
Jangan lupa like dan komen.
Selamat membaca :)
***
BAMMM!!
Tak terhitung sudah banyak sekali adu tinju antara Mo Xue dan Yang Yun, meski Yang Yun saat ini sangat kuat, tapi Mo Xue tidak dapat diremehkan ... dia seperti Yang Xiu versi kecil.
Api yang membara-bara milik Yang Yun sangat kuat, bahkan mungkin dapat membakar kultivator Half Ancient Emperor dengan mudah, tapi Mo Xue mempunyai Chaos Qi dalam tubuhnya yang bisa meng-counter elemen api.
Bukan hanya pertarungan mereka yang cukup seru ditonton, tapi pertandingan antara Hong Zheng melawan Mo Xiao tidak kalah menakjubkan.
Tebasan pedang Hong Zheng menebas ke arah Mo Xiao, tapi Mo Xiao mempunyai pelindung berwarna hitam yang super kuat di tangan kanannya.
Four Ways: Langkah Pertama!
Dengan ini Mo Xiao menciptakan sebuah pelindung super kuat dari Chaos Qi dalam tubuhnya.
Tak heran serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Hong Zheng tidak berpengaruh terlalu banyak.
“Bocah Xiao, kau sangat keras kepala!” Hong Zheng merasa kesusahan dalam dirinya, memang benar-benar sulit melawan Mo Xiao ini.
“Kau tidurlah sebentar!” Hong Zheng tiba-tiba melompat ke belakang untuk membuka jarak.
Niat Pedang!
Dalam sekejap Hong Zheng menciptakan sebuah niat pedang yang cukup besar di atas kepalanya. “Pergilah!”
Swish!
Niat pedang yang sangat kuat itu melesat ke arah Mo Xiao, tapi Mo Xiao tidak panik sedikit pun.
“Jangan berpikir hanya kau yang punya niat pedang!”
Mo Xiao segera menciptakan sebuah niat pedang seukuran 1 meter di depan dirinya.
Four Ways: Langkah Kedua!
Dengan ini Mo Xiao menciptakan sebuah niat pedang yang tercipta dari Chaos Qi.
“Pergilah!”
Swish!
Beberapa mili detik ke depan, kedua nya saling bertabrakan.
Niat pedang milik Hong Zheng yang sangat besar itu mengenai niat pedang milik Mo Xiao.
Ting!
Keduanya saling dorong mendorong untuk menghancurkan satu sama lain.
Krak!
__ADS_1
Niat pedang perkasa yang dibanggakan oleh Hong Zheng sebenarnya saat ini hancur berkeping-keping dan niat pedang milik Mo Xiao melesat maju ke arah Hong Zheng.
“Apa!”
Tsuk!
Tubuh Hong Zheng tertusuk niat pedang super kuat itu dan dia jatuh tersungkur ke bawah, wajahnya menjadi pucat.
Memegang niat pedang yang masih tertancap di dadanya, Hong Zheng menariknya keluar.
“Akkk ...” Hong Zheng mengatupkan rahangnya untuk menahan rasa sakit yang mendalam, untung saja niat pedang ini cukup jauh satu inci untuk bisa menembus jantungnya.
“Percuma, sekarang matilah!” Mo Xiao melompat ke arah Hong Zheng dan hendak menikamnya dengan pedang di tangannya.
“Jangan harap!”
Terdengar teriakan dari jauh, lalu Mo Xiao tiba-tiba merasakan sebuah serangan kuat sedang melesat ke arahnya dari samping kanannya.
“Brengsek!”
Mo Xiao segera terlempar ke samping dan terguling-guling di lantai lapangan.
“Siapa yang berani?” Mo Xiao langsung berdiri dengan pakaian sobek-sobek di semua sisinya.
Baru sekarang dia melihat bahwa serangan itu berasal dari Xi Niang yang saat ini sedang bertarung dengan Qin Yu, Xi Niang saat ini sudah sangat tertekan tapi dia masih menyempatkan waktu untuk membantu Hong Zheng, tidak tau apakah dia bahkan masih bisa bertahan hidup.
“Huffft ... syukurlah tepat waktu!” Xi Niang menghela nafas lega, tanpa sadar bahwa sebuah serangan kabut darah sedang mengarah ke arahnya.
BUFFF!
Meski serangannya sudah mengenai Xi Niang, tapi Qin Yu tidak memiliki rasa senang sedikitpun.
Xi Dashuang!
“Kau ...” Xi Niang terkejut melihat lelaki tua ini melindungi dirinya.
“Niang’er, kau adalah cucuku, tentu saja aku harus melindungimu!” Xi Dashuang bertingkah layaknya seorang kakek yang sayang kepada cucunya.
“Aku akan membantumu dengan kekasih bodoh mu itu, kita bertiga yang akan menjadi Great Emperor!”
Setelah mengatakan hal-hal yang ingin dia ucapkan, Xi Dashuang pun menatap Qin Yu dengan tatapan tajam.
“Mengucapkan omong kosong di depanku, kau benar-benar sombong!” Qin Yu saat ini berlari dan menerkam ke arah Xi Dashuang dengan tinju yang dilapisi dengan darah di tinjunya.
“Aku tidak tau siapa kau ... tapi karena berani macam-macam dengan cucuku ...” Xi Dashuang berhenti bicara, lalu tangannya bergerak sedikit dan ruang di tempat itu seperti membeku.
Qin Yu merasa bahwa dirinya saat ini ruang dipersempit dan dia tidak bisa bergerak.
Apa-apaan ini ...
Qin Yu terus berusaha untuk menghancurkan ruang, tapi sangat sulit.
“Percuma,” kata Xi Dashuang dengan wajah penuh keringat, jelas dia mengkonsumsi banyak kekuatan untuk melakukan teknik ini.
“Sekarang, matilah!” Xi Dashuang menggeser tangannya secara horizontal dan muncul sebuah robekan ruang berbentuk sabit yang membelah dari depan perut Qin Yu.
__ADS_1
Slash!
Tubuh Qin Yu terbelah menjadi dua dan terjatuh ke tanah, wajahnya sangat tidak percaya bahwa dia akan mati semudah ini.
Darah dari perutnya mengalir tersambung dengan tubuh bagian bawahnya.
Mati!
Seketika banyak wajah orang-orang dekat Qin Yu yang langsung berbalik dan melihat kejadian ini dengan mata yang melebar secara sempurna.
“Hoh?” Yang Xiu mengangkat alisnya, sama sekali tidak sedih.
“Kau ... kenapa kau membunuhnya!?” Xi Niang merasa tercengang melihat Xi Dashuang membunuh Qin Yu.
Xi Dashuang yang mendengar, langsung berbalik dan melihat ke arah Xi Niang, cucunya.
“Tidak boleh kah aku melindungi cucuku?”
“Bukan begitu, tapi apakah kau tahu siapa dia?”
“Memangnya siapa?” tanya Xi Dashuang.
“Aku adalah nenekmu!”
BANG!
Xi Dashuang seketika terlempar jauh hingga batuk darah keluar dari mulutnya.
“Kakek!”
Baru kali ini Xi Niang akhirnya berbalik dan memanggil Xi Dashuang dengan sebutan kakek.
“Kakek dan cucu yang naif, berpikir bisa membunuh ratu ini?”
Xi Niang langsung membalikkan wajahnya dan mendongak untuk melihat bahwa Qin Yu yang sebelumnya mati kini ada di depannya.
“Bagaimana bisa— akkk!”
Qin Yu tiba-tiba menendang Xi Niang dengan kakinya, tepat mengenai dagunya.
“Hah?”
Baru sekarang semua orang sangat terkejut merasa kehadiran Qin Yu yang sebelumnya sudah mati.
Bagaimana bisa?
Itulah yang mereka pikirkan.
“Jadi ini kemampuan anugerah bawaannya? aku bahkan hampir terkecoh jika tidak melihatnya baik-baik,” gumam Yang Xiu.
Anugerah bawaan milik Qin Yu adalah Mata Ilusi, dari namanya saja sudah jelas bahwa mata ini dapat menciptakan ilusi super kuat.
Sejak awal, Qin Yu sama sekali tidak pernah berlari menuju Xi Dashuang, dia saat itu sudah menggunakan kekuatan mata ilusi untuk menipu orang-orang.
Alhasil Xi Dashuang malah tertipu dan berpikir berhasil membunuh Qin Yu, hal ini membuat kewaspadaan Xi Dashuang menurun dan ... kalah.
__ADS_1
« Bersambung! »
Jangan lupa like, komen, dan vote yah. Terima kasih telah membaca.