaikan oleh guru.
"Sekarang kemampuan bawaanmu itu tidak berguna lagi, jadi aku akan menyembuhkanmu!" Yang Xiu memegang wajah Yang Ling dari atas ke bawah.
Ketika Yang Ling mencoba membuka kelopak matanya kembali, pandangannya yang selama ini gelap gulita tiba-tiba menjadi kabur, lalu dari kabur itu mulai menjadi jelas hingga sangat jelas, dan orang pertama di dunia ini yang dia lihat secara langsung adalah Ayahnya sendiri.
"Huhu ..." Yang Ling meneteskan air matanya tanpa sadar, "Ayah!"
"Anak baik, kalau begitu kau ikut saja dengan ayah dan ibu!" Yang Xiu mengelus kepalanya dan menenangkan Yang Ling.
"Tidak ayah ..." Yang Ling mengusap air matanya dengan kedua tangannya, dan berkata, "Sebaiknya ayah habiskan saja waktu bersama para Niang, aku tidak ingin mengganggu!"
"Apa kau yakin?" Yang Xiu bertanya.
"Yah! Sebagai gantinya, bisakah ayah membiarkan aku pergi?"
"Pergi? ke mana?" Yang Xiu tampak agak cemas.
"Aku ingin menjelajahi dunia seperti Ayah dahulu! Aku sudah mendengar berbagai kisah dari orang-orang, meski ada kisah buruk sih ... tapi, aku ingin berpetualang dan mencari teman sendiri!"
"Ughh, kau benar-benar yakin?" Yang Xiu cukup sakit kepala, hatinya benar-benar tidak enak ketika membiarkan seorang anak perempuan pergi dari awasannya.
'Jika ini Yang Qi atau Yang Ying Feng tidak apa-apa, lagipula mereka itu laki-laki dan sifat mereka juga agak keras kepala dan tidak mudah terpengaruh, tapi Yang Ling ini berbeda, Aku tahu itu.'
__ADS_1
"Apa tidak boleh?" Yang Ling memasang raut wajah kecewa.
"Tentu saja boleh, tapi berhati-hatilah!" Yang Xiu menasehatinya, "Jika kau bertemu dengan pria nanti dan dia sama prinsipnya seperti ayah, pastikan kau menjadi yang nomor satu, jangan mau kalah dengan semut-semut di dunia itu."
"Juga, jangan ragu untuk memanggilku, ketika kau menyebutkan namaku, maka pada detik itu juga aku akan tiba di sisimu!"
"Ingat itu baik-baik!"
Yang Xiu mulai menasehatinya dengan berbagai macam jenis nasehat, layaknya seorang orang tua yang cemas pada anaknya.
"Ayah, kau terlalu khawatir, meski begini, aku juga seorang kultivator tingkat Immortal King!"
Yah, hampir mustahil seorang bisa menerobos ranah Immortal King dalam 1 trilun tahun, tapi karena tempat ini benar-benar adalah surganya kultivasi, jadi itu tidak mengherankan.
"Bagaimana tidak khawatir?" Yang Xiu memegang bahu Yang Ling, "Pokoknya jangan jadi seperti ayahmu ini di masa lalu, jadilah dirimu sendiri!"
"..." Yang Ling tertegun sejenak. "Baik, Ayah!"
Melihat anak gadisnya yang penurut ini, Yang Xiu akhirnya bisa mengurangi rasa cemasnya.
"Ayah, aku tahu kau sangat kuat, jadi jangan mata-matai aku ketika aku sedang berpetualang, karena aku juga ingin privasi."
"Siap, anakku yang cantik. Oh, yah ... setibanya di sana, aku akan memberimu hadiah kecil, bertemanlah dengannya!" Yang Xiu mengutik dahi Yang Ling, yang membuatnya jatuh ke belakang, namun ketika tubuhnya menyentuh tanah, terasa dirinya sudah berada di tempat lain.
"Ayah benar-benar mengirimku ke dunia lain! tapi dia juga menghilangkan semua ranah kultivasiku? sangat kejam!"
[Ding! Selamat datang Host!]
'Apa ini?'
[Aku adalah System, ciptaan Dewa Yang Xiu!]
'Ciptaan ayah? aku pernah mendengar ini dari Niang Xia, dia mengatakan ayah mempunyai sesuatu semacam sistem, jadi seperti ini!'
'Jadi, aku benar-benar ...'
"MENDAPATKAN SISTEM DI DUNIA LAIN!"
__ADS_1
...•••...
...Cukup sampai di sini atau lanjut beberapa chapter lagi? kalau lanjut sih bakal Slice Of Life doang....